Tutup Iklan
Sejumlah pekerja rokok PT Nojorono Tobacco International (NTI) Kudus meminum tablet penambah darah saat pencanangan Gerakan Perempuan Pekerja Sehat dan Produktif dan Pemberian Tablet Zat Besi di gudang produksi rokok PT NTI, Kaliwungu, Kudus, Jateng, Kamis (17/10/2019). (Antara-Istimewa)

Solopos.com, KUDUS — Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Kamis (17/10/2019), mencanangkan Gerakan Perempuan Pekerja Sehat dan Produktif dan Pemberian Tablet Zat Besi di gudang produksi PT Nojorono Tobacco International (NTI) Kudus, Jawa Tengah.

Pencanangan gerakan itu dilakukan dengan minum bersama tablet zat besi oleh ratusan perempuan pekerja di pabrik rokok tersebut. Langkah itu ditempuh sebagai salah satu upaya agar para perempuan pekerja di Kudus terbebas dari berbagai serangan penyakit.

"Salah satu ancaman bahaya kesehatan adalah kekurangan zat besi dan anemia atau kekurangan darah. Itu merupakan gejala umum yang terjadi dan sering menimpa pekerja perempuan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kudus Djoko Dwi Putranto saat pencanangan itu.

Tak kurang dari 500-an perempuan pekerja mengikuti dan turut hadir dalam pencanangan tersebut, Hadir pula Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Mawar Hartopo serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Djoko Dwi Putranto mengungkapkan tablet zat besi atau yang biasa dikampanyekan sebagai tablet cantik tersebut bisa mengembalikan produktivitas pekerja jika dikonsumsi secara teratur.

Djoko menjelaskan jumlah perempuan pekerja di Kabupaten Kudus mencapai 40% dari total pekerja. Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor industri rokok.

"Mereka ini aset perusahaan yang harus dijaga. Jika kesehatan mereka terjaga maka perusahaan juga akan untung," ujarnya.

Selain meningkatkan produktivitas, upaya menjaga kesehatan perempuan pekerja itu juga berdampak positif terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak. "Pekerja perempuan sejak mereka hamil, melahirkan, dan menyusui, haruslah diperhatikan dengan benar. Beri konseling gizi, beri vitamin A, adakan ruang laktasi atau menyusui di pabrik, akan sangat baik hasilnya. Juga bisa mengurangi stunting [kekerdilan] atau gizi buruk," paparnya.

Pencanganan gerakan minum tablet cantik itu, kata Djoko, berlangsung serentak dilakukan di semua perusahaan dan akan berlangsung hingga Desember 2019. "Semua perusahaan harus mengikutinya. Memberikan tablet penambah darah itu ke pekerjanya. Seminggu sekali diberi tabletnya secara rutin. Nanti setelah Desember 2019 akan dievaluasi," ujarnya.

Zaratun, salah seorang buruh giling di Pabrik Rokok Nojorono, mengakui perusahaan sudah membiasakan pekerjanya untuk menjaga pola hidup sehat. Setiap hari, paparnya, ada senam. Perusahaan juga memberi tahu cara cuci tangan yang baik. Terkait dengan tablet penambah darah, ia mengaku senang karena rasanya memang enak.

Human Resource Manager PT NTI Henry Salassa Go mengatakan pekerja di perusahaannya sudah dianggap sebagai keluarga, sehingga semua diperlakukan dengan baik. "Hal itu, sesuai visi kami untuk menjalankan 'best manage' di perusahaan. Baik itu organisasi, sistem, hingga memperlakukan pekerja dengan baik," katanya.

Gerakan itu, kata dia, sebagai hal yang bagus karena membuat pekerja menjadi sehat sehingga akan produktif. Setidaknya, ketika memasuki masa pensiun mereka akan bisa hidup bahagia. "Kami juga sudah lakukan program lain seperti pemeriksaan IVA test, dan program lain yang berkaitan dengan pekerja perempuan, termasuk kampanye mengajak mereka lebih hidup sehat. alau satu orang saja melakukan kebaikan maka dunia ini akan menjadi lebih baik," katanya.

Wakil Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo mengatakan perempuan pekerja harus selalu ingat akan kesehatannya karena mereka juga butuh sehat untuk bekerja. "Kalau sakit nanti tidak bisa bekerja. Pokoknya jangan lupa minum tablet tambah darah. Minumnya yang teratur," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten