Kantor Kecamatan Juwangi, Boyolali. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI -- Kecamatan Juwangi, Boyolali, menjadi trending topic setelah disebut-sebut oleh salah satu saksi yang dihadirkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilpres 2019, Rabu (19/6/2019).

Beti, saksi tersebut yang diketahui sebagai warga Kecamatan Teras, Boyolali, dalam Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK menerangkan dugaan kecurangan pemilu yang terjadi di kecamatan tersebut.

Hakim bertanya kepadanya jarak antara Kecamatan Teras dengan Juwangi dan berapa lama waktu tempuhnya. Beti menjawab untuk mencapai Juwangi dari rumahnya di Teras yang berjarak sekitar 50 km butuh waktu tiga jam karena jalannya belum beraspal.

jalan juwangi

Jalan di Kecamatan Juwangi, Boyolali, yang menuju Waduk Kedung Ombo, Kamis (20/6/2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Hal itu memancing reaksi dari netizen hingga netizen menyebut Beti berbohong. Solopos.com mengecek lewat aplikasi Google Maps untuk pergi dari Kantor Kecamatan Teras menuju Kantor Kecamatan Juwangi.

Peta digital menunjukkan dua opsi jalan yaitu melewati jalan raya Klego-Simo sejauh 54 km dengan waktu tempuh 1 jam 43 menit dan melewati jalan raya Karanggede-Wonosegoro dengan waktu tempuh 1 jam 51 menit.

Pantauan Solopos.com, kedua ruas jalan ini seluruhnya sudah diaspal. Hanya memang ada beberapa ruas jalan yang aspalnya sudah mengelupas serta bergelombang.

jalan juwangi

Jalan di perbatasan Kecamatan Kemusu dengan Kecamatan Juwangi, Boyolali, Kamis (20/6/2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Namun mayoritas jalannya relatif mulus. Jika tidak ingin melewati jalan berkelok, pengendara bisa memilih opsi lain melewati jalan Solo-Purwodadi di Kecamatan Gemolong dan Sumberlawang, Sragen, kemudian berbelok ke arah kiri melewati Waduk Kedung Ombo (WKO). Waktu tempuhnya relatif sama antara 1,5 jam-2 jam.

Camat Juwangi, Tusih Priyanta, mengatakan seluruh jalan yang berstatus milik Pemkab Boyolali sebagian besar sudah diaspal atau dibeton. “Jalan dari Ngleses dan Kalimati ke Wonosegoro tahun ini akan dibenahi lagi, sudah sampai tahap lelang,” ujar Tusih.

Sementara untuk jalan perkampungan, Tusih menyebut akan diselesaikan dengan anggaran dana desa. “Di Desa Krobokan saja sudah beton semua,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten