Tutup Iklan
Diskon Pembayaran PDAM di Wonogiri Resmi Dicabut
Ilustrasi (freepik.com)

Solopos.com, WONOGIRI -- Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Sari Wonogiri mencabut pemberian diskon kepada pelanggannya saat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, PDAM Wonogiri memberi keringanan pembayaran atau diskon sebesar 50% kepada pelanggannya yang masuk kategori Rumah Tangga (RT) I dan RT II. Selain itu, diskon juga diberikan untuk fasilitas umum atau sosial, seperti tempat ibadah, sekolah, panti asuhan dan lain sebagainya.

Luka Lebam hingga Kepala Terbentur, Ini 4 Fakta ABG Gatak Sukoharjo Meninggal Saat Latihan Silat

Direktur PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri Sumardjo, mengatakan diskon mulai dicabut Juni 2020. Pelanggan mulai membayar normal pada pembayaran Juli 2020, penggunaan Juni.

Berdasarkan laporannya, pada pembayaran Mei ada 27.255 pelanggan yang mendapatkan diskon. Sementara itu pada pembayaran Juni, yang memperoleh diskon sebanyak 27.210 pelanggan.

Sebelum Tugu PSHT di Gesi Sragen Dirusak, Ada Konvoi Ratusan Pendekar, Siapa Mereka?

Adanya penurunan pelanggan yang mendapat diskon, menurut dia, pelanggan tersebut mengundurkan diri dari penerima diskon atau keringanan pembayaran.

"Saat ini sedang proses pencairan dana yang digunakan untuk mensubsidi diskon pembayaran rekening air PDAM," kata dia kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Sesuai Kebijakan

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (Jekek), mengatakan diskon kepada puluhan ribu pelanggan PDAM sesuai kebijakan awal, hanya dua bulan. Ia mengatakan, ada kontradiksi terkait kategori RT I dan RT II.

Ditemukan, dari ketegori tersebut ada pelanggan yang berkecukupan, seperti keluarga ASN. Padahal, peruntukan diskon tersebut seharusnya untuk warga kurang mampu.

Angker! Lokasi Penemuan 2 Jenglot di Mondokan Sragen Sering Dikunjungi Pencari Jimat

Hal itu tidak diperkenankan berdasarkan regulasi jaring pengaman sosial (JPS). Total biaya yang digunakan untuk mensubsidi diskon pembayaran rekening PDAM sebesar Rp2 miliar.

Dana tersebut diambilkan dari Anggaran Belanja Tidak Terduga Kabupaten Wonogiri. "Untuk sementara baru kami diskusikan untuk mencari solusinnya," kata Jekek.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho