Pekerja memasang wahana permainan di Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo, Rabu (22/11/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Dinas Perdagangan Solo terkejut karena wahana permainan Sekaten dibangun di Alut yang disewa untuk pasar darurat Klewer.

Solopos.com, SOLO -- Pejabat Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo terkejut melihat adanya sejumlah wahana permainan dibangun di Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo. Penempatan wahana permainan bagian dari Sekaten itu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke Disdag.

Disdag merasa punya kewenangan penuh atas Alut Keraton untuk satu tahun ke depan Alut Keraton karena sudah disewa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan nilai Rp2,5 miliar untuk pasar darurat Klewer. Lahan kosong yang kini ditempati wahana permainan merupakan lahan terbuka untuk area parkir mobil bagi pedagang atau pengunjung pasar darurat Klewer. (Baca: Pedagang Padati Sekeliling Alut Keraton Solo, Awas Macet di Supit Urang)

Selain Disdag, pedagang Pasar Klewer timur berjualan di Alut Keraton juga mempertanyakan keberadaan wahana permainan di dalam kompleks Alut itu. Pedagang khawatir keramaian yang ditimbulkan dengan adanya wahana permainan tersebut mengganggu keamanan pasar darurat.

“Apalagi wahana permainan itu biasanya beroperasi sampai malam. Kami baru tahu kemarin sore, kok tiba-tiba ada barang-barang diletakkan di area parkir,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Klewer Timur, Sutarso, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (22/11/2017).

Paguyuban pedagang berencana mempertanyakan masalah masuknya sejumlah wahana permainan bahkan beberapa lapak sedang dibangun di dalam kompleks Alut kepada Pemkot Solo. Menurut dia, jika Pemkot Solo memberikan izin wahana permainan itu masuk ke Alut, pedagang akan meminta tambahan personel untuk keamanan pasar. (Baca: Keraton-Pemkot Solo Sepakati Sewa Alut, Denda Rp25 Juta/Hari Dihapus)

Kepala Disdag Solo, Subagiyo, mengaku belum menerima pemberitahuan apa pun baik dari Keraton Solo maupun pengusaha wahana permainan yang menggelar arena di Alut Keraton Solo.

“Kalau memang tidak izin kepada kami pasti nanti kami tegur. Harusnya kan ada pemberitahuan karena Alut Keraton kami sewa dalam kondisi bersih. Siapa yang mengizinkan buka wahana di sana saya sendiri kurang tahu, coba nanti kami cari tahu dulu [yang memberikan izin],” kata Subagiyo.

Menurut Subagiyo, jika dari Keraton Solo maupun pemilik wahana itu menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Disdag tentu akan ada pembicaraan agar semua pihak nyaman. “Ya, salah satunya kan faktor keamanan bagi pedagang Klewer yang sekarang menempati Alut Keraton. Memang Sekaten itu cuma sebulan, event tahunan, tapi kan semuanya harus dibicarakan dulu, Alut Keraton kan masih kami sewa,” tegas dia.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, wahana permainan yang mulai ditempatkan di Alut antara lain tong setan dan kereta odong-odong untuk anak-anak. Sejumlah pekerja juga terlihat sibuk mendirikan tenda lapak di Alut Keraton sisi timur. (Baca: Gebyar Pasar Rakyat di Alkid Keraton Solo Dikira Sekatenan)

Satu spanduk bertuliskan ‘Sekretariat Panitia Sekaten’ terpasang di salah satu kios pasar darurat di sisi timur yang sudah tidak terpakai. Sementara itu, dalam rapat koordinasi penyelenggaraan Sekaten dan tradisi Grebeg Mulud di Sasana Putra Keraton Solo, Rabu, perwakilan dari Polsek Pasar Kliwon juga menyampaikan ada beberapa pengusaha wahana permainan yang mendatangi Polsek dan menanyakan masalah izin untuk membuka wahana permainan di Alut Keraton.

Pengageng Parentah Keraton Solo, K.G.P.H. Dipokusumo, mengaku tidak tahu perihal wahana permainan di Alut Keraton Solo. Dia akan mengomunikasikan masalah tersebut kepada Pengageng Pariwisata, K.G.P.H. Benowo.

“Ya, karena setahu saya, wahana permainan itu masuk ke Alun-alun Kidul semua. Kalau mau masuk ke Alut semestinya koordinasi dengan Disdag karena sekarang Alut sedang disewa Disdag, tapi kalau Disdag belum ada pemberitahuan, coba nanti kami komunikasikan dengan Benowo dulu,” ujar Dipo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten