Tutup Iklan
Warga menunjukkan aplikasi Matur Dokter yang dikembangkan Dinkes Klaten untuk pelayanan kegawatdaruratan serta konsultasi kesehatan, Senin (17/12/2018). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten http://soloraya.solopos.com/read/20180920/493/940983/begini-perjuangan-pasien-bpjs-kesehatan-di-klaten" title="Begini Perjuangan Pasien BPJS Kesehatan di Klaten">Klaten meluncurkan aplikasi di bidang layanan kesehatan bernama Matur Dokter. Dengan aplikasi itu, masyarakat diharapkan bisa lebih mudah mengakses layanan kegawatdaruratan.

Tujuh fitur menghiasi halaman beranda aplikasi tersebut. Pada bagian atas aplikasi, pengunjung disuguhi fitur Whatsapp (WA) gawat darurat dan telepon gawat darurat yang mengarahkan ke nomor telepon dan WA call center 082260000910.

Di bawah dua fitur tersebut, terdapat fitur informasi tempat tidur rumah sakit. Nama rumah sakit, nomor telepon, hingga ketersediaan tempat tidur yang diperbarui secara berkala disajikan dalam fitur tersebut.

Hanya, dari fitur tersebut baru terdapat informasi ketersediaan tempat tidur dari lima rumah sakit di http://soloraya.solopos.com/read/20180902/493/937379/puluhan-penjual-batu-kesehatan-berkeliaran-di-klaten-awas-penipuan" title="Puluhan Penjual Batu Kesehatan Berkeliaran di Klaten, Awas Penipuan!">Klaten. Pada aplikasi yang sama, terdapat fitur lain salah satunya Matur Dokter Chat untuk konsultasi seputar kesehatan.

Aplikasi berukuran 3,6 MB itu bisa diunduh melalui aplikasi Play Store pada ponsel pintar berbasis Android. Aplikasi Matur Dokter hingga Senin (17/12/2018) siang sudah diunduh lebih dari 100 pengguna.

Inovasi pelayanan kesehatan dalam satu genggaman ponsel pintar itu dikembangkan Dinkes Klaten sebagai bagian dari program Matur Dokter dan baru diluncurkan Minggu (16/12/2018).

“Program ini merupakan satu terobosan pelayanan untuk merespons secara cepat, tepat, dan cermat berbagai keluhan masyarakat berkaitan masalah kesehatan khususnya kegawatdaruratan seperti kecelakaan lalu lintas, kejadian bencana, atau kegawatdaruratan lainnya yang perlu penanganan segera,” kata Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Selain aplikasi ponsel pintar, warga bisa mengakses pelayanan Matur Dokter melalui call center dengan nomor telepon dan WA 082260000910 atau email maturdokter@gmail.com. Pelayanan bisa diakses melalui media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook bernama Maturdokterkabklaten.

Cahyono menjelaskan sebelum program itu diluncurkan tim dipersiapkan dan dilatih tentang penanganan kegawatdaruratan serta pelayanan prima. Mereka terdiri dari dokter hingga perawat yang tersebar di 34 puskesmas.

“Untuk call center di http://soloraya.solopos.com/read/20180922/493/941196/rs-klaten-cari-pinjaman-demi-pelayanan-bpjs" title="RS Klaten Cari Pinjaman Demi Pelayanan BPJS">Dinkes ada enam operator yang bertugas selama 24 jam. Untuk tingkat puskesmas sudah kami persiapkan masing-masing puskesmas ada empat orang terdiri petugas medis serta paramedis,” kata Cahyono.

Selain itu, ada pengadaan kendaraan layanan Matur Dokter serta peralatan kegawatdaruratan. Dua mobil ambulans dan dua sepeda motor ditempatkan di Dinkes. Sementara 13 ambulans Matur Dokter ditempatkan di 13 puskesmas.

Soal standard operating procedure (SOP) pelayanan, Cahyono mengatakan masalah kegawatdaruratan respons diupayakan secepatnya dan paling lama dua jam. Untuk pelayanan konsultasi kesehatan, jadwal dokter yang merespons sudah disiapkan.

Ia menggaransi pelayanan itu bisa diakses warga secara gratis. “Kami terus evaluasi program ini dengan melihat kecenderungan kebutuhan pelayanan yang diinginkan warga,” kata dia.

Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten, Tri Nyantosari, mengatakan aplikasi Matur Dokter bisa diunduh secara gratis. Untuk login ke aplikasi itu, pengunduh diwajibkan mendaftar di halaman muka aplikasi dengan mengisi daftar nama, nomor telepon, alamat email, alamat rumah, serta nomor induk kependudukan (NIK).

“NIK menjadi syarat untuk mengakses aplikasi ini karena memang kami saring agar yang mengakses itu benar-benar membutuhkan pelayanan dan bukan sekadar iseng,” jelas dia.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap pelayanan Matur Dokter bisa mendekatkan masyarakat dengan dokter dan meningkatkan interaksi yang bersifat edukatif.

“Pelayanan ini menjadi momentum sebagai komitmen bersama membangun masyarakat Klaten yang sehat dan berkualitas,” urai dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten