DIPA Pasar Klewer Timur Belum Turun, Pemkot Solo Pasrah
Aktivitas pedagang berjualan di kios Pasar Klewer Timur, Solo. (Ivanovich AldinoJIBI/Solopos)

Pemkot Solo pasrah terkait belum turunnya DIPA pembangunan Pasar Klewer timur.

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pasrah ihwal rencana pembangunan Pasar Klewer timur. Sampai saat ini Pemkot belum menerima daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pembangunan pasar tersebut dari pemerintah pusat.

“Belum ada perkembangan apa-apa. Masih sama seperti kemarin,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika dihubungi Solopos.com, Senin (21/8/2017).

Subagiyo mengatakan anggaran pembangunan Pasar Klewer timur tinggal menunggu surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurutnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku pengguna anggaran sudah mengajukan permohonan ke Kemenkeu. (Baca juga: Pembangunan Pasar Klewer Timur Terganjal 2 Persoalan)

Namun, hingga kini Kemenkeu belum juga menerbitkan DIPA untuk pembangunan pasar tersebut. “Jadi kita tunggu saja lah,” katanya pasrah.

Subagiyo waswas dengan mepetnya waktu pelaksanaan pembangunan pasar tersebut. Ia bahkan menilai jika dipaksakan dikerjakan tahun ini, hanya bisa sebagian dan terpaksa dilanjutkan di tahun depan. Namun demikian, Pemkot masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

Ihwal sewa lahan Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo untuk kios darurat bagi pedagang, Subagiyo mengatakan Pemkot sudah mengajukan anggaran di APBD Perubahan (APBD-P) 2017 senilai Rp1,5 miliar. “Kalau sewa lahan tidak masalah. Kami anggarkan di APBD Perubahan ini Rp1,5 miliar,” katanya.

Selama pembangunan, Subagiyo mengatakan pedagang akan direlokasi ke bangunan pasar darurat di Alut. Bangunan tersebut dinilai masih layak untuk digunakan.

Pemkot bahkan mulai memperbaiki bangunan pasar darurat yang kondisinya rusak. “Hanya beberapa bagian bangunan saja yang rusak. Kalau secara umum kondisinya bagus dan masih layak,” katanya.

Konsep bangunan Pasar Klewer timur, menurut Subagiyo, akan dibangun dua lantai, yaitu basement dan semibasement, serta bagian atas akan digunakan untuk hall atau fasilitas umum (fasum) lainnya. Nantinya di antara bangunan pasar timur dan barat akan dibuat jalur khusus sebagai penghubung.

Dengan demikian, ada koneksivitas bangunan basement, semi basement sisi barat dan timur. Secara keseluruhan ada 546 kios yang akan dibangun.

“Bangunannya lebih sederhana dibandingkan pasar barat [hanya dua lantai], jadi kami optimistis lah bisa selesai akhir tahun nanti,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho