Dipicu Saling Ejek di Facebook, Tawuran di Ciracas Jaktim Tewaskan 2 Bocah

Dipicu Saling Ejek di Facebook, Tawuran di Ciracas Jaktim Tewaskan 2 Bocah

SOLOPOS.COM - Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Tawuran di Ciracas, Jaktim, yang menewaskan dua bocah dipicu oleh aksi saling ejek di Facebook.

Solopos.com, JAKARTA -- Tawuran antarpemuda terjadi di kawasan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada Minggu (11/2/2018) dini hari dan mengakibatkan dua anak berinisial DK, 14, dan MR, 13, meninggal dunia. Tawuran itu ternyata dipicu aksi saling ejek di Facebook.

Polisi juga telah menangkap tiga pelaku yang dianggap terlibat dalam tawuran yang menewaskan MR dan DK. "Tersangkanya sudah kami tangkap," kata Kapolsek Ciracas Komisaris Agus saat dimintai konfirmasi Suara.com, Senin (12/2/2018).

Namun, Agus tak mau menjelaskan secara rinci soal penangkapan para pelaku berinisial RK, 16; AT, 16; dan T, 14. "Penahanan tersangka sudah ditangani Polres, nanti konfirmasi ke Polres aja ya," kata dia.

Aksi tawuran itu di dua lokasi. Awalnya tawuran itu terjadi di Jl. Gudang Air, RT 1, RW 2, Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Setelah itu, terjadi pengejaran hingga ke Jl. Puskesmas.

Korban DK merupakan siswa sebuah SMP. Sedangkan, MR masih duduk di bangku SD. "Korban meninggal akibat luka tusuk di bagian punggung, leher sebelah kiri dan dada sebelah kiri serta dibagian leher depan," tandasnya.

Usut punya usut, tawuran itu dipicu aksi saling ejek di media sosial Facebook. Buntut dari saling ejek tersebut, anak-anak yang berasal dari kelompok berbeda itu akhirnya terlibat tawuran di jalanan.

"Penyebabnya dari FB saling ejek-ejekan, kemudian berakhir dengan turun ke lapangan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (13/2/2018).

Menurut Argo, dua kelompok yang bertikai itu memang saling kenal. Namun, Argo tak menjelaskan secara rinci isi ejekan yang menyebabkan tawuran antar kelompok itu pecah.

"Intinya itu saling ejek aja. Makanya yang tadi saya sampaikan media sosial tolong jangan digunakan untuk tidak baik, tolong dimanfaatkan secara baik," kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.