Sukmawati Soekarnoputri. (Bisnis.com)

Solopos.com, SOLO – Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama. Ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan sang ayah, Presiden Soekarno, membuat sejumlah pihak meradang.

Akibatnya, Koordinator Bela Islam (Korlabi) mendampingi Ratih melaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penistaan kepada Nabi Muhammad. Dikutip dari Detik, Sabtu (16/11/2019), laporan Ratih tertuang dalam nomor LP/7363/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 15 November 2019. Sukmawati dilaporkan atas tuduhan penistaan agama Pasal 156a KUHP.

Lantas, seperti apa ucapan Sukmawati Soekarnoputri yang dituding menghina Nabi Muhammad? Rupanya, ucapan Sukmawati Soekarnoputri yang diperkarakan itu dilontarkan saat dirinya menghadiri diskusi bertajuk Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme, Senin (11/11/2019).

Dalam diskusi itu, awalnya Sukmawati Soekarnoputri berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari penjajahan Belanda. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati Soekarnoputri kemudian melontarkan pertanyaan kepada forum.

“Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan ibu ini,” kata Sukmawati.

Tidak ada yang menjawab pertanyaannya itu. Sukmawati Soekarnoputri kemudian melontarkan kembali pertanyaan itu kepada forum yang dihadiri sejumlah mahasiswa.

“Di abad 20, yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia itu Nabi Yang Mulia Muhammad atau Ir Sukarno? Tolong jawab, silakan anak-anak muda, saya mau tahu jawabannya, ayo jawab. Enggak ada yang berani? Saya mau yang laki-laki, kan radikalis banyaknya laki-laki,” lanjutnya.

Seorang mahasiswa kemudian berdiri. Sukmawati Soekarnoputri pun menanyakan identitas mahasiswa yang akan menjawab pertanyaannya itu.

“Saya Muhammad Takim Maulana, mahasiswa UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Selatan. Memang benar pada awal ke-20 yang berjuang itu Ir Sukarno. Nah,” ucapan Takim langsung dipotong Sukmawati.

“Oke, setop. Hanya itu yang Ibu mau tanya,” sambung Sukmawati Soekarnoputri.

Sukmawati Soekarnoputri kemudian meminta mahasiswa lain menjawabnya. Kali ini ada mahasiswa asal Papua menjawab Soeharto, yang mengundang gelak tawa para hadirin. Sukmawati Soekarnoputri menambahkan, sangat wajar apabila kita menghormati para pejuang terdahulu.

“Memangnya kita enggak boleh menghargai, menghormati, orang-orang mulia di awal-awal, pokoknya abad modern? Apakah suri teladan itu hanya Nabi? Ya, oke, nabi-nabi, tapi pelajari perjalanan sejarah, ada revolusi industri. Apakah kita tidak boleh menghargai seperti Thomas Jefferson, Thomas Alva Edison, orang-orang mulia untuk kesejahteraan manusia," kata Sukmawati.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten