Proses perekaman data e-KTP. (Dukcapil.kemendagri.go.id)

Solopos.com, MADIUN -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Madiun menggunakan koper box untuk mempermudah perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Petugas akan menggunakan alat itu untuk menjangkau warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Madiun, Nono Djatikusumo, mengatakan sampai saat ini masih ada sekitar seribuan orang di Kota Madiun belum melakukan perekaman e-KTP.

Warga yang belum melakukan perekaman e-KTP ini diduga karena berbagai hal sakit parah, tidak bisa jalan, hingga warga difabel.

"Kami akui masih ada warga Kota Madiun yang belum melakukan perekaman e-KTP. Namun jumlahnya tidak banyak hanya sekitar seribuan orang saja," jelas dia, Sabtu (20/4/2019).

Nono menuturkan ditargetkan akhir tahun 2019 seluruh warga Kota Madiun telah melakukan perekaman e-KTP. Untuk memaksimalkan kinerja petugas, Dispendukcapil Kota Madiun membeli alat perekaman data koper box.

Alat itu dianggap bisa mempermudah petugas untuk melakukan perekaman e-KTP bagi warga yang kesulitan melakukan perekaman secara mandiri dengan datang ke pusat pelayanan.

Meskipun, saat ini Dispendukcapil Kota Madiun juga telah menerjunkan mobil perekaman untuk menjemput bola di masyarakat.

Dia menyebut koper box merupakan alat perekaman yang direkomendasikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Di dalam koper box ini ada alat sidik jari, perekaman iris mata, tanda tangan, hingga kamera.

"Koper box ini harganya sekitar Rp95 juta. Alat ini sudah dibeli sejak 2018. Namun baru dioperasikan bulan besok. Karena sebelumnya masih proses setting dan penyambungan ke server," jelas Nono.

Dengan alat ini, petugas akan lebih mudah merekam data penduduk karena bisa langsung ke rumah-rumah warga untuk merekam. Sehingga warga yang tidak bisa datang ke kantor pelayanan maupun mobil perekaman keliling bisa segera direkam datanya.

Tahap awal ini, petugas akan meminta data warga yang belum melakukan perekaman data ke kelurahan masing-masing. Setelah mendapatkan data itu, petugas akan mendatangi rumah warga tersebut dengan alat koper box.

"Kami ini jemput bola dengan alat koper box. Sehingga perekaman data bisa segera selesai dan pelayanan bisa maksimal," jelas Nono. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten