Dispendukcapil Sragen Dianggap Persulit Pembuatan KK

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen dikeluhkan perangkat Desa Tanon lantaran dianggap mempersulit pelayanan pembuatan kartu keluarga (KK).

“Saya mengantar rekan perdes Tanon, Pak Subedo, mau mengurus KK hari Senin [9/4/2018]. Kami datang pukul 11.00 WIB. Tapi pukul 13.00 WIB malah disuruh datang lagi esok harinya dengan alasan antrean sedang panjang,” tutur Kasi Pelayanan Desa Tanon, Dawam, saat diwawancarai Solopos.com, Kamis (12/4/2018).

Dawam mengakui saat itu antrean warga yang hendak mengurus surat-surat kependudukan cukup padat. Tapi, dia berpendapat tidak semestinya dia yang sudah antre dua jam lebih disuruh pulang tanpa mendapat pelayanan. “Seharusnya tetap dilayani. Kan warga sudah sangat membutuhkan surat,” ujar dia.

Dawam menuturkan selama ini perangkat desa yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Bila ada pelayanan yang kurang prima, perangkat desa lah yang kali pertama mendapat semprotan dari warga.

“Kami berharap ihwal pelayanan publik ini agar dibenahi sehingga kebutuhan-kebutuhan warga bisa cepat,” imbuh dia.

Dawam mengatakan saat dirinya diminta pulang Senin siang, ada beberapa warga lain yang kecewa lantaran belum sempat dilayani. Dia mendesak agar pengurusan KK dan KTP elektronik bisa dituntaskan di kantor kecamatan sehingga warga tidak perlu mengurus surat-surat tersebut ke Kantor Dispendukcapil.

“Sudah saatnya pelayanan surat-surat kependudukan seperti KTP elektronik dan KK bisa benar-benar didelegasikan ke kecamatan. Kalau mau mengarah ke sana ya pastikan semua sarana prasarana termasuk kebutuhan akan blangko dipenuhi. Masalah blangko kosong ini yang sering kali menjadi masalah,” sambung dia.

Terpisah, Kepala Dispendukcapil Sragen, Wahyu Lwiyanto, saat dimintai tanggapan melalui ponsel menyatakan akan mengevaluasi kinerja petugasnya seiring adanya komplain dari Perdes Tanon. Dia mengakui pelayanan di Dispendukcapil memang dibatasi karena sering kali antrean warga melebihi jumlah yang ditetapkan.

“Kalau dipaksakan justru kasihan masyarakatnya sebab [pelayanan] bisa sampai pukul 17.00 WIB atau 18.00 WIB,” tutur dia.

Wahyu menjelaskan biasanya perangkat desa yang menguruskan berkas kependudukan warganya, datang membawa beberapa berkas. Bila seperti itu, mereka tak bisa pakai satu nomor antrean.

"Kasihan pengguana jasa reguler yang hanya membawa satu berkas. Artinya perdes itu harus mengambil lebih dari satu nomor antrean dan selang-seling. Tujuannya agar tidak mengganggu pengguna jasa reguler. “Bila antrean panjang, kadang waktunya tak memungkinkan melayani hingga selesai,” tambah dia.

Wahyu menerangkan sebenarnya pelayanan KK dan KTP elektronik sudah bisa dilakukan di kantor kecamatan masing-masing. Tapi dia bertanya-tanya kenapa masih banyak warga yang memilih mengurus surat-surat kependudukan ke dinas.

“Blangko [KK dan KTP elektronik sudah ada di tiap kecamatan,” kata dia.



Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

10 Berita Terpopuler: Potensi Tsunami di Pacitan hingga Kecelakaan di Wonogiri

Kabar tentang potensi tsunami setinggi 28 meter di Pacitan, Jawa Timur menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (19/9/2021).

Tak Cuma Pacitan, Wonogiri Juga Berpotensi Tsunami Besar

Selain Pacitan di Jawa Timur, wilayah Wonogiri juga memiliki potensi tsunami besar.

Hore.. Diskon 100% PPnBM Diperpanjang Hingga Desember

Pemerintah resmi memperpanjang diskon 100% PPnBM hingga Desember 2021.

Viral! Aksi Maling HP Terobos Lubang Pagar Besi Bikin Tegang, Dikira Nyantol Ternyata...

Aksi seorang pencuri ponsel yang terekam kamera CCTV viral di media sosial lantaran mampu melewati lubang pagar besi yang kecil.

Bobol Konter Dua Kali, Pasutri di Ponorogo Curi Puluhan Tabung Gas Elpiji

Sepasang suami istri mencuri 50 tabung gas 3 kg dan uang Rp1 juta di konter 212 Cellular depan BRI Siman, Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

IKM di Grobogan Didorong Meningkatkan Daya Saing

Pemkab Grobogan bersama anggota DPR RI menggandeng sejumlah perusahaan untuk sosialisasi agar IKM memiliki daya saing.

Kompolnas Desak Pengusutan Tuntas Kasus Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kece ini diusut tuntas.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Sagitarius Gampang Tergoda Penawaran Kerjasama

Ramalan zodiak hari ini menyebut seseorang bisa jadi datang ke rumah dan mampu membuat percaya Sagitarius untuk terlibat kerjasama.

Tanpa Ampun, Ajax Libas Tim Promosi Cambuur 9-0

Ajax memberondong tim promosi Liga Belanda Cambuur Leeuwarden dengan 9 gol tanpa balas dalam laga pekan kelima di Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam.

Juergen Klopp Puji Sadio Mane Seusai Liverpool Libas Crystal Palace 3 Gol Tanpa Balas

Juergen Klopp menyanjung tinggi-tinggi Sadio Mane setelah Liverpool mengatasi Crystal Palace 3-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Sabtu (18/9/2021) waktu setempat.

Sudah Bikin 37 Buku Novel hingga Komik, Siswi MAN 1 Solo Ini Raih Penghargaan dari Gubernur DIY

Nadia Shafiana Rahma adalah salah satu cerpenis dan novelis dari MAPK dan Pondok Pesantren Hadil Iman MAN I Solo.

Petik Hasil Imbang Lawan Southampton, Guardiola Sebut Pemain City Punya Masalah Ini

Manchester City hanya memetik hasil imbang 0-0 saat menjamu Southampton dalam lanjutan Liga Inggris di Etihad, Sabtu (18/9/2021) waktu setempat.

Jelang PTM, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun Ikuti Vaksinasi

Selain sebagai persiapan PTM, vaksinasi ini juga penting karena sebagai salah satu syarat seseorang mendapatkan pelayanan umum dan pelayanan transportasi publik.

Eks Napi Terorisme Desak Pembubaran BNPT

Para eks Napiter NKRI itu meyebut program BNPT pemberdayaan para alumni napiter yang sudah bebas tidak jelas.

Sepuluh Persen SMP di Bantul Jalani Uji Coba PTM

Senin Depan, sejumlah SMP sederajat di Bantul menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.