Disdikbud Jateng Siapkan Pergub Cegah Berulangnya Kasus SMAN 1 Semarang

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, SEMARANG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo mengakui drop out (DO) paksa dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang mendorong institusinya menyiapkan peraturan gubernur (pergub) demi mengatur tata tertib sekolah.

Pergub itu nantinya diharapkan mampu mengantisipasi terulangnya kasus SMAN 1 Semarang yang mengeluarkan paksa dua siswa setelag menuduh mereka melakukan tindak kekerasan terhadap junior. "Untuk pencegahan, kami mengimbau kepala sekolah lebih berhati-hati dan cermat dalam menerapkan aturan sekolah," kata Gatot di Kota Semarang, Jateng, Rabu (11/4/2018).

Sebagaimana marak diberitakan, dua siswa SMAN 1 Semarang dikeluarkan paksa setelah dituduh melakukan kekerasan saat kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS. Selain mengeluarkan dua siswa yang juga pengurus OSIS itu, sekolah juga memberikan skorsing kepada tujuh pengurus OSIS lainnya.

Dikeluarkannya dua siswa itu sempat berbuntut polemik karena mereka sudah di kelas XII yang tengah bersiap menghadapi Ujian Nasional (UN) dan tidak ada mediasi yang dilakukan oleh sekolah. Putusan itu juga diambil setelah kegiatan itu berlalu terbilang lama.

Meski demikian, dua siswa itu sekarang sudah pindah sekolah, yakni AN di SMAN 2 Semarang dan AF di SMAN 6 Semarang dan mereka juga sudah mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di sekolah barunya. Kesimpulannya, hingga Ujian Nasional berrlangsung, putusan SMAN 1 Semarang tak berubah meskipun desakan publik begitu kuat.

Gatot mengakui kepala sekolah memang memiliki hak untuk memutuskan tata tertib yang bervariasi antarsekolah satu dan lainnya sesuai dengan budaya sekolah masing-masing. "Kepala sekolah punya hak mutlak untuk mengelola sekolah bersama guru dan warga sekolah. Namanya MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Jadi, masing-masing sekolah punya tata tertib yang berbeda sesuai rohnya, budayanya," katanya.

Akan tetapi, kata dia, tata tertib yang dibuat sekolah, khususnya SMA dan sekolah menengah kejuruan (SMK) tetap mendasarkan para Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Dalam waktu dekat, kata Gatot, akan dibuat Pergub yang mengatur tentang pendidikan karakter yang di dalamnya akan mengatur bagaimana anak di sekolah sehingga menjadi acuan tata tertib sekolah.

"Intinya, kami kembangkan tiga konsep, yakni logika, etika, dan estetika. Logikanya mlaku [jalan], etikanya juga jalan, bagaimana sopan santun bicara dengan gurunya, seniornya, dan sebagainya," katanya.

Dengan adanya Pergub itu, kata dia, nantinya bisa menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertibnya, baik SMA maupun SMK di masing-masing kabupaten/kota. "Kalau sekarang, tatib kan bisa langsung berhubungan dengan Permendikbud yang mengatur pembinaan siswa. Selain Permendikbud, kami akan mengeluarkan Pergub untuk menambah referensi sekolah," jelas Kepala Disdikbud Jateng Gatot Bambang Hastowo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Dispar Sleman: Hoax 35 Objek Wisata di DIY Sudah Buka

Beredar kabar di media sosial terkait 35 destinasi wisata di wilayah DIY dan sekitarnya yang sudah beroperasi, Dinas Pariwisata Sleman menyebut itu kabar bohong atau hoax.

Hasil Liga 1 2021-2021: Gol Ilham Udin Armaiyn Bawa Kemenangan PSM Makassar atas Persik Kediri

Babak pertama kedua tim masing-masing mencetak dua gol

Berburu Bocoran Avanza-Xenia Terbaru

Berburu bocoran Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia terbaru yang terpantau dari pendaftaran kode mobil baru.

Alex dan Azis, Dua Batu Sandungan Partai Golkar Menuju 2024

Alex Noordin dan Azis Syamsuddin telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi yang berbeda.

5 Faktor Ini Tentukan Tingkat Keparahan Efek Traumatis Anak Korban Kekerasan Seksual

Namun efek traumatis yang dirasakan setiap anak korban seksual berbeda-beda, tergantung sejumlah faktor.

Presiden Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Cilacap

Lepasliar 1.500 tukik penyu lekang dan tukik penyu hijau

Dispar Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Pelaku Usaha Buruan Daftar!

Dinas Pariwisata Kota Solo memfasilitasi pelaku usaha dan kantor instansi untuk pengajuan kode batang atau QR Code PeduliLindungi.

Ngaku Kasatreskrim, Polisi Gadungan Tipu Guru PNS Hingga Rp68 Juta

Tersangka mengaku kepada korban sebagai anggota Polri berpangkat AKP dan menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Madiun Kota.

Hampir Sebulan Banjir Rendam Jalan Trans Kalimantan, Kendaraan Antre Melintas

Banjir merendam jalan nasional sepanjang 2,5 kilometer sejak Senin (30/8/2021)

Resmi! Eks Mensos Juliari Batubara Jadi Penghuni LP Tangerang.

Bila harta Juliari tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Yuk Buka Tabungan Secara Digital Melalui OCTO Savers CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mengakselerasi kapabilitas fitur dan layanan aplikasi digital banking OCTO Mobile untuk kemudahan nasabah.

Persis Solo Siapkan 3 Desain Jersey Penuh Filosofi

Bryan Barcelona mengatakan setiap desain jersey memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan sejarah Persis maupun identitas tim sebagai klub dari Solo.

Menimba Air, Warga Tasikmadu Karanganyar Temukan Jasad Orang di Dalam Sumur

Jasad warga Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, ditemukan di dalam sumur oleh tetangga rumah kontrakannya, Kamis (23/9/2021).

Ini Dia Galaxy M22, HP Baru Samsung Harga Rp2 Jutaan

Samsung Galaxy M22 resmi hadir di Indonesia dan bakal dijual secara flash sale akhir bulan nanti.

Bersepeda, Wali Kota Madiun Semangati Warga dan Salurkan Bantuan

Kegiatan bersepeda itu selain menjadi sarana untuk menyemangati masyarakat juga untuk memastikan warga patuh protokol kesehatan.