Kategori: Nasional

Dipakai Sriwijaya Air SJ182, Boeing 737-500 Rawan Mati Mesin


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, JAKARTA – Pesawat Boeing B737-500 milik Sriwijaya Air termasuk armada yang bermasalah karena rawan mati mesin di udara. Peringatan terkait kondisi pesawat itu telah disampaikan regulator penerbangan sipil di AS, Federal Aviation Administration (FAA).

Dikutip dari Reuters sebagaimana dilansir Detik.com, Minggu (10/1/2021), pada Juli 2020 lalu FAA memberikan peringatan terhadap 2.000 pesawat Boeing 737 New Generation dan Classic yang diparkir.

Jumlah Manifes Sriwijaya Air yang Hilang 62 Orang

Peringatan ini disampaikan untuk pemilik yang pesawatnya tidak dioperasikan selama tujuh hari beturut-turut atau lebih. Mesin pesawat yang tidak dioperasikan berpotensi mengalamai korosi pada bagian air valve check.

Jika terjadi korosi, maka bagian itu harus diganti sebelum dipakai terbang. Pihak Boeing langsung meminta operator melakukan inspeksi pesawat setelah peringatan tersebut disampaikan.

"Katup rawan korosi jika pesawat diparkir atau jarang digunakan karena berkurangnya jadwal penerbangan selama pandemi Covid-19," tulis Boeing saat itu.

PSBB Solo: Mal & Hik Wajib Tutup Pukul 19.00 WIB, Satpol PP Patroli 24 Jam

Salah satu jenis pesawat Boeing 737-500 Classic itu dioperasikan Sriwijaaya Air yang kemudian jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). Pesawat sebelumnya dinyatakan hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB atau sekitar empat menit setelah lepas landas.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 tujuan Jakarta-Pontianak itu mengangkut total 62 orang. Sampai saat ini proses pencarian bangkai pesawat dan korban masih terus dilakukan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita