Ilustrasi sapi untuk kurban. (Antara-Muhammad Adimaja)

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang memastikan tidak ada sapi yang dijual untuk hewan kurban di wilayahnya yang terserang penyakit antraks.

Antraks merupakan penyakit menular yang menyerang hewan ternak akibat kuman Bacillus anthracis. Penyakit ini juga bisa menyerang manusia dengan tanda-tanda timbul bisul bernanah.

Dokter Hewan Dispertan Kota Semarang, Yuli Tri Astuti, mengatakan hewan kurban yang dijual di Semarang rata-rata berasal dari wilayah yang bebas penyakit antraks, seperti Pati, Blora, Rembang, dan Purwodadi. Sementara, sapi yang berasal dari daerah rawan penyakit antraks, seperti Gunungkidul, Wonogiri, Kulonprogo, dan Pacitan, tidak ada yang dijual di Semarang.

“Kebanyakan pedagang kita kan ambilnya dari Purwodadi, Pati, Blora, dan Rembang. Daerah itu tidak ada antraks. Kalau dari DIY, seperti Gunungkidul, Kulonprogo, lalu Pacitan dan Wonogiri tahun lalu ada [antraks]. Tapi, pedagang kita tidak ambil dari daerah itu,” ujar Yuli saat dijumpai wartawan di kantornya, Senin (5/8/2019).

Yuli mengatakan menjelang hari raya kurban, pihaknya tidak melakukan vaksinasi terhadap hewan kurban. Hal itu dikarenakan vaksinasi dilarang diterapkan terhadap hewan yang akan disembelih.

Sebagai gantinya, pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban agar aman dikonsumsi masyarakata.

“Untuk mencegah menularnya penyakit, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara rutin. Jadi seluruh hewan yang dijual di Semarang dipastikan aman,” imbuhnya.

Yuli menambahkan saat ini Dispertan Kota Semarang telah menerjunkan 60 petugas medis yang disebar di 16 kecamatan. Mereka bertugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang dijual para pedagang di berbagai lokasi.

“Tahun lalu ada 343 titik pedagang hewan kurban. Kalau tahun ini kemungkinan jumlahnya bertambah. Saat ini masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten