Dinkes Ingin Ibu Hamil di Jateng Jalani Tes HIV/AIDS
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menargetkan seluruh ibu hamil di wilayahnya menjalankan layanan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) atau yang juga dikenal sebagai tes konseling HIV/AIDS terintegrasi di sarana kesehatan.

PITC biasanya dilaksanakan sebagai bagian dari layanan kesehatan kepada ibu dan anak, di mana tes ditawarkan petugas kepada ibu-ibu hamil yang mengakses layanan di fasilitas kesehatan.

PITC mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2010. Meski demikian, di beberapa daerah di Jateng, program ini baru dijalankan sejak 2019 ini.

“Harapan saya sih semua ibu hamil di Jateng menjalani tes ini [PITC]. Saat ini baru sekitar 500.000-600.000 ibu hamil di Jateng yang telah menjalankan program ini,” ujar Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Semarang, Kamis (5/12/2019).

Yulianto mengatakan PITC diterapkan sebagai salah satu upaya menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia, tak terkecuali Jateng. Hal itu dilakukan karena ibu hamil rentan mengidap virus HIV/AIDS yang tanpa diketahui ditularkan oleh pasangan atau suami.

Data yang diperoleh Semarangpos.com, total ada delapan ibu hamil di Sukoharjo yang terdeteksi mengidap virus HIV/AIDS sepanjang 2019 ini. Sementara di Klaten ada 11 kasus ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS dan di Solo, sekitar 11 orang.

Sedangkan di Semarang, data terbaru dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menyebutkan ada 17 ibu hamil yang diketahui mengidap HIV/AIDS. Mereka terdeteksi mengidap virus HIV/AIDS setelah menjalani program PITC.

“Fenomena pengidap HIV/AIDS itu seperti gunung es. Kalau semakin banyak yang ketahuan, justru semakin bagus. Berarti pemerintah bisa menangani secara total, apalagi kita kan menerapkan Triple Zero untuk penanggulangan AIDS ini, yakni harus terdata semua, diobati semua, dan tidak boleh ada temuan baru,” ujar Yulianto.

Yulianto menyebutkan estimasi dari pemerintah pusat di Jateng ada sekitar 70.354 orang hidup dengan AIDS (OHDA). Namun, hingga saat ini baru sekitar 43,30% atau sekitar 30.645 OHDA yang ditemukan di Jateng.

“Makanya kita terus berusaha menemukan sebanyak-banyaknya OHDA di provinsi ini. Kita menggandeng banyak pihak untuk melakukannya. Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif pada OHDA. Jangan jauhi orangnya, jauhi penyakitnya. HIV/AIDS itu kan menular hanya melalui darah dan cairan kelamin,” terang Yulianto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom