Disnaker Wonogiri: Kurangi Jam Kerja, Pekerja Jangan Disuruh Lembur!
Tim Disnaker Wonogiri mengecek penerapan pembatasan sosial atau social distancing di salah satu perusahaan belum lama ini. (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri meminta perusahaan menerapkan social distancing atau pembatasan sosial secara efektif dan mengurangi jam kerja untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Tim dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri akan memantau secara ketat guna memastikan perusahaan di Wonogiri melaksanakannya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (1/4/2020), Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengundang perwakilan manajemen perusahaan membahas penerapan pembatasan sosial, Selasa (31/3/2020) siang.

Thailand Dihantam Wabah Virus Corona, Ribuan Gajah Kelaparan

Pertemuan digelar di ruang kerja Bupati. Perwakilan dari sembilan perusahaan besar hadir, seperti PT Nesia Pan Pacific Clothing, PT Liebra Permana, PT Top and Top Apparel, PT Naga Buana, PT Deltomed Laboratories, dan lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri, Ristanti, saat dihubungi Solopos.com, menyampaikan dalam pertemuan itu bupati menekankan agar perusahaan menaati surat edaran Menteri Tenaga Kerja (Menaker) dan Gubernur terkait pembatasan sosial di perusahaan.

Inisiatif itu muncul dari keresahan Bupati yang melihat ada perusahaan tetap menjalankan sistem lembur. Selain itu, berdasar aduan yang masuk, banyak pekerja di Wonogiri yang menyampaikan jam kerja masih seperti biasa.

Mereka membandingkan dengan perusahaan yang sudah mengambil kebijakan mengurangi hari kerja.

"Sebelumnya, kami bersama Satpol PP [Satuan Polisi Pamong Praja] mengecek ke perusahaan-perusahaan untuk melihat sejauh mana pihak perusahaan menerapkan social distancing. Sebenarnya perusahaan- perusahaan sudah berinisiatif menerapkan, tetapi masih perlu ditingkatkan," kata Ristanti.

Dia mencontohkan ada perusahaan yang menyiapkan hand sanitizer atau tempat cuci tangan. Tetapi jumlah sarana tersebut tidak sebanding dengan jumlah pekerja.

Ini Kisah Cabul Pria Grobogan ke Bocah 7 Tahun

Pemkab Wonogiri meminta semua perusahaan menerapkan pembatasan sosial secara penuh, termasuk soal jam kerja, sehingga lebih efektif. Pemkab merekomendasikan beberapa hal, seperti perusahaan sementara tidak menjalankan sistem lembur, menyiapkan sarana pembersih tangan secara proporsional, dan mewajibkan pekerja mengenakan masker.

Covid-19 memang menular melalui tangan yang sudah terdapat virus dari orang lain. Virus bisa menular jika tangan menyentuh mulut atau hidung.

"Selain itu, mengganti absensi kehadiran fingerprint dengan barcode. Ini agar tidak ada benda tertentu yang disentuh banyak orang. Mesin absensi barcode diletakkan di lokasi yang areanya luas supaya pekerja yang akan absen tidak berkerumun. Kalau di lokasi yang luas mereka bisa mengambil jarak minimal 1 meter," imbuh Ristanti.

Libur

Dia melanjutkan perusahaan menyambut baik poin-poin itu. Bahkan, PT Top and Top Apparel di Wonogiri bukan hanya mengurangi jam kerja, namun sudah meliburkan pekerja dengan tetap membayarkan upah secara bergantian. Pada tahap awal, perusahaan meliburkan 30% karyawan.

Terpisah, HR and GA Manager PT Deltomed Laboratories Wonogiri, Gangsar Laksono, menyatakan mendukung penuh penerapan social distancing di perusahaan.

Dia mengaku sudah menerapkannya secara efektif, seperti dengan memberikan hand sanitizer saku, vitamin, suplemen, dan masker kepada seluruh pekerja sebanyak 1.050 orang, dan menyiapkan sarana pembersih tangan dan badan dengan bahan antiseptik.

Selain itu, meliburkan pekerja produksi secara bergiliran dengan tetap membayar gaji, dan menerapkan kerja di rumah bagi manajemen dan karyawan selain produksi.

Bahkan, perusahaan memberi bantuan kepada kepada 600 keluarga sekitar perusahaan berupa hand sanitizer dan suplemen, memberi bantuan 100 unit alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis, dan sebagainya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho