Diresmikan! Loko Uap Kuno D1410 Siap Layani Wisatawan Solo hingga Wonogiri
Lokomotif D1410 tiba di Stasiun Solo Kota, Minggu (16/2/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO – Pemerintah Kota Solo dan PT Kereta Api Indonesia meresmikan Lokomotif D1410 di depan Loji Gandrung, Solo, bersamaan dengan car free day (CFD) Solo, Minggu (16/2/2020) pagi.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, peresmian lokomotif uap buatan Jerman pada 1921 tersebut dihadiri Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, Kepala Daop VI Yogyakarta, Eko Purwanto, dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo. Lokomotif D1410 yang berhenti di depan Rumah Dinas Wali Kota Solo itu pun menjadi pusat perhatian pengunjung CFD.

Ajaib! Sopir Truk Tronton Terjun ke Sungai Selamat dari Maut Berkat Syahadat dan Al-Qur’an

Wakil Wali Kota Solo dan Direktur Utama PT KAI bersama wartawan mencoba menaiki lokomotif uap dan dua gerbong Djoko Kendil menuju Stasiun Kota Solo, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Lokomotif uap kuno berkecepatan maksimal 45 kilometer per jam itu berjalan lamban sekitar 20 kilometer per jam ke arah timur.

Lokomotif D1410 di depan Lojo Gandrung Solo, Minggu (16/2/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Achmad Purnomo mengatakan, hibah lokomotif kuno tersebut melengkapi koleksi kereta uap yang dikelola Pemkot Solo dengan Sepur Kluthuk Jaladara. Ia berharap lokomotif tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisatawan ke Solo.

"Rutenya untuk melayani perjalanan di area Solo, Sukoharjo, hingga Wonogiri. Kami rumuskan rutenya nanti tergantung permintaan," ujarnya.

Ketum PSSI Pengin Stadion Manahan Solo Jadi Venue Piala Dunia 2021

Sementara itu, Kepala Daop VI Yogyakarta, Eko Purwanto, menjelaskan, lokomotif D1410 merupakan satu-satunya tipe D14 di Indonesia. Sepanjang sejarah terdapat 23 lokomotif D14 yang diproduksi di Jerman untuk seri 1-14. Sementara lokomotif D14 seri 13-23 dibuat di Belanda.

"D1410 berusaha direstorasi Balai Yasa Yogyakarta selama Februari hingga November 2019 oleh mekanik yang berdinas maupun yang purna tugas. Lokomotif melakukan perjalanan secara normal dari Stasiun Lempuyangan hingga Stasiun Purwosari,” terangnya.

Dipakai untuk Ritual Pesugihan, Ayam Cemani Dihargai Belasan Juta Rupiah

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Desain lokomotif tersebut cocok dioperasikan di jalur pegunungan maupun lokal. Lintasan utama lokomotif berbahan bakar batu bara ini adalah jalur Bogor-Sukabumi.

D14 adalah tipe lokomotif bersistem superheated terkenal di jalur pegunungan untuk kereta api kelas campuran. Terkadang, lokomotif bertipe gender 2-8-2T ini juga melayani kereta langsir. Lokomotif D1410 sebelumnya menjadi koleksi di Museum Transportasi TMII, Jakarta. Pada 2016 lalu, Jokowi yang menjabat sebagai Wali Kota Solo memintanya dikirimkan ke Solo untuk difungsikan sebagai kereta wisata.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom