Dirikan Bumble Seusai Keluar dari Tinder, Wanita Cantik Ini Jadi Miliarder
Whitney Wolfe Herd (Instagram)

Solopos.com, JAKARTA-- Bumble menjadi aplikasi kencan yang belakangan diminati wanita untuk mencari pasangan. Popularitas Bumble membuat Whitney Wolfe Herd menyandang status barunya sebagai miliuner wanita termuda.

Seperti dikutip dari detikcom, Jumat (26/2/2021), sebelum sukses membangun aplikasi kencan berkonsep feminis, Whitney diketahui pernah bekerja di Tinder namun resign karena masalah diskriminasi dan pelecehan seksual.

Whitney Wolfe Herd resmi menjadi salah satu miliuner wanita termuda dengan usaha sendiri. Tak hanya itu, ia juga merupakan CEO wanita termuda yang bisa membuat perusahaannya 'go-public' di Amerika Serikat.

Baca Juga: AC Milan Lolos Ke 16 Besar Meski Hanya Main Imbang 1-1 Lawan Red Star

Di usia 31 tahun, Whitney merayakan momen bersejarah tersebut bersama bayi kecilnya yang digendong ketika Bumble resmi debut di bursa saham Nasdaq. Untuk pertama kalinya, seorang bayi hadir di sana.

Menjadi sosok di balik Bumble, Whitney harus melewati jalan yang cukup berliku sebelum bisa mencapai kesuksesan. Wanita asal AS tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendiri aplikasi kencan 'saingan' Tinder. Ia bahkan sempat menyandang jabatan wakil presiden marketing yang berperan besar dalam pembuatan nama, logo, hingga popularitas.

Namun sayangnya di 2013 Whitney meninggalkan Tinder lalu mengajukan tuntutan pelecehan seksual. Dilansir Chron, ketika itu Whitney mengaku diserang secara seksual oleh cofounder Justin Mateen yang memanggilnya dengan sebutan pelacur dan pembohong setelah mereka putus di 2013.

Baca Juga: Pidato Pertama Sebagai Wali Kota Solo, Gibran: Sabtu-Minggu Bukan Hari Libur Bagi Kami

Wanita Paling Penting

Whitney mengaku dipaksa untuk mengundurkan diri. Dikatakan Whitney mendapat uang $1 juta atau Rp14 miliaran untuk kasus itu meski Tinder tidak mengakui adanya kesalahan.

Setelah keluar dari Tinder, Whitney dihubungi oleh founder Badoo, Andrey Andreev, yang kini menjadi suaminya. Keduanya kemudian bekerja sama untuk meluncurkan aplikasi kencan baru, Bumble. Bumble dikatakan mengutamakan wanita yang punya kontrol lebih di sana dibanding pada aplikasi lainnya.

Berkat Bumble, Whitney menjadi salah satu '30 Wanita Paling Penting di Bawah Usia 30' dalam teknologi di 2014. Sebelum jadi miliuner wanita termuda, di 2016 ia pernah disebut sebagai salah satu 'Elle's Women' dalam bidang yang sama dan pula masuk dalam Forbes 30 under 30 pada 2017 dan 2018.

Baca Juga: MU Melaju Ke 16 Besar Liga Europa Meski Hanya Main Imbang Lawan Sociedad

Sebelumnya Whitney juga pernah masuk sebagai wanita terkaya dengan usaha sendiri di urutan 72 versi Forbes. Sayangnya di tengah kesuksesan Whitney ia pernah menerima perlakuan kurang menyenangkan karena Bumble.

Whitney ternyata sering mendapat serangan karena mendirikan perusahaan feminis hingga harus pergi ditemani bodyguard. Foto hingga nomor telepon Whitney serta sejumlah rekan pernah disebarkan agar orang-orang bisa ikut menyerang mereka.

Perusahaan Bumble sendiri memang mengusung konsep feminin di dalam kantornya. Ruangan di kantor pusat mereka bahkan didesain mengutamakan wanita. Di sana, tersedia ruang menyusui hingga salon untuk para karyawati. Ketika mereka menjadi ibu, perusahaan akan menghadiahkan voucher $1,000 (Rp14 jutaan) untuk pompa ASI.



Berita Terkini Lainnya








Kolom