Disdikbud Wonogiri: Sebelum PTM Dimulai Tahun Depan, Guru Wajib Tes Swab

Wacana pembelajaran tatap muka pada tahun depan mengemuka.

SOLOPOS.COM - Siswa mengikuti uji coba PTM di SMAN 2 Wonogiri, Senin (16/11/2020). Mereka bagian dari 18 siswa yang baru mengikuti kegiatan pada pekan kedua ini. Uji coba PTM di sekolah tersebut berlanjut hingga 20 November mendatang. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri menilai perlu dilaksanakan tes swab sebelum pembelajaran tatap muka PAUD-SMP dimulai tahun depan. Jika tak memungkinkan dilaksanakan kepada siswa lantaran jumlahnya sangat banyak, tes swab setidaknya dapat menyasar para guru.

Selain itu menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud pembelajaran tatap muka atau PTM bisa langsung digelar tanpa ada uji coba terlebih dahulu. Namun, pelaksanaannya tetap harus dengan pembatasan, seperti pembatasan berdasar risiko penularan Covid-19 di kecamatan, jumlah siswa, dan durasi PTM.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud, Nadiem Makarim, membolehkan sekolah menjalankan PTM mulai tahun depan. Pelaksanaannya bisa secara fleksibel tergantung kesiapan daerah.

Begini Cara BPBD Karanganyar Perangi Perilaku Buang Sampah di Sungai

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (24/11/2020), mayoritas lembaga pendidikan di bawah koordinasi Disdikbud siap menjalankan PTM. Dari hasil pendataan, 98 persen sarana pendukung penerapan protokol kesehatan di SD dan 91 persen di SMP sudah siap.

Sementara, sebanyak 93,8 persen orang tua/wali siswa SD mendukung/setuju pelaksanaan PTM. Sedangkan, dukungan orang tua/wali siswa SMP tercatat 78,2 persen.

Sekretaris Disdikbud Wonogiri, Sriyanto, memandang perlu dilaksanakan tes swab bagi guru sebelum PTM dilaksanakan. Langkah tersebut seperti dilakukan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri menjelang uji coba PTM di SMAN 2 Wonogiri dan SMKN 2 Wonogiri, 9-20 November lalu.

Saat itu Satgas mewajibkan semua orang yang terlibat dalam kegiatan, baik guru, karyawan, dan siswa, menjalani tes usap. Jumlah sasaran tes usap saat itu lebih kurang 200 orang. Tes usap dinilai penting karena selama ini orang yang terinfeksi Covid-19 kebanyakan orang tanpa gejala atau OTG.

Deteksi Dini

Siapa pun berpotensi terinfeksi Covid-19, termasuk guru. Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu ada pendidikan dan pelatihan atau diklat guru SD dan SMP. Sebelum mengikuti kegiatan para calon peserta menjalani tes usap.

Hasil tes usap menunjukkan ada sejumlah guru terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian guru bersangkutan tidak diikutsertakan diklat. “Artinya, deteksi dini sebelum PTM penting, jangan sampai PTM menciptakan klaster baru di lingkungan sekolah,” kata Sriyanto.

Pengin Awet Muda, Sering-Sering Konsumsi Makanan Ini Yuk

Dia juga menilai lebih baik PTM dijalankan sesuai tingkat risiko penularan Covid-19 di wilayah. PTM di wilayah zona merah atau risiko penularan Covid-19 tinggi mesti diperlakukan berbeda dengan PTM di wilayah dengan risiko penularan Covid-19 sedang atau rendah. Selain itu perlu ada pembatasan jumlah siswa dan durasi PTM.

Terkait perlu tidaknya PTM didahului uji coba terlebih dahulu, Sriyanto berpendapat PTM bisa langsung dilaksanakan secara efektif tetapi dengan pembatasan yang sudah diatur sekolah masing-masing. Pasalnya, uji coba PTM telah dilaksanakan SMAN 2 Wonogiri dan SMKN 2 Wonogiri. Kedua sekolah tersebut menjadi contoh atau role model pelaksanaan PTM, sehingga tak perlu ada uji coba lagi.

Berita Terbaru

Tim Ahli Satgas Klaten Usulkan Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Diberi Penanda Khusus

Solopos.com, KLATEN – Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengusulkan pemberian tanda khusus bagi warga terkonfirmasi positif...

Cegah Persebaran Covid-19 dengan Nyatakan Saya Siap Divaksin

Solopos.com, SRAGEN — Warga asal Dukuh Rejosari RT 004, Desa Donoyudan, Kalijambe, Sragen, Johan Wahyudi, 49, menyatakan siap divaksin...

Belasan Hajatan Digelar Pekan Ini Di Gondangrejo Karanganyar, Camat: Abaikan Prokes, Bubarkan!

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, mengancam membubarkan hajatan semasa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) apabila tidak mematuhi...

Nekat, Gelar Hajatan di Sukoharjo akan Dibubarkan

Solopos.com, SUKOHARJO-- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan terhadap hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di...

Kasus Covid-19 di Ponpes Colomadu Karanganyar, Diduga Gegara Santri Nggak Jujur

Solopos.com, KARANGANYAR -- Delapan orang santri putri di salah satu pondok pesantren atau ponpes di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, terkonfirmasi...

Penyaluran BST Klaten Difokuskan di Desa Demi Mencegah Kerumunan

Solopos.com, KLATEN – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai atau BST tahap 10 pada Januari 2021 melalui Kantor Pos Klaten tetap...

New Normal Sragen: Belanja Nyaman dengan 3M di Supermarket

Solopos.com, SRAGEN — Dua petugas bersiaga di dua pintu masuk Luwes Sragen, Jumat (15/1/2021). Keduanya bertugas mengukur suhu tubuh...

Tempat Ibadah Solo Diperketat Selama PPKM!

Solopos.com, SOLO — Tempat peribadatan memperketat protokol kesehatan jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Upaya tersebut sebagai wujud tempat...

Terapkan Paseduluran Keluarga, Warga KRB III Merapi Selalu Siap Mengungsi

Solopos.com, KLATEN — Warga di kawasan rawan bencana atau KRB III erupsi Gunung Merapi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang,...

80% Warga Sragen Sudah Mematuhi Aturan PPKM

Solopos.com, SRAGEN — Tingkat kepatuhan warga Sragen dalam mentaati Instruksi Bupati tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mencapai...