Napi dan sipir bekerja bersama mengecat Masjid Nurul Huda di Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (1/8/2018). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, MADIUN -- Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Sri Puguh Budi Utami, mengungkapkan masih banyaknya kasus peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan (LP/Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) salah satunya karena masih ada oknum petugas yang belum "bersih". 

"Kami akui jajaran kami masih belum semuanya bersih. Masih ada oknum yang belum komit dengan arahan pimpinan. Seperti bersih dari pungli dan diskriminasi," kata Sri Puguh Budi Utami seusai penanaman pohon dalam rangka Hari Bakti ke-55 Pemasyarakatan tahun 2019 bersama Dirjenpas dan UPT se-Korwil Madiun di LP Klas I Madiun, Jumat (22/3/2019). 

Dia membenarkan saat ini masih ada kasus peredaran narkoba di LP. Untuk mengantisipasinya, petugas rutin melakukan razia di lembaga pemasyarakatan. 

Selain masih adanya oknum petugas yang belum bersih, lanjut dia, salah satu penyebab masih adanya kasus peredaran narkoba di Lapas karena over kapasitas tahanan. Saat ini narapidana dan tahanan di LP mencapai 260.000 orang. Padahal, kapasitas ruang tahanan hanya untuk 126.943 orang. 

"Ini sudah over kapasitas 104%. Dari jumlah itu, 130.000 napi merupakan kasus narkotika. Mulai bandar, pengedar, hingga pengguna," jelas dia. 

Sri menjelaskan untuk permasalahan over kapasitas ini memang menjadi salah satu permasalahan yang serius. Karena over kapasitas ini, petugas jadi kesulitan untuk mengontrol dan mengawasi para napi yang ada. 

"Kalau kapasitasnya 400 orang tapi diisi 1.200 orang sudah pasti itu lah. Teman-teman kesulitan untuk menjangkauny,a mengontrolnya. Tapi apa pun itu. Kami selalu mendorong di jajaran bahwa ini peluang. Peluang untuk kontribusi lebih untuk bangsa dan negara," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten