Diprotes Rekan karena Perkarakan Yusuf Mansur, Ini Alasan Darmansyah

Darmansyah juga sempat mendapat tentangan dari sejumlah rekannya karena melaporkan Yusuf Mansur ke polisi. 

 Darmansyah (kiri) dan istri saat tampil di kanal Youtube milik artis Neno Warisman, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Darmansyah (kiri) dan istri saat tampil di kanal Youtube milik artis Neno Warisman, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Darmansyah, seorang PNS asal Surabaya, Jawa Timur mendapatkan kembali uang investasinya senilai Rp60 juta setelah melaporkan dai kondang Ustaz Yusuf Mansur ke polisi pada 2017.

Aparatur sipil negara itu menanam investasi untuk Condotel Moya Vidi di Sleman, D.I. Yogyakarta senilai Rp48 juta pada 2013. Selisih uang Rp12 juta itu diberikan Yusuf Mansur sebagai dana kerahiman.

PromosiPemajuan Demokrasi Butuh Budaya Politik Santun

“Alhamdulillah saya dapat kelebihan karena uang saya lama ngendon di beliau,” ujar Darmansyah seperti dikutip Solopos.com, Kamis (27/1/2022), saat memberikan kesaksian dalam sebuah diskusi di kediaman artis Neno Warisman, beberapa waktu lalu.

Video kesaksian itu diunggah di kanal Youtube Thayyibah Channel.

Baca Juga: Darmansyah Peroleh Kembali Dana Setelah Laporkan Yusuf Mansur ke Polisi

Upaya Darmansyah mendapatkan kembali haknya tidak mudah. Sebagai salah satu jemaah pengajian Yusuf Mansur, ia terpaksa melaporkan ustaz idolanya itu ke polisi lantaran upaya persuasif tidak membuahkan hasil.

“Kami sebenarnya tidak ingin seperti ini. Kami terpaksa melaporkan ke polisi karena akses kami sudah ditutup, mentok,” imbuh istri Darmansyah.

Selain itu, Darmansyah juga sempat mendapat tentangan dari sejumlah rekannya karena melaporkan Yusuf Mansur ke polisi.

“Saya dikomplain, ‘Pak Dar kenapa mempermasalahkan ustaz kita?’. Saya bilang bahwa pertama, saya menuntut hak saya. Kedua, saya menolong saudara saya, tidak saja saudara yang butuh tapi juga saudara saya, Pak Yusuf Mansur. Saya katakan itu juga ke beliau (Yusuf Mansur) dulu saat bertemu,” katanya.

Darmansyah menambahkan, ia tetap menaruh hormat kepada Yusuf Mansur. Ia berharap dai kondang itu meraih sukses dengan cara-cara yang tidak lagi dihujat banyak orang.

“Saya pengin Pak YM sukses tapi tidak dengan cara-cara seperti ini. Saya harap dengan ilmunya Pak YM bisa menyelesaikan semua masalah-masalah ini,” tandasnya.

Baca Juga: Yusuf Mansur: Condotel Moya Vidi Bukan Punya Saya!

Seperti diketahui, di antara sekian banyak investor proyek investasi dai kondang Ustaz Yusuf Mansur, Darmansyah termasuk yang bersyukur karena sudah mendapatkan kembali haknya.

Sementara beberapa rekannya hingga kini masih sebatas memendam harapan uang mereka kembali.

Waktu itu, di tahun 2013, Darmansyah ikut investasi Condotel Moya Vidi di Sleman, D.I. Yogyakarta dengan nilai Rp48 juta.

Setahun kemudian, awal 2015, dana dari Condotel Moya Vidi dialihkan untuk diikutkan pada Patungan Usaha guna mengambil alih bangunan apartemen yang mangkrak di Jl. M. Thoha, Tangerang, Banten.

Oleh Yusuf Mansur, bangunan apartemen itu disulap menjadi hotel bernama Hotel Siti yang mulai beroperasi tahun 2015.

Dalam perkembangannya, laporan tentang investasi tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Oleh sebab itu, Darmansyah melaporkan Yusuf Mansur ke Mabes Polri, tahun 2017, atas dugaan melawan hukum.

“Saya akhirnya melapor ke polisi karena beliau mengingkari janji-janjinya,” katanya seperti dikutip Solopos.com dari kesaksiannya di kediaman artis Neno Warisman dan di kanal Youtube Thayyibah Channel.

Baca Juga: Ini Alasan Eks TKW Geram kepada Ustaz Yusuf Mansur

Oleh pihak kepolisian, mereka difasilitasi untuk berdamai. Yusuf Mansur membayar ganti rugi sekaligus uang kerahiman.

Darmansyah menerima perdamaian dengan Yusuf Mansur dengan catatan bahwa setelah dirinya, para investor yang hendak mengambil uangnya, akan dipenuhi. Komitnen itu tertuang dalam perjanjian tertulis.

Dikutip dari Thayyibah.com, pada bulan Oktober 2017 Yusuf Mansur mengundang para wartawan dan menjelaskan perihal dana investasi Patungan Usaha, Patungan Aset, serta investasi Condotel Moya Vidi yang semua dananya sudah ditanam untuk Hotel Siti.

Kepada para wartawan, Yusuf Mansur mengatakan pada bulan November 2017, dia bersama timnya akan mengadakan road show ke delapan kota di Indonesia. Misinya akan menjelaskan dana-dana investasi yang ia himpun selama ini.

Baca Juga: Peserta Investasi Akan Tagih Ustaz Yusuf Mansur hingga Akhirat

“Saya ada waktu itu. Yusuf Mansur mengatakan ia akan membawa uang cash, jika ada yang mau ambil dananya akan langsung kami bayar,” kata salah satu wartawan, Heri Muhammad Yusuf.

Di hari dan tanggal yang telah ditentukan, ujar Heri, pertemuan dengan para investor tidak pernah terjadi. “Saya ada di lokasi, Yusuf Mansur tidak pernah datang,” katanya.

Terkait rencana roadshow ke sejumlah kota untuk mengembalikan dana investasi jemaah itu diakui Yusuf Mansur. Tapi berbeda dengan Heri, Yusuf menyatakan sudah melakukan roadshow tersebut.

Pengakuan itu disampaikan Yusuf Mansur saat mendatangi Mira, salah satu investor di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Yusuf Mansur: Hotel Siti Sudah Diwakafkan

Dai kondang itu menyatakan pada 2018 dirinya berkeliling sejumlah kota untuk memulangkan kembali uang jemaah yang berinvestasi melalui program patungan usaha pembangunan hotel.

Ia menyebut sudah mendatangi Solo, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Bogor, Tangerang, dan Bandung. Video itu diunggah di kanal Youtube Daqu Channel pada 18 November 2021.

“Saya mikir gimana caranya ngebersihin total. Lalu saya bikin tur ke sejumlah kota. Bapak-Ibu saya izin mulangin ya. Ini saya lebihin 10 persen tapi bukan bunga ya tapi kerahiman karena duit lama di saya,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (27/1/2022).

Kepada Mira, Yusuf Mansur menyatakan sudah memulangkan uang milik 2.500 investor dari total 2.900 orang yang turut patungan usaha hotel.

“Jemaah-jemaah pada nangis waktu saya sampein itu. Saya ingat ada di Solo waktu itu yang tanya ‘Ustaz, antum mulangin pakai duit siapa?’. ‘Ya duit saya, Pak’. ‘Lah, kalau sudah mulangin duitnya itu hotel milik antum dong’. Tapi saya bilang ‘udah gapapa, supaya adil saya jadikan hotel wakaf’. Walaupun duit sudah dipulangin tapi hotelnya jadi wakaf pesantren, pasti seneng, kan,” tutur Yusuf Mansur.

Baca Juga: Investasi Dituding Bodong, Ini Kata Ustaz Yusuf Mansur

Yusuf Mansur mengatakan Hotel Siti yang kini digugat sebagian investor statusnya sudah diwakafkan untuk pesantren. Hal itu dilakukannya agar tidak menjadi fitnah di masyarakat.

Dalam kesempatan itu Yusuf Mansur menyerahkan uang senilai Rp16 juta dari investasi senilai Rp12 juta yang ditanam Mira pada 2012. Kelebihan Rp4 juta tersebut disebut Yusuf Mansur sebagai uang kerahiman dan bukan bunga.

“Sekarang sudah wakaf, tinggal bikinin nota aja. Sekarang aja udah ditempati pesantren kok,” ujar Yusuf Mansur yang didampingi sejumlah pegawainya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

IDI dan 4 Dokter Radiologi Digugat Rp50 Miliar

Perkumpulan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) menggugat IDI dan empat dokter spesialis radiologi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Stok Melimpah, Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng

Menurut Jokowi, dirinya kembali membuka ekspor minyak goreng karena pasokan di pasar melimpah pada bulan ini.

Fajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

Pemulihan industri penerbangan telah mulai di sejumlah negara. Mudik Lebaran 2022 menjadi laksana fajar merekah pertanda pemulihan industri penerbangan domestik Indonesia.

Sosok Lin Che Wei, Pembongkar Kasus Lippo yang Terjerat Kasus Migor

Analisis Lin Che Wei sempat menuai kontroversial karena membongkar skandal di Bank Lippo pada 2003.

Dea Onlyfans Hamil dan Minta Tak Ditahan, Ini Aturan Hukumnya

Dea OnlyFans meminta polisi tidak menahannya karena dirinya sedang berbadan dua.

Keren! Pemilik Miyago Naknan Dapat Suntikan Dana dari Menteri Investasi

Bukan hanya pemilik Miyago Naknan, terdapat tiga mahasiswa lainnya yang juga memperoleh suntikan dana segar dari Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Pulau Terkecil di Dunia Ternyata di Indonesia, di Sini Lokasinya

PBB mengakui Pulau Simping di Singkawang Kalimantan Barat merupakan pulau terkecil di dunia.

Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Setelah puluhan tahun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bungkam mengenai fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal, akhirnya mereka buka suara pada audiensi publik pertama, Selasa (17/5/2022), yang dapat ditarik kesimpulan bahwa fenomena tersebut bukan fiksi dan dianggap sebagai ancaman serius.

Kinerja Kabinet Jokowi Kian Terpuruk karena Menteri Sibuk Kampanye

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengatakan manuver politik para menteri Jokowi tidak hanya menimbulkan persoalan moral dan etika, tapi juga kontradiksi kompleksitas sistem presidensial.

Kisah Pilu Medusa, Wanita Cantik Jelita yang Dikutuk Berambut Ular

Dalam mitologi Yunani, Medusa dikenal sebagai sosok wanita cantik jelita yang dikutuk berambut ular namun memiliki kekuatan yang mematikan.

Semangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Sistem pengajaran yang memerdekakan adalah jalan terbaik memulihkan sektor pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Semua negara di kawasan ini harus bekerja sama memulihkan sektor pendidikan.

Hadir di UKSW, Menteri KKP Ungkap Strategi Ekonomi Biru dan Riset PT

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam ajang Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Leaders Forum hari ke-2 yang berlangsung di Balairung Universitas.

Mengintip Isi Cawet, Desa Nan Indah di Pemalang

Inilah pemandangan indah di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PT BSI (BRIS) Akan Right Issue Kuartal III/2022, Segini Nilainya

Kuartal III/2022, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. (BRIS) akan melakukan right issue sebagai upaya penambahan modal.

Siapa Wirda Mansur yang Bilang Paytren Baik-Baik Saja?

Di Paytren Wirda Mansur menjabat Direktur Inovasi & Pengembangan.

Ketika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Film Srimulat: Hil yang Mustahal diawali adegan kelompok lawak Srimulat yang sedang populer terganggu penampilannya karena kemunculan pemain kendang yang lebih lucu bernama Gepeng (Bio One).