Dishub Usul Karanganyar Tambah Rambu dan PJU
Lampu penerangan jalan umum (PJU) yang dipasang di jembatan layang atau flyover Palur, Jaten, Karanganyar menyala pada Kamis (24/12/2015). (Sri Sumi H/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dinas Perhubungan Karanganyar mengajukan usulan untuk penambahan sarana dan prasana untuk jalan nasional yang ada di Palur dan Kebakkramat. Dishub Karanganyar mengangap perlu peningkatan keamanan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut dengan rambu dan penerangan jalan umum atau PJU tambahan.

Usulan penambahan rambu dan PJU tersebut disampaikan Kepala Dishub Karanganyar, Sri Suboko, kepada Solopos.com, Rabu (2/12/2020). Dia mengatakan usulan tersebut diajukan saat rapat online alias dalam jaringan atau daring bersama Kemenhub, Selasa (2/12/2020). Usulan yang diajukan sebagai salah satu persiapan antisipasi lonjakan jumlah kendaraan yang masuk ke Karanganyar ketika momen pergantian tahun.

Perhatikan 5 Kesalahan Penataan Rumah Menurut Fengsui Ini!

“Meskipun ada informasi libur panjang dibatalkan, tapi kami tetap bersiap untuk antisipasi skenario terburuk. Makanya kemarin ada usulan-usulan yang kami sampaikan kepada Kemenhub terkait permasalahan jalan, rambu, dan APILL yang masuk di kewenangan Kemenhub,” jelas dia.

Salah satu yang diusulkan saat rapat daring menurutnya untuk segera mengaktifkan APILL di exit tol Kebakkramat yang sampai saat ini belum difungsikan.

Palur & Kebakkramat

Selain itu, pihaknya juga meminta adanya penambahan PJU dan rambu di sepanjang jalan di Palur dan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kemarin sempat dicek Ditlantas Polda Jateng, ada masukan menambah rambu dan PJU untuk keamanan. Kami juga menilai perlu diaktifkannya APILL di exit tol Kebakkramat. Karena kewenangannya di Kemenhub, saat itu kami usulkan sekalian,” beber dia.

Jangan Lengah, Soft Skill Ini Kamu Butuhkan di Dunia Kerja!

Selain itu, saat momentum pergantian tahun, Suboko menjelaskan tetap ada giat antisipasi meskipun informasi yang beredar libur panjang akhir tahun dibatalkan. Untuk pengawasan, pihaknya tetap mengadakan posko bersama di beberapa titik di Karanganyar.

“Kesimpulan rapat tetap ada langkah untuk antisipasi. Tetap melihat skenario kemungkinan adanya kenaikan jumlah kendaraan. Usulan-usulan tadi juga berkaitan dengan itu juga selain adanya posko bersama,” tuturnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom