Disandera bus

Pagi itu Jon Koplo dan Lady Cempluk bermaksud menghadiri pesta pernikahan keponakannya di Semarang. Sesuai rencana, warga Weru, Sukoharjo ini akan berangkat bersama rombongan naik bus carteran.

Namun diluar perkiraan, ternyata bus tidak muat. Hanya Lady Cempluk yang terangkut. Jon Koplo pun terpaksa terpisah dengan belahan jiwanya itu. Dia akhirnya numpang mobil milik Tom Gembus.

Karena akan menempuh perjalanan jauh, saat itu Jon Koplo belum mengenakan baju batik. Dia memilih pakai kaos oblong dulu, baju batiknya dititipkan istrinya di bus.

Bus berangkat terlebih dahulu, sementara mobil yang ditumpangi Jon Koplo masih menunggu peserta yang lain.

Singkat cerita, begitu sampai di lokasi pernikahan, Koplo langsung mencari istrinya yang tiba setengah jam lebih dulu.

”Bu, mana bajunya? Aku mau ganti,” pinta Koplo begitu ketemu isterinya.

”Tak tinggal di bus, Pak. Ambil saja, sekalian ganti di sana,” ujar Cempluk. Koplo pun ngetiging menuju ke tempat parkir bus.

Namun sampai di lokasi parkir, ”Lho! busnya di mana?!” gumam Koplo sambil thingak-thinguk.

Setelah bertanya ke rombongan lain, ternyata diperoleh jawaban bahwa busnya dibawa sopirnya ke bengkel untuk tambal ban! Karuan saja wajah Koplo langsung pucet.

Wadhuh, lha piye iki? Mosok njagong mung kaosan kaya ngene?sambatnya kalut.

Tunggu punya tungu, ternyata bus tak kunjung datang juga. Alhasil, Koplo pun urung masuk ke gedung tempat resepsi pernikahan digelar. Ia malu karena hanya mengenakan kaos oblong yang sudah mbladhus. Selama acara berlangsung, ia hanya mondar-mandir di luar gedung, udud klepas-klepus sambil sesekali nginceng mantennya dari luar!

Kiriman Ariyani, Jalan Puspanjolo Timur II/85 A, Semarang



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom