Disnaker Wonogiri Bentuk Unit Layanan Disabilitas, untuk Apa?

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) guna menyalurkan angkatan kerja disabilitas Wonogiri ke dunia kerja.

 Ilustrasi penyandang disabilitas. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penyandang disabilitas. (freepik)

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) guna menyalurkan angkatan kerja disabilitas Wonogiri ke dunia kerja. Unit tersebut baru terbentuk pada akhir Mei 2022.

Sub Koordinator Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Wonogiri, Joko Prihaarjanto, mengatakan angkatan kerja Disabilitas di Wonogiri saat ini berjumlah sekitar 10.000 jiwa. Sementara tenaga kerja disabilitas, baik di perusahaan swasta maupun di pemerintahan belum mencapai satu persen.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Dalam Undang-Undang 8 tahun 2016 disebutkan pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD) wajib meperkerjakan minimal dua persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Sedangkan perusahaan swasta, wajib mempekerjakan paling sedikit satu persen dari jumlah pekerja atau pegawai.

“Kami ingin memfasilitasi para penyandang disabilitas agar masuk ke dunia kerja. Mereka mempunyai hak yang sama untuk bekerja, seperti orang pada umumnya. Tentu dengan perlakuan-perlakuan yang berbeda sesuai dengan tingkat kecacatannya,” kata Joko saat ditemui Solopos.com di kantor Disnaker Wonogiri, Jumat (27/5/2022).

Baca Juga: Dibikin Difabel, Batik Ciprat Jadi Kebanggaan Desa Pucung Wonogiri

Disnaker Wonogiri bekerja sama dengan Yasasan Sehati Sukoharjo memberi pendampingan, pelatihan, sekaligus advokasi bagi para penyandang disabilitas sebelum dan sesudah masuk ke dunia kerja.

Sebelum disalurkan ke dunia kerja, penyandang disabilitas terlebih dahulu diberi pelatihan keterampilan sesuai dengan kebutuhan si penyandang disabilitas. Setelah terjun ke dunia kerja, para tenaga kerja disabilitas dipastikan tetap menerima hak-haknya sebagai tenaga kerja.

Disnaker Wonogiri tidak serta-merta menyalurkan tenaga kerja disabilitas ke perusahaan tanpa keterampilan sama sekali. Sebaliknya, mereka tetap dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan agar perusahaan tetap mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas dan kompeten.

“Perusahaan harus bisa memberi hak-hak para tenaga kerja disabilitas tersebut. Misalnya membangun infrastruktur jalan bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Mungkin terget kerjanya pun sedikit dibedakan dengan tenaga kerja pada umumnya. hal itu mengingat kondisi tubuh atau mental yang berbeda dengan pekerja lain,” ujar Joko.

Baca Juga: Peduli Penyandang Disabilitas, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp2 Miliar

Disnaker telah mengundang berbagai perusahaan besar di Wonogiri untuk menyosialisasikan tentang tenaga kerja disabilitas. Mereka diberi pemahaman dan pengetahuan untuk menerima tenaga kerja disabilitas.

Saat ini, 10 perusahaan di Wonogiri sudah memperkerjakan tenaga kerja disabilitas. Mereka juga sudah membangun fasilitas untuk memudahkan para tenaga disabilitas bekerja.

Disnaker menargetkan ada penambaan lima perusahaan yang menerima tenaga kerja disabilitas setiap tahunnya. Pada 2024, Disnaker Wonogiri menargetkan 25 perusahaan akan menerima pekerja penyandang disabilitas.

Community Organizer Yayasan Sehati Sukoharjo, Warsini, menuturkan Yayasan Sehati melakukan pendampingan, pelatihan, dan advokasi tenaga kerja disabilitas di tiga kabupaten Boyolali, Sukoharjo, dan Wonogiri. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua tahun dengan dukungan pembiayaan dari Voice Global Germany.

Baca Juga: 50 Penyandang Disabilitas di Wonogiri Terima Bantuan Rp92,7 Juta

“Kami bertugas mendampingi, memerikan pelatihan keterampilan, dan mengadvokasi ke perusahaan-perusahaan. Kami memberikan pemahaman kepada perusahaan tentang disabilitas, sosialisasi mainstreaming disablitias, dan bagaimana cara berinteraksi dengan disabilitas.” ujar Warsini saat ditemui Solopos.com, Rabu.

Selain itu, Yayasan Sehati juga ingin menghapus stigma negatif yang menaganggap penyandang disabilitas tidak bisa melakukan apa-apa atau tidak bekerja apa pun. ULD diharapkan menjadi jembatan antara penyandang disabilitas dengan perusahaan-perusahaan.

“Sehingga tenaga kerja disabilitas mendapatkan hak untuk menadapatkan pekerjaan,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

+ PLUS Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

Kondisi global seperti Perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum oleh India telah berdampak pada meningkatnya harga dan pasokan gandum lokal, yang dikhawatirkan berpengaruh pada produksi makanan olahan gandum, lalu bagaimana peluang budidaya di Indonesia?

Berita Terkini

4 Kecamatan di Karanganyar jadi Sasaran KKN 988 Mahasiswa UIN

Sebanyak 998 mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan KKN di 45 desa di empat kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Jembatan Jurug C Solo Tanggung Beban Lalin 2 Kali Lipat, Mampukah?

Beban arus lalu lintas selama pembongkaran dan pembangunan kembali Jembatan Jurug B Solo mulai 16 September akan bertumpu pada Jembatan C.

Tak Perlu Khawatir! Pertamina Jamin Elpiji Subsidi Aman

Ketersediaan liquified petroleum gas (LPG) subsidi atau elpiji 3kg dipastikan aman hingga akhir tahun.

Asyik! Wong Boyolali Boleh Jualan di CFD Tanpa Syarat dan Izin

Pedagang asli Boyolali dipersilakan berjualan di area CFD tanpa menggunakan syarat izin. Namun, Pemkab akan tetap melakukan pendataan. 

Luruskan Kabar Pelecehan Seksual JKT 48, Gibran Dipuji Dan Disindir

Langkah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meluruskan informasi mengenai lokasi dugaan pelecehan seksual personel JKT48 tuai pujian sekaligus sindiran.

Kapan Pemutihan Pajak Kendaraan Sukoharjo Dimulai? Ini Kata Samsat

Samsat Sukoharjo telah melakukan berbagai upaya agar kepatuhan wajib pajak (WP) meningkat. Di antaranya program pembebasan denda, bea balik nama (BBN) dan mutasi selama 5 bulan pada 2021.

Lengkap! Ini Jumlah Siswa Yang Diterima Di 8 SMA Negeri Solo Lewat PPDB

Hasil seleksi PPDB SMA negeri di Kota Solo telah diumumkan melalui laman PPDB SMA/SMK Jateng 2022/2023, Senin (4/7/2022) sore.

Banyak Kendaraan Baru, Pembayaran Pajak Sukoharjo 1.500 Per Bulan

Pembayaran Pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kabupaten Sukoharjo mencapai  1.500 objek kendaraan  setiap bulannya.

Jembatan Mojo Solo Direhab, Jembatan Bacem Siap-Siap Tambah Padat!

Jembatan Bacem di Telukan, Grogol, Sukoharjo, akan menjadi jalur pengalihan kendaraan roda empat saat Jembatan Mojo Solo direhab dan ditutup total.

Ribuan Kendaraan Roda Dua Nunggak Pajak, Nggak Bayar Karena Lupa

Ribuan kendaraan roda dua di Sukoharjo nunggak pajak kendaraan bermotor (PKB). Alasan tidak membayar beragam, salah satunya karena lupa.

Komplet! Ini Daftar Menu Hidangan Welcome Dinner G20 Di Keraton Solo

Keraton Solo menyiapkan menu kuliner perpaduan tradisional dengan unsur Eropa dan Cina untuk welcome dinner para delegasi G20, Selasa (5/7/2022) malam.

Jembatan Mojo Solo Diperbaiki, Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan

Arus lalu lintas yang melewati jalur alternatif bakal dipecah ke jalan perdesaan di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto selama perbaikan Jembatan Mojo.

Ada 1.201 Bayi di Karanganyar Alami Kurang Gizi, Apa Langkah Pemkab?

Dinkes Karanganyar menyebut ada 1.201 bayi di Bumi Intanpari yang mengalami kurang gizi berdasarkan data 2021. Di sisi lain ada perbedaan data soal jumlah stunting antara versi Pemkab Karanganya dan Pemprov Jateng. 

Wow! TSJK Kumpulkan Jutaan Rupiah Per Malam Untuk Masjid Sriwedari Solo

Taman Sunan Jogo Kali (TSJK) Solo mengadakan acara charity untuk membantu dana pembangunan Masjid Taman Sriwedari dan berhasil mengumpulkan jutaan rupiah per malam.

Ortu Siswa yang Namanya Hilang di PPDB SMAN 1 Gondang Lapor Polisi

Yakin ada indikasi tindak kriminal, dua orang tuan calon siswa yang namanya hilang dari daftar PPDB 2022 di SMAN 1 Gondang, Sragen, melapor ke polisi.