Direktur PT LIB dan 3 Komandan Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan tersangka karena tidak melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan sebelum Liga 1 bergulir.

 Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

SOLOPOS.COM - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Solopos.com, MALANG – Bareskrim Polri menetapkan enam tersangka terkait tragedi Kanjuruhan, Malang yang mengakibatkan korban tewas 131 dalam laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Salah satu tersangka adalah Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Lima tersangka lainnya masing-masing ketua panitia pertandingan Abdul Haris; ketua pengamanan laga Suko Sutrisno; Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto; Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi; dan Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman.

Pengumuman enam tersangka itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers, Kamis (6/10/2022) malam, seperti dikutip Solopos.com dari Breaking News KompasTV.

Baca Juga: 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Terkecil Berusia 4 Tahun

“Tim sudah memeriksa secara marton dan cepat tapi tetap hati-hati scientific crime investigation, mendalami CCTV di lapangan, mendalami beberapa temuan bercak darah, visum korban, barang-barang selonsong gas air mata. Dan kami menetapkan enam tersangka terkait dengan kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa,” ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan, Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan tersangka karena tidak melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan sebelum Liga 1 bergulir.

Verifikasi terakhir yang dilakukan PT LIB terhadap stadion kebanggaan warga Malang, Jawa Timur itu dilakukan pada tahun 2020.

Baca Juga: Misteri Kantong Mata Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit

“Yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka. Kami melakukan olah TKP. Berdasarkan pendalaman ditemukan PT LIB selaku penyelenggara tidak memverifikasi Stadion Kanjuruhan sebelum liga bergulir. Verfikasi terakhir tahun 2020 dan ada catatan yang harusnya dipenuhi terkait keselamatan. Dan di tahun 2022 tidak dikeluarkan verifikasi dan hanya menggunakan hasil tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, keenam tersangka dijerat Pasal 359 jo Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan nyawa melayang serta Pasal 103 ayat 1 UU Nomor 11/2022 tentang Keolahragaan.

Bencana Kemanusiaan

Seperti diketahui, kerusuhan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur menjadi bencana kemanusiaan bagi anak-anak.

Sebanyak 33 anak meninggal dalam tragedi Kanjuruhan tersebut, terkecil berusia empat tahun.

Data tersebut dilansir Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Nahar.

Nahar menyebut ada 33 anak meninggal dalam kerusuhan pascalaga Arema FC melawan Persebaya pada pekan ke-11 Liga 1 Indonesia di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Baca Juga: Sesali Tragedi Kanjuruhan, Presiden: Audit Stadion Seluruh Indonesia

Dari 33 anak yang meninggal itu delapan di antaranya adalah perempuan. Sementara rentang usia korban antara empat tahun hingga 17 tahun.

“Tiga puluh tiga anak meninggal dunia, (terdiri atas) delapan anak perempuan dan 25 anak laki-laki, dengan usia antara empat tahun sampai 17 tahun,” ujar Nahar saat dihubungi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/10/2022).

Pihaknya bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kabupaten/Kota Malang masih terus berkoordinasi dan berupaya menyediakan data khusus anak yang menjadi korban, sebagai bahan pihak-pihak terkait melakukan intervensi layanan.

Baca Juga: Gubernur Jatim: Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Jadi 131 Orang

Menurut Nahar, jumlah tersebut merupakan bagian dari 131 korban meninggal dunia berdasarkan data yang dirilis Polri.

Sementara untuk jumlah anak yang dirawat di rumah sakit setempat masih terus dikonfirmasi.

“Kami masih terus melengkapi datanya,” jelas Nahar.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Panglima TNI: 4 Prajurit Akui Lakukan Kekerasan ke Aremania

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan jumlah korban tewas tragedi Kanjuruhan sebanyak 131 orang.

Ia mengatakan jumlah korban tragedi Kanjuruhan tersebut diperoleh setelah adanya verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI, dan direktur rumah sakit.

“Jadi data korban meninggal 131 orang,” kata Dedi.

Baca Juga: Jokowi Telepon Presiden FIFA Bahas Tragedi Kanjuruhan & Piala Dunia U-20

Dedi menerangkan, adanya selisih data korban meninggal sebab Tim DVI bersama Dinas Kesehatan awalnya hanya mendata korban yang dibawa ke rumah sakit.

Setelah dilakukan pencocokan data, diketahui ada 12 korban meninggal tidak difasilitas kesehatan.

“Non-faskes penyebab selisihnya setelah semalam dilakukan pencocokan data bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI dan direktur rumah sakit,” kata Dedi.

Baca Juga: Dicopot, AKBP Ferli Hidayat Baru Menjabat 9 Bulan sebagai Kapolres Malang

Sementara itu, rincian jumlah korban meninggal terdata sebanyak 44 orang di tiga rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Kanjuruhan sebanyak 21 orang, RS Bhayangkara Hasta Brata Batu sebanyak dua orang, dan RSU dr Saiful Anwar Malang sebanyak 20 orang.

Lalu, sebanyak 75 korban meninggal dunia terdata di tujuh rumah sakit, antara lain RSUD Gondanglegi sebanyak empat orang, RS Wava Husada sebanyak 53 orang, RS Teja Husada sebanyak 13 orang, RS Hasta Husada sebanyak tiga orang, RS Ben Mari satu orang, RST Soepraoen satu orang dan RS Salsabila satu orang.

Kemudian, sebanyak 12 orang korban meninggal dunia di luar fasilitas kesehatan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.

      Warganet Dukung Bharada Eliezer: Terima Kasih, Teruslah Jujur demi Yosua

      Warganet mendukung Eliezer yang merupakan penembak Yosua itu terus berkata jujur di persidangan.

      Anggota Brimob Diadang lalu Ditembaki di Papua, 2 Tertembak, 1 Gugur

      Petugas patroli Damai Cartenz ditembaki ketika melintas di Dekai, Kabupaten Yahukimo hingga terjadi baku tembak.

      Fakta Persidangan: Sebelum Dibunuh Yosua Sempat akan Dicelakai di Jalan

      Bripka Ricky Rizal disebut berniat menabrakkan sisi kiri mobil yang ditempati Brigadir Yosua.

      Breaking News, 1 Anggota Brimob Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Papua

      Informasi yang dihimpun menyebutkan, baku tembak Brimob dan KKB Papua terjadi di KM 9 Dekai, Kabupaten Yahukimo.

      Sadisnya Pembunuhan Yosua, Dieksekusi tanpa Sempat Diinterogasi

      Brigadir Yosua dieksekusi Bharada Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo tanpa sempat diinterogasi.