Disambati Bupati Sragen soal Kemiskinan, Ini Jawaban Wagub Taj Yasin

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyebut Sragen tidak masuk daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng. Namun masuk zona merah di Jateng.

Redaksi Solopos - Solopos.com
Kamis, 27 Januari 2022 - 17:25 WIB

SOLOPOS.COM - Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dan Bupati Sragen Yuni Sukowati melihat kondisi Jembatan Sepan yang baru selesai dibangun dengan dana Rp204 juta di Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Kamis (27/1/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Wakil Gubernur  Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin Maimoen, mendapat keluhan atau disambati Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, soal angka kemiskinan yang tak juga turun.

Menanggapi hal itu, Wagub menyatakan Sragen tidak termasuk kabupaten dengan angka kemiskinan ekstrem. Tetapi memang Sragen masuk zona merah kemiskinan dari 15 kabupaten/kota di Jateng. Untuk pengentasan kemiskinan itu, Wagub meminta desa untuk melakukan update data kemiskinan setiap bulan supaya progres penanggulangan kemiskinan bisa terlihat dan terukur.

Penjelasan itu diungkapkan Wagub Taj Yasin saat ditemui wartawan seusai meninjau hasil pembangunan rumah tidak layah huni (RTLH) di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, Kamis (27/1/2022). Taj Yasin menerangkan upaya Pemprov Jateng mengentaskan kemiskinan dengan strategi pendampingan desa-desa miskin dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Pemprov juga fokus pada pendampingan daerah-daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng, yakni Kabupaten Brebes, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, dan Pemalang.

“Sragen tidak termasuk daerah dengan kemiskinan ekstrem tetapi masuk 15 kabupaten zona merah kemiskinan di Jateng. Kami mendampingi daerah-daerah itu dengan menerjunkan beberapa OPD [organisasi perangkat daerah]. Masing-masing OPD mendampingi desa-desa miskin. Tugasnya menyelaraskan data kemiskinan dan memastikan siapa penerima bantuan sosial, baik yang bersumber dari pemerintah pusat, kabupaten, atau CSR,” ujarnya.

Taj Yasin memerintahkan operator di desa untuk terus melakukan update data kemiskinan. “Pendampingan desa selama 2021 tidak semasif sebelum pandemi Covid-19. Kami akui memang selama pandemi, kemiskinan di Jateng naik tetapi seluruh daerah di Indonesia pun naik. Kami optimistis naiknya angka kemiskinan itu tidak terlalu drastis. Kami tekan angka itu lewat program stimulus dan pendampingan UMKM,” jelasnya.

Baca Juga: Angka Kemiskinan di Sragen Terus Naik, Kini Mencapai 13,83%

Pemprov juga menggandeng Baznas Jateng yang merupakan Baznas terbaik dalam pengentasan kemiskinan di Jateng. Taj Yasin juga menyebut Baznas Sragen terbaik di Jateng dalam program pengentasan kemiskinan.

“Kalau lewat APBD ribet, tetapi lewat Baznas bisa langsung dilakukan yang penting sesuai asnaf-nya. Di 2022, pola intervensinya masih sama hanya ditambah gotong-royongnya lebih masif. Kami merangkul CSR di Jateng untuk diarahkan berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan lewat program pendampingan desa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin dan Bupati Yuni melihat hasil pembangunan RTLH milik Ngadiman yang mendapatkan stimulus Rp15 juta. Hasilnya, rehab RTLH milik Ngadiman menghabiskan dana lebih mencapai Rp50 juta karena ada swadaya masyarakat.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif