Disdikbud-TACB Sukoharjo Kaji 5 Objek Diduga Cagar Budaya, Ini Listnya

Laela menjelaskan jumlah ODCB di Sukoharjo ada 287 buah, di mana letak objek tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Makmur.

 Struktur Candi Sirih. (Buku Si Putih Candi Sirih, Kemdikbud)

SOLOPOS.COM - Struktur Candi Sirih. (Buku Si Putih Candi Sirih, Kemdikbud)

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo segera melakukan kajian terkait lima Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ada di Sukoharjo.

“Kemarin ini kita kan di Kabupaten Sukoharjo sudah punya Tim Ahli Cagar Budaya, sudah dibentuk dengan SK [Surat Keputusan] Bupati, Januari 2022. Kami sudah memulai mengkaji ODCB yang ada di Kabupaten Sukoharjo,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Sukoharjo, Siti Laela, saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya , Kamis (19/5/2022).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Selanjutnya, ungkap dia, TACB akan memprioritaskan cagar budaya yang besar-besar dulu untuk dikaji, karena sifatnya tidak bergerak. Laela menjelaskan jumlah ODCB di Sukoharjo ada 287 buah, di mana letak objek tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Makmur. Menurut dia, sudah ada data di masing-masing kecamatan yang mengacu hasil pendataan Disdikbud pada 2021.

Laela menjelaskan prioritas pengkajian salah satunya terhadap cagar budaya (CB) seperti Candi Sirih, di Karanganyar, Weru, Sukoharjo. Candi tersebut dibuat pada masa Hindu yang sudah berusia ratusan tahun dan masih asli. Pihaknya juga sudah melakukan kajian beberapa kali bekerja sama dengan Balai Arkeologi Jogjakarta. Dalam waktu dekat, Candi Sirih akan segera dikaji lagi oleh TACB Sukoharjo.

Selanjutnya, bekas Pabrik Gula Kartasura yang saat ini menjadi destinasi wisata The Heritage Village akan masuk dalam tahap pengkajian berikutnya. Gedung tersebut menurutnya termasuk dalam cagar budaya namun dimiliki pribadi, tetapi tidak diubah maupun dirusak bentuk atau struktur aslinya.

Baca juga: Sejarah Kanal Baki dan Dam Bareng Sukoharjo Peninggalan Hindia Belanda

Kajian berikutnya juga ada Kantor Kawedanan Bekonang yang merupakan cagar budaya yang berusia ratusan tahun. Objek diduga cagar budaya lain yang akan segera dikaji adalah Pesanggrahan Giriwoyo, yang ada di dalam kompleks Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kartasura, Sukoharjo. Pesanggrahan tersebut saat ini dimanfaatkan oleh Kopassus untuk Balai Persit dan kegiatan lainnya.

“Prioritas utama kemarin Bulan Maret Situs Benteng Keraton Kartasura. Alhamdulilah, pada kejadian itu [perusakan benteng Keraton Kartasura] kami sudah di akhir kajian, sehingga sudah bisa dibuatkan rekomendasi dan sudah ditetapkan peringkat cagar budaya kabupaten Sukoharjo dan sudah disahkan oleh Bupati Sukoharjo dan ber-SK,” urai dia

Identifikasi dan Kualifikasi

Ditanya mengenai status hasil kajian, dia menyebut usai pengkajian oleh TACB, ODCB akan ditetapkan sebagai CB tingkat Kabupaten yang dapat diusulkan ke Pemerintah Provinsi ataupun Nasional jika memenuhi persyaratan.

Baca juga: Menengok Peninggalan Mataram Kuno di Sukoharjo, Si Putih Candi Sirih

Ketua TACB Kabupaten Sukoharjo, Tundjung W. Sutirto, saat diwawancarai Solopos.com beberapa waktu lalu, mengatakan pihaknya tak cuma mengkaji terkait benda-benda yang merupakan peninggalan Keraton Kartasura.

“[TACB Kabupaten Sukoharjo] Bukan semata-mata untuk mengkaji situs Keraton Kartasura. Bahkan kalau kita bandingkan masih banyak kabupaten/kota lain yang baru saja membentuk TACB atau bahkan belum punya TACB sementara potensi ODCB di daerah itu dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya (CB),” jelasnya.

Tundjung menyebut pembentukan TACB Kabupaten Sukoharjo itu untuk mengkaji seluruh ODCB di Sukoharjo yang telah didaftarkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Lebih lanjut, dia menjelaskan fungsi TACB itu melakukan pengkajian mulai dari identifikasi dan kualifikasi terhadap ODCB yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai CB.

Baca juga: Papan Cagar Budaya akan Dipasang di 4 Sisi Tembok Eks Keraton Kartasura

Sementara itu, dia membeberkan kesulitan yang dialami TACB selama kajian. Terutama, terkait masalah waktu mencari sumber rujukan atau data terkait ODCB.

“Jadi, kajian ODCB itu sama halnya dengan kegiatan riset ilmiah. Jika sumber data tersedia di daerah maka relatif cepat. Tetapi, sebaliknya jika datanya masih harus dicari di tempat lain maka memerlukan waktu yang cukup panjang. Itulah kesulitan yang sering dan harus dihadapi TACB. Nah, waktu mencari sumber sejarah [heuristic] itu harus cukup,” jelasnya.

Sumber sejarah untuk mendeskripsikan ODCB itu bisa berupa data tertulis berwujud dokumen sejarah, manuskrip, dan sebagainya. Tak hanya itu, bisa juga menghimpun data sumber lisan. Sehingga, tutur dia, proses kajian TACB merupakan kajian akademis dengan metode terukur.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

+ PLUS Kondisi Global Ancam Stok Gandum Lokal dan Menakar Peluang Budidaya 

Kondisi global seperti Perang Rusia-Ukraina dan larangan ekspor gandum oleh India telah berdampak pada meningkatnya harga dan pasokan gandum lokal, yang dikhawatirkan berpengaruh pada produksi makanan olahan gandum, lalu bagaimana peluang budidaya di Indonesia?

Berita Terkini

Tak Perlu Khawatir! Pertamina Jamin Elpiji Subsidi Aman

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bersama PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan elpiji 3 kg hingga akhir tahun.

Asyik! Wong Boyolali Boleh Jualan di CFD Tanpa Syarat dan Izin

Pedagang asli Boyolali dipersilakan berjualan di area CFD tanpa menggunakan syarat izin. Namun, Pemkab akan tetap melakukan pendataan. 

Luruskan Kabar Pelecehan Seksual JKT 48, Gibran Dipuji Dan Disindir

Langkah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meluruskan informasi mengenai lokasi dugaan pelecehan seksual personel JKT48 tuai pujian sekaligus sindiran.

Kapan Pemutihan Pajak Kendaraan Sukoharjo Dimulai? Ini Kata Samsat

Samsat Sukoharjo telah melakukan berbagai upaya agar kepatuhan wajib pajak (WP) meningkat. Di antaranya program pembebasan denda, bea balik nama (BBN) dan mutasi selama 5 bulan pada 2021.

Lengkap! Ini Jumlah Siswa Yang Diterima Di 8 SMA Negeri Solo Lewat PPDB

Hasil seleksi PPDB SMA negeri di Kota Solo telah diumumkan melalui laman PPDB SMA/SMK Jateng 2022/2023, Senin (4/7/2022) sore.

Banyak Kendaraan Baru, Pembayaran Pajak Sukoharjo 1.500 Per Bulan

Pembayaran Pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kabupaten Sukoharjo mencapai  1.500 objek kendaraan  setiap bulannya.

Jembatan Mojo Solo Direhab, Jembatan Bacem Siap-Siap Tambah Padat!

Jembatan Bacem di Telukan, Grogol, Sukoharjo, akan menjadi jalur pengalihan kendaraan roda empat saat Jembatan Mojo Solo direhab dan ditutup total.

Ribuan Kendaraan Roda Dua Nunggak Pajak, Nggak Bayar Karena Lupa

Ribuan kendaraan roda dua di Sukoharjo nunggak pajak kendaraan bermotor (PKB). Alasan tidak membayar beragam, salah satunya karena lupa.

Komplet! Ini Daftar Menu Hidangan Welcome Dinner G20 Di Keraton Solo

Keraton Solo menyiapkan menu kuliner perpaduan tradisional dengan unsur Eropa dan Cina untuk welcome dinner para delegasi G20, Selasa (5/7/2022) malam.

Jembatan Mojo Solo Diperbaiki, Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan

Arus lalu lintas yang melewati jalur alternatif bakal dipecah ke jalan perdesaan di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto selama perbaikan Jembatan Mojo.

Ada 1.201 Bayi di Karanganyar Alami Kurang Gizi, Apa Langkah Pemkab?

Dinkes Karanganyar menyebut ada 1.201 bayi di Bumi Intanpari yang mengalami kurang gizi berdasarkan data 2021. Di sisi lain ada perbedaan data soal jumlah stunting antara versi Pemkab Karanganya dan Pemprov Jateng. 

Wow! TSJK Kumpulkan Jutaan Rupiah Per Malam Untuk Masjid Sriwedari Solo

Taman Sunan Jogo Kali (TSJK) Solo mengadakan acara charity untuk membantu dana pembangunan Masjid Taman Sriwedari dan berhasil mengumpulkan jutaan rupiah per malam.

Ortu Siswa yang Namanya Hilang di PPDB SMAN 1 Gondang Lapor Polisi

Yakin ada indikasi tindak kriminal, dua orang tuan calon siswa yang namanya hilang dari daftar PPDB 2022 di SMAN 1 Gondang, Sragen, melapor ke polisi.

Isu Pelecehan Seksual JKT48 di Mal Sukoharjo, Ini Tanggapan Pihak JKT48

Manajemen The Park Mall dan Manajemen JKT48 membantah isu pelecehan seksual member JKT48 di saat konser tur di The Park Mall Solo Baru beberapa waktu lalu.

Asyik! Gibran Akan Tambah Rute Bus BST Sampai Alun-Alun Karanganyar

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan akan menambah rute layanan bus BST Solo sampai ke alun-alun di pusat kota Karanganyar.

Manajemen The Park Mall Solo Baru Bantah Isu Pelecehan Seksual JKT48

The Park Mall melalui Bussiness and Marketing Director The Park Mall, Danny Johannes membantah kasus dugaan pelecehan seksual dalam acara konser tur JKt48 bertajuk 10th Anniversary Tour di The Park Mall