Tutup Iklan

Disorot di Debat Pilpres, Jaksa Agung Prasetyo Tak Lagi Anggota Nasdem

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki kartu keanggotaan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Dia mengaku sudah resmi diberhentikan oleh partai pimpinan Surya Paloh tersebut.

Disorot di Debat Pilpres, Jaksa Agung Prasetyo Tak Lagi Anggota Nasdem

SOLOPOS.COM - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) berbincang dengan Jaksa Agung HM Prasetyo (kiri) saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (28/11/2018). (Antara-Fikri Yusuf)

Solopos.com, JAKARTA — Jaksa Agung Muhammad Prasetyo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki kartu keanggotaan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Dia mengaku sudah resmi diberhentikan oleh partai pimpinan Surya Paloh tersebut.

“Saya nonpartisan. Sudah diberhentikan secara resmi oleh Nasdem,” katanya dalam Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Dalam sejarah Indonesia, Pasetyo mengklaim tidak ada jaksa agung yang tidak didukung oleh partai politik. Namun, Partai Nasdem melepas Prasetyo sehingga kini pemimpin Korps Adhyaksa itu tak lagi menjadi anggota parpol.

Ketika dimintai konfirmasi, politikus Partai Nasdem Akbar Faizal mengakui bahwa Prasetyo tidak lagi menjadi anggota partainya. Meski demikian, dia membantah Prasetyo diberhentikan. “Beliau mundur. Diberhentikan itu bahasa [bercanda]-nya beliau saja. Kan sudah lama,” ujarnya di tempat yang sama.

Meski tidak ada lagi ada ikatan, Akbar mengatakan tudingan kerap dialamatkan kepada Partai Nasdem dan Prasetyo. Dia mencontohkan Kejaksaan Agung dianggap melindungi kader Nasdem dari penindakan hukum, khususnya kasus korupsi.

Hubungan Nasdem-Prasetyo kembali disorot setelah debat Pilpres 2019, Kamis (17/1/2019) pekan lalu. Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno sempat bertanya kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengenai aparat hukum yang terafiliasi dengan parpol.

“Jabatan penting diserahkan kepada kader aktif parpol. Bukan benar-benar netral,” timpal Prabowo Subianto.

Menanggapi pertanyaan sang lawan, Jokowi mengatakan bahwa dirinya merekrut pembantu secara transparan berdasarkan kompetensi, integritas, dan kapasitas. Menurutnya, Jaksa Agung era Presiden Abdurrahman Wahid, Baharuddin Lopa, mampu memimpin Kejakgung dengan baik kendati terafilisaai dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Kenapa harus dibedakan ini dari partai, ini dari nonpartai. Sama saja menurut saya. Yang penting rekrutmennya,” kata Jokowi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.

Tikus Duduki Australia, Napi Diungsikan

Populasi tikus di Australia tidak terkendali dan menduduki benua hingga mendesak manusia sehingga narapidana diungsikan.

Pegawai Setda Terpapar Covid-19, Pemkab Wonogiri Terapkan WFH Di Seluruh OPD

Pemkab Wonogiri menerapkah kebijakan work from home atau WFH untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga 5 Juli.