Disdik Klaten Imbau Sekolah Tidak Gelar Studi Wisata ke Luar Daerah

Imbauan tersebut disebarkan ke seluruh satuan pendidikan, Korwil Pendidikan, dan satuan Pendidikan Non Formal (PNF) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kabupaten Klaten.

 Ilustrasi sekolah (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sekolah (freepik)

Solopos.com, Klaten – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Klaten mengeluarkan surat imbauan terkait studi wisata di satuan pendidikan, Kamis (23/4/2022). Imbauan tersebut dikeluarkan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam surat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kabupaten Klaten, Yunanta, menginstruksikan dan mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk tidak melaksanakan kegiatan studi wisata di luar wilayah Kabupaten Klaten.

PromosiHarta Karun Wonoboyo Klaten, Temuan Timbunan Emas Terbesar Indonesia

Imbauan tersebut disebarkan ke seluruh satuan pendidikan, Korwil (Koordinator Wilayah) Pendidikan, dan satuan Pendidikan Non Formal (PNF) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kabupaten Bersinar.

Di lain sisi, terkait dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah munculnya kasus hepatitis akut pada anak di Indonesia, Yunanta mengatakan saat ini Disdik Klaten masih merumuskan kebijakan yang tepat.

“Iya tentunya kami [Disdik Klaten] harus berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Yunanta saat dihubungi Solopos.com, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: PKL Segera Dipindah, Alun-Alun Klaten Steril

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga Rabu (11/5/2021) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten belum menemukan adanya kasus hepatitis akut di wilayah setempat. Namun demikian, Dinkes Klaten sudah membuat draf Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Setda) Klaten yang merujuk kepada surat edaran Setda Provinsi, untuk melakukan kewaspadaan dini terhadap gejala hepatitis akut yang muncul pada anak usia 0 sampai 16 tahun.

“Dinkes Klaten sudah membuat draf surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten merujuk dari surat edaran sekda provinsi, untuk melakukan kewaspadaan dini terhadap gejala yang muncul,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, saat ditemui Solopos.com, Rabu (11/5/2022).

Anggit mengatakan gejala penyakit hepatitis akut antara lain rona wajah dan bola mata menguning, mual, gastritis, muntah, hingga diare.

“Itu [gejala penyakit] wajib dilaporkan. Ada format pelaporannya sehingga datanya nanti bisa diakses oleh kementerian dan dilakukan proses rujukan ke rumah sakit,” kata Anggit.

Baca juga: Di Klaten Banyak Ditemukan Objek Diduga Cagar Budaya, tapi…

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.