Ilustrasi e-KTP. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak lagi menjemput bola guna mendata warga terdampak pemekaran kelurahan. Sebagai gantinya, disediakan loket khusus di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Solo.

Kasi Identitas Penduduk Disdukcapil Kota Solo, Subandi, mengatakan strategi jemput bola yang dilakukan sejak Mei, sudah memperbarui data puluhan ribu warga lima kelurahan baru hasil pemekaran.

“Kekurangannya tinggal 10.000an berkas. Semula kami memang melayani pemutakhiran data dengan jemput bola di kelurahan, sepanjang sore sampai malam hari. Biar masyarakat tidak kesulitan dalam mengurus berkas-berkasnya,” kata dia, Kamis (19/9/2019).

Loket khusus tersebut tidak dicampurkan dengan pelayanan reguler guna mengantisipasi persoalan administrasi.

Berdasarkan data, saat ini pencetakan kartu keluarga (KK) sudah berkisar 90 persen dari target 22.533 KK. Adapun pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) sudah berkisar 78,86 persen dari target 20.585 KIA. Sementara, perekaman data KTP elektronik sudah mencapai 84,7 persen atau sebanyak 53.226 KTP.

“Warga masih kami beri surat keterangan (suket) pengganti KTP elektronik, karena keterbatasan blangko stok KTP secara nasional,” ungkapnya. Ia mengaku telah mengajukan permohonan penambahan 66.000 keping blangko. Namun sampai saat ini belum dikabulkan. Sedangkan stok blangko KK dan KIA masih mencukupi karena pengadaannya dilakukan Pemkot Solo.

Sebelumnya, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Solo, Ing Ramto, menyebut seluruh warga terdampak pemekaran sudah dibuatkan suket. Kosongnya blangko dari pemerintah pusat membuat pencetakan KTP-El bagi warga terdampak pemekaran tak bisa dilakukan. Pencetakan dilakukan dengan memperhatikan skala prioritas.

“Jadi enggak hanya warga terdampak pemekaran yang belum mendapatkan KTP-El. Mereka yang memecah KK, pindah rumah, hilang dan sebagainya juga belum. Kami mengutamakan warga yang baru kali pertama punya KTP El, salah satu dari pasangan suami-istri yang meninggal, dan kebutuhan mendesak lain,” kata dia, belum lama ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten