Direktur RSUD Gemolong Sragen 6 Pegawainya Terpapar Covid-19
Ilustrasi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. (Antara/Rony Muharrman)

Solopos.com, SRAGEN — Direktur RSUD dr Soeratno Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, AT, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Minggu (15/11/2020). Selain itu, ada enam orang pegawai di RSUD milik Pemkab Sragen tersebut yang juga dinyatakan positif Covid-19 pada hari yang sama.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno saat ditemui wartawan, Senin sore, menyampaikan setelah banyak tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang terpapar Covid-19, sekarang giliran pegawai dan dokter.

Dia menyebut dokter berinisial AT itu juga menjabat sebagai Direktur di RSUD dr Soeratno Gemolong, Sragen.

"Siapa pun di rumah sakit itu memiliki risiko tinggi. Dulu di RSUD dr Soehadi Prijonegoro sampai puluhan orang yang terpapar, sekarang giliran di RSUD Gemolong. Ada tujuh orang, termasuk direktur. Tidak mungkin RSUD ditutup, pelayanan tetap jalan. Nanti lebih pada tracing dengan melakukan swab test maassal di RSUD itu," ujar Dedy yang juga Wakil Bupati Sragen.

51 SMP di Klaten Gelar Penilaian Akhir Semester dengan Tatap Muka Terbatas

Dia menerangkan cairan droplet saat bersin dengan ukuran mikro membahayakan karena memungkinkan terbawa udara. Dedy sudah merapatkan upaya antisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 di RSUD dr Soeratno Gemolong Sragen, yakni dengan memberi perlindungan ekstra terhadap nakes.

"Kalau di RSUD Soehadi ada swab massal maka di RSUD Soeratno juga sama. Bila perlu untuk testing pada akhir tahun nanti ada swab test massal bagi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Saya sendiri tidak yakin terbebas dari Covid-19 sehingga saya pakai masker dobel," ujarnya.

Perkembangan data Covid-19 di Sragen per Senin sore terjadi lonjakan sampai 30 orang, yakni dari 1.057 orang menjadi 1.087 orang. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Sri Subekti menyebut ada 224 orang yang dirawat, dan 818 orang sembuh, serta 45 orang meninggal dunia.

Kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah satu orang dari 44 orang menjadi 45 orang. Namun, DKK belum mengeluarkan data tentang penambahan data tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom