Direkonstruksi, Begini Urutan Kejadian Latihan Silat Berujung Meninggalnya Remaja Gatak Sukoharjo
Rekonstruksi latihan silat berujung meninggalnya remaja asal Trangsan, Gatak, Sukoharjo, digelar di Mapolres setempat, Rabu (15/7/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polres Sukoharjo akhirnya menggelar rekonstruksi latihan silat berujung kematian remaja asal Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Faizal Adi Rangga, 15, pada Rabu (15/7/2020).

Rekonstruksi yang digelar di Joglo Mapolres setempat ini guna mengetahui peran masing-masing pelaku. Berdasarkan pantauan Solopos.com, rekonstruksi digelar dengan menghadirkan 10 tersangka itu dimulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Sepuluh tersangka itu, tujuh di antaranya masih dibawah umur dan tiga lainnya orang dewasa. Masing-masing pelaku berinisial, J, L, R, AF, RZ, W, TW, RK, IN, dan A.

Ngaku Kuliah di 43 Kampus, Razali Ternyata Mendaftar Cawawali Pilkada Solo Lewat PDIP

Dengan menggunakan pakaian tahanan Polres Sukoharjo, satu per satu adegan latihan silat berujung meninggalnya remaja Gatak itu dilakukan. Dalam rekonstruksi itu, adegan memeragakan latihan silat yang diikuti 20-an orang di halaman SD Negeri 1 Trangsan.

Saat itu kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan doa bersama. Dilanjutkan pemanasan seperti sit up, push up, hingga latihan pukulan dan tendangan.

Kemudian saat latihan pukulan dan tendangan ini, pelaku yang merupakan warga (sebutan pelatih) melakukan tendangan dan pukulan. Secara bergantian pelaku menendang dan memukul para siswa (peserta latihan  silat).

Tracing Diperluas, 200 Pedagang Pasar Harjodaksino Solo Bakal Diuji Swab

Dalam adegan latihan silat itu terungkap pelaku melakukan pukulan dengan mengarahkan ke bagian dada remaja Gatak, Sukoharjo. Tak cukup itu, pelaku menghantamkan toya yang mengenai kepala bagian belakang korban.

Hingga akhirnya korban jatuh tersungkur dan mengenai paving. Beberapa pelaku lantas membawa korban ke Puskesmas Gatak. Namun nyawa korban tak tertolong.

Tendangan dan Pukulan

"Hari ini kami menggelar rekonstruksi untuk mengetahui peran masing-masing pelaku. Ternyata pelaku memiliki peran semua melakukan tendangan dan pukulan ke korban," kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho.

Pola Tracing Diubah, Kontak Lini 1 Pasien Positif Covid-19 Sukoharjo Langsung Swab

Namun demikian, Nanung mengatakan dari adegan rekontruksi latihan silat itu terlihat jelas penyebab kematian remaja Gatak, Sukoharjo, diduga karena pukulan toya oleh salah satu pelaku. "Ada dua pelaku yang memukulkan toya. Namun yang paling mematikan karena pukulan pelaku berinisial R ini," katanya.

R memukul hingga mengenai bagian belakang kepala korban. Kondisi inilah yang diduga membuat korban terjatuh hingga membentur paving.

Akibat kejadian ini para pelaku dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun lantaran sebagian pelaku masih berstatus di bawah umur, penanganan tetap dilakukan berdasarkan UU Perlindungan Anak.

Sukarelawan Corona Dinkes Jateng Terkonfirmasi Positif Covid-19 Di Sukoharjo

Diberitakan sebelumnya, remaja asal Gatak, Sukoharjo, Faizal Adi Rangga, meninggal saat mengikuti latihan silat perdana setelah libur panjang selama Covid-19 pada Sabtu (4/7/2020) malam. Faizal mengembuskan napas terakhirnya di Puskesmas Gatak dengan kondisi wajah penuh luka dan mengalami pendarahan.

Autopsi terhadap jasad korban latihan silat telah dilakukan di RSUD dr Moewardi Solo. Hasilnya menunjukkan ada benturan benda tumpul di bagian kepala. "Saat autopsi ditemukan bekas benturan benda tumpul," kata Kasatreskrim.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom