Maurizio Sarri (Reuters)

Solopos.com, TURIN - Tak lengkap rasanya jika Maurizio Sarri tak membuat pernyataan tentang Cristiano Ronaldo dalam perkenalan perdananya sebagai pelatih baru Juventus di hadapan suporter di Turin, Kamis (20/6/2019).

Bahkan, mantan pelatih Chelsea tersebut memberi tantangan khusus kepada megabintang Juventus tersebut. Yakni Ronaldo ditantang memecahkan rekor mantan anak buahnya, Gonzalo Higuain, yang pernah mencetak 36 gol di Seri-A 2015/2016. Saat itu, Sarri lah yang memegang kendali Napoli ketika Pipita, julukan Higuain, memecahkan rekor gol terbanyak dalam semusim sepanjang masa Seri-A tersebut.

"Saya melatih seorang pemain yang mencetak rekor gol terbanyak dalam semusim dalam sejarah Seri-A. Saya akan senang jika bisa membuatnya jadi dua kali, itu akan menjadi sangat-sangat memuaskan," ujar Sarri seperti dilansir metro.co.uk, Kamis.

Pada musim perdananya di Seri-A, Ronaldo memang gagal menahbiskan diri status top scorer. Dia kalah dari penyerang gaek Sampdoria, Fabio Quagliarella, yang mendulang 26 gol musim lalu. Ronaldo mencetak 21 gol pada Seri-A 2018/2019. Dia hanya berdiri di belakang Quagliarella (26 gol), Duvan Zapata (23 gol), dan Krzysztof Piatek (22 gol).

Sarri pun percaya Ronaldo bisa lebih moncer musim depan. Dia juga meyakinkan bahwa CR7, julukan Ronaldo, pemain yang levelnya berada di atas pemain-pemain yang dilatihnya di Stamford Bridge, markas Chelsea. "Saya berlatih dengan beberapa pemain hebat selama beberapa tahun, namun Ronaldo, saya akan naik ke level lebih tinggi, pemain yang berada di puncak dunia," ungkap Sarri.

Pernyataan Sarri sepertinya sekaligus ditujukan kepada salah satu mantan bintangnya di Stamford Bridge, Eden Hazard. Hazard lebih dahulu pindah ke Real Madrid dengan banderol 89 juta poundsterling (Rp1,5 triliun), sebelum Sarri meneken kontrak resmi selama tiga tahun dengan Juventus.

Spekulasi kepindahan Hazard ke Madrid menyita perhatian selama satu musim kepemimpinan Sarri di Chelsea. Hazard sendiri dianggap tidak selalu memberi pengaruh positif pada skema milik Mr 33, julukan Sarri, bersama Chelsea.

"Beberapa tahun terakhir, saya memakai 4-3-3, namun 4-3-3 di Chelsea sangat berbeda dibanding saya di Napoli. Kami harus mengawal karakteristik Hazard, sebagaimana dia bisa mengubah permainan, namun hal itu juga bisa menyisakan masalah di pertahanan yang harus kami pecahkan," ungkap Sarri, seperti dilansir dailymail.co.uk. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten