Disdik Solo Targetkan Penyaluran 1.500 Ponsel Untuk Siswa, Akhir Oktober Bisa Rampung?
Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menyerahkan ponsel pintar kepada sejumlah siswa SMP untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.

Hingga pekan ini, jumlah ponsel yang tersalurkan kepada siswa mencapai 256 unit dari total 1.500 unit. Pemkot menargetkan pembagian ponsel selesai akhir Oktober.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Etty Retnowati, mengatakan penyaluran kali keenam pada pekan ini bersamaan dengan agenda mider praja.

Muncul Klaster Kuliner Rumah Makan Ayam Goreng Sukoharjo, 11 Orang Positif Covid-19

Sebanyak 256 ponsel tersebut sudah tersalurkan ke sejumlah siswa dari berbagai SMP Kota Solo untuk membantu mereka belajar.

“Targetnya akhir Oktober selesai. Tiap mider praja akan kami ke anak-anak,” katanya seusai penyerahan ponsel, Jumat (2/10/2020).

Lebih jauh, ia mengatakan proses pengajuan bantuan ponsel oleh sekolah masing-masing sesuai kebutuhan. Mereka yang bisa mengajukan adalah yang mengalami keterbatasan alat saat PJJ.

Update Covid-19 Klaten: Positif Tambah 13 Kasus, 1 Orang Meninggal, 21 Sembuh

Sumbangan CSR

Mayoritas ponsel untuk siswa Solo tersebut merupakan sumbangan program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan maupun perseorangan.

“Kami berharap siswa-siswi yang menerima bantuan ini benar-benar yang tidak mampu. Program ini sejalan dengan bantuan kuota Internet dari pusat [Kemendikbud] sehingga bisa merangsang minat belajar anak selama PJJ," jelas Etty.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta agar siswa yang menerima bantuan bisa memanfaatkan ponsel tersebut dengan baik. Ia juga meminta ada pendampingan orang tua terhadap saat mengoperasikannya.

Ini 2 SMA/SMK Solo Yang Akan Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Rudy, sapaan akrabnya, meminta agar orang tua tidak memindahtangankan bantuan ponsel untuk siswa Solo itu. “Kalau ada yang HP-nya dipinjam orang tua, lapor Pak Rudy, nanti saya temui orang tuamu kalau seperti itu," katanya.

Rudy mengungkapkan sempat ada laporan HP yang didapat siswa malah digadaikan orang tuanya. "Ya saya perkarakan biar jera. Kalau ada orang tua yang seperti itu biar diinapkan di kantor polisi tiga hari," imbuhnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom