Ilustrasi pelamar mengisi berkas lamaran dalam bursa kerja. (Antara)

Solopos.com, JEMBER -- Terobosan bagus dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember. Mereka menggelar bursa kerja alias job fair bagi kalangan disabilitas dan perempuan. Meski pada kenyataannya banyak pelamar dari kalangan pria dan orang normal pun ikut ambil bagian.

Kegiatan yang digelar di Alun-alun kabupaten, Selasa (3/12/2019), ini selain untuk membuka lebar kesempatan kerja bagi kaum marjinal, juga untuk memeringati memperingati Hari Disabilitas Internasional.

"Hari ini khusus kami gelar job fair untuk perempuan dan disabilitas sebagai bentuk wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengurangi angka pengangguran perempuan dan kalangan difabel," kata Kepala Disnaker Jember, Bambang Edi Santoso, di alun-alun, seperti dikutip dari Antara.

Ada 21 perusahaan dari berbagai daerah ambil bagian dalam bursa kerja tersebut dan pihaknya menekankan agar setiap perusahaan bisa membuka lowongan kerja untuk kalangan disabilitas sesuai dengan kemampuan warga berkebutuhan khusus itu.

"Dari 21 perusahaan itu terdapat sekitar 700 lowongan pekerjaan yang disediakan sehingga diharapkan jumlah pengangguran di Jember berkurang khususnya dari kalangan perempuan dan disabilitas," tutur Bambang.

Ia juga meminta perusahaan-perusahaan itu memberikan kesempatan kepada kalangan disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian.

"Saya lupa angka persisnya lowongan pekerjaan yang disediakan untuk difabel pada job fair kali ini, namun saya sudah memberikan arahan kepada perusahaan untuk menyediakan satu atau dua lowongan pekerjaan," katanya.

Kendati di poster tertulis Job Fair untuk perempuan dan disabilitas, sejumlah pencari kerja laki-laki juga memadati kawasan tersebut karena sejumlah perusahaan juga membuka lowongan pekerjaan untuk laki-laki.

"Ada berbagai bidang pekerjaan yang disediakan seperti jasa, perhotelan, administrasi dan lainnya yang bisa dimanfaatkan para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang disabilitas netra, Rahman Hadi, mengapresiasi adanya bursa kerja untuk kalangan disabilitas, namun ia mengeluhkan tidak ada lowongan kerja bagi disabilitas netra .

"Tidak ada lowongan pekerjaan untuk tuna netra di sejumlah perusahaan dan jarang sekali ada perusahaan yang mempekerjakan tuna netra dalam perusahaannya," tuturnya.

Ia berharap disabilitas netra mendapatkan hak yang sama untuk bidang pendidikan dan pekerjaan yang selama ini masih dinilai kurang diperhatikan oleh pemerintah.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten