Dinkes Jateng Klaim Kematian Covid-19 Turun 77,9%
Tenaga medis di RS Persahabatan Jakarta berdoa sebelum menangani pasien virus corona Covid-19, 14 Mei 2020. (Reuters/Willy Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menyebut kasus kematian akibat Covid-19 di Jateng mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo seusai mengikuti rapat penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (8/3/2021).

“Tren kasus meninggal juga menurun drastis dari puncak Januari lalu. Turun sebesar 77,9% sampai saat ini,” ujar Yulianto.

Selain kasus kematian, Yulianto mengaku penurunan kasus Covid-19 secara keseluruhan yang dicatat Dinkes Jateng juga mengalami penurunan. Dibanding awal Desember 2020, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jateng turun sekitar 73,5% pada pekan ini. Sementara itu, tingkat kesembuhan atau recovery rate (RR) di Jateng hingga Minggu (7/3/2021) mencapai 90,01%.

Baca Juga: Jelang Piala Menpora, PSIS Semarang Tak Panggil Pemain di Luar Negeri

"Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Jateng juga terus menurun. Tempat tidur isolasi total 8.555, terpakai 2668. Sementara ICU dari total 1.091, saat ini terpakai 321. Hal itu juga terjadi di tempat isolasi terpusat di Donohudan yang kapasitasnya 872 saat ini hanya berisi 22 orang. Sedangkan di BPSDM kapasitas 266 tempat tidur, terisi 18 orang,” imbuhnya.

Diapresiasi Gubernur Jateng

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan apresiasi terhadap jajarannya yang mampu menekan angka penambahan kasus Covid-19. Meski demikian, ia meminta masyarakat di Jateng tidak boleh lengah. Selain itu, testing dan tracing harus terus digalakkan.

"Secara kondisi, bagus ya. Tapi saya minta jangan lengah. Sebab saya masih berkeliling dan menemukan ada beberapa tempat kerumunan seperti car free day (CFD) dan sebagainya," kata Ganjar.

Baca Juga: Wow, Siswa MIN 2 Sukoharjo Juggling Bola 1.216 Kali dalam 10 Menit!

Ganjar juga meminta kabupaten/kota melakukan pengetatan. Jika memang diizinkan, maka kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti CFD, harus dibatasi dengan cara diberi jarak.

"Jangan lengah, karena ini [pandemi] belum selesai," tegasnya.

Catatan Pemprov Jateng, kasus aktif di Jateng hingga saat ini mencapai 6.038 atau turun 10,49% dari pekan sebelumnya. Dari jumlah sebanyak itu, kasus dirawat mencapai 3.440 orang, isolasi 2.598 orang, atau turun 15,97% dari pekan sebelumnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom