Ilustrasi bus Trans Jogja (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Solopos.com, JOGJA-Dinas Perhubungan DIY memberikan sanksi berupa denda atas keterlambatan pengoperasian 20 bus Trans Jogja yang dijanjikan PT Jogja Tugu Trans (JTT) dibeli dari Trans Lampung karena merugikan pelayanan publik.

"1 Mei harus beroperasi, kalau enggak, saya denda sehari satu per mil (1,6 kilometer) dari nilai kontrak 20 bus,"ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Trans Jogja Dishub DIY, Agus Minang saat dihubungi Kamis (6/2/2014).

Pada APBD 2014, Dishub DIY mengajukan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) cuma untuk 54 bus Trans Jogja karena 20 bus Trans Jogja milik Pemerintah Kota Jogja telah habis pinjam pakai pada Desember 2013.

Namun karena PT JTT mengganti bus itu dengan membeli bus Trans Lampung, Dishub mengajukan tambahan BOK Rp8 miliar. Besaran BOK untuk 74 bus tersebut, ujar Agus, lalu dijabarkan dalam kontrak dengan PT JTT, termasuk pemberian sanksi tersebut.

BOK itu ditetapkan dengan menghitung beban operasional bus Rp5.395 per kilometer.

"Kami untung secara anggaran kalau 20 bus tidak jadi beroperasi karena subsidi tidak keluar. Tapi dari segi layanan, masyarakat yang rugi," tuturnya.

Agus mengaku, sudah mendengar jika PT JTT akan mengoperasikan bus itu paling lambat Maret. Tetapi ia justru meminta dapat lebih awal. Tapi benar tidaknya, ia ragu. Rencananya, 20 bus itu akan dioperasionalkan untuk menghidupkan Jalur 4A-4B.

Jalur itu pernah beroperasi, namun timbul masalah karena 20 bus yang sekarang dihibahkan ke PT Anindya Mitra Internasional waktu itu menggunakan pelat kuning palsu.

Jalur 4A itu dari Terminal Giwangan, Taman Siswa, Pakualaman, Lempuyangan sampai Stadion Kridosono. Sedangkan jalur 4B dari Terminal Giwangan menuju XT Square, SGM, Balai Kota Yogyakarta, UIN, stadion Kridosono hingga Balai Yasa.

Selain jalur itu, dia juga berencana menggunakan bus-bus itu untuk mamaksimalkan jalur 1,2,dan 3, karena jarak tunggu kedatangan bus sekarang mencapai 20-30 menit, padahal idealnya lima menit. Jarak tunggu itu lebih lama, karena juga semakin macetnya jalan perkotaan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten