Diprediksi Tak Akan Tuntas Jabat Wali Kota Solo, Ini Tanggapan Gibran
Cawali Solo, Gibran Rakabuming Raka, 33, menyapa warga Bonorejo, Nusukan, Solo, melalui virtual campaigne box, Sabtu (26/9/2020) sore. (Solopos.com/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Calon wali Kota Solo dari PDIP pada Pilkada Solo 2020, Gibran Rakabuming Raka, menampik spekulasi dan prediksi sebagian kalangan yang menyebutnya tak akan tuntas menjabat Wali Kota Solo jika terpilih nanti.

Ia menyatakan akan fokus bekerja hingga masa jabatannya berakhir bila terpilih menjadi wali kota pada Pilkada, 9 Desember 2020. Pernyataan Gibran ini sekaligus menepis anggapan yang berkembang bahwa putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengikuti kontestasi Pilkada Solo 2020 sekadar sebagai batu loncatan.

Gibran, sesuai spekulasi tersebut, mengincar agenda pemilihan gubernur atau Pilpres mendatang.

Sudah 12 Tersangka Ditangkap, Polisi Masih Buru 5 Pelaku Kerusuhan Mertodranan Solo

“Insya Allah sampai selesai. Yang jelas pilkada belum selesai, masa mau mikir Pilgub atau Pilpres. Kami fokus apa yang ada sekarang,” tutur Gibran saat tampil dalam program Mata Najwa yang disiarkan langsung Trans7, Rabu (30/9/2020) malam.

Gibran juga menegaskan dirinya tidak diistimewakan saat mengikuti tahapan sebagai calon wali kota pada Pilkada Solo 2020. Ia melalui serangkaian proses atau tahapan hingga saat ini sudah menjadi cawali Solo.

Blusukan

Gibran mengawali dengan mendaftar sebagai cawali Solo lewat penjaringan DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng). Saat itu ia berkompetisi dengan Wawali Solo, Achmad Purnomo, untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

Dalang Kerusuhan Mertodranan Solo Tertangkap, Perannya Menyurvei dan Menghasut Massa

Saat rekomendasi sebagai calon wali Kota Solo dari DPP PDIP belum turun, Gibran juga intensif blusukan ke kampung-kampung. Langkah itu sukses mendongkrak elektabilitasnya sebagai figur muda potensial cawali Solo.

Gibran menilai rekomendasi cawali dari DPP PDIP merupakan bentuk kepercayaan kepadanya yang tak bisa lepas dari faktor elektabilitasnya.

“Pada awalnya tingkat elektabilitas saya hanya 13 persen, lalu saya berjuang hingga bisa mendapat 55 persen. Itu pada Juni 2020 dan itu tidak serta merta, tapi ada proses,” sambung pengusaha Martabak Kota Barat tersebut.

2 Pegawai Dinas Pariwisata Solo Positif Covid-19, Total Tambah 12 Kasus Baru

Pada Pilkada Solo 2020 Gibran sebagai calon wali kota berpasangan dengan seniornya dari PDIP, Teguh Prakosa. Duet Gibran-Teguh juga mendapat dukungan dari PAN, Partai Golkar, Partai Gerindra, PSI, PKB, PPP, Partai Nasdem dan Perindo.

Kampanye Online

Pada Pilkada nanti, Gibran-Teguh akan menghadapi pasangan cawali-cawawali dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo.

Dana Kampanye Paslon Pilkada Sukoharjo Bisa Sampai Rp23 Miliar

Mereka bersaing untuk memperebutkan 419.287 calon pemilih yang masuk daftar pemilih sementara (DPS). Pada masa kampanye mulai Sabtu (26/9/2020), Gibran fokus melakukan kampanye online menggunakan alat khusus.

Kampanye model online pada masa pandemi Covid-19 mendapat apresiasi sejumlah kalangan, termasuk Mendagri, Tito Karnavian. Tapi mantan Kapolri itu tidak menyebut spesifik calon kepala daerah yang berkampanye secara online itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom