Dinilai Langgar Etik, Hakim Kasus Klitih Gedongkuning Bakal Dilaporkan ke KY

Hakim yang mengadili terdakwa kasus klitih Gedongkuning Jogja dilaporkan ke Komisi Yudisial.

 Massa aksiGerakan untuk Pembebasan Terdakwa Salah Tangkap Kasus Klitih Gedongkuning membentangkan spanduk di PengadilanTinggi DIY, Kamis (24/11 - 2022). Istimewa

SOLOPOS.COM - Massa aksiGerakan untuk Pembebasan Terdakwa Salah Tangkap Kasus Klitih Gedongkuning membentangkan spanduk di PengadilanTinggi DIY, Kamis (24/11 - 2022). Istimewa

Solopos.com, JOGJA — Hakim Pengadilan Negeri Jogja yang menyidangkan kasus klitih di Gedongkuning, Kota Jogja, akan dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY). Para hakim tersebut dilaporkan karen adinilai melanggar kode etik saat bertugas dalam persidangan.

Para hakim yang mengadili perkara klitih itu adalah Suparman, Vonny Trisaningsih, dan Tri Asnuri Herkutanto dari PN Jogja. Ketiga hakim ini dilaporkan ke KY oleh Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Jogja.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

PBHI Jogja menyebutkan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan hakim itu berupa penyudutan terdakwa dan saksi saat sidang, profesionalitas hakim saat sidang yang main handphone, dan kewenangan hakim.

Kepala DIvisi Advokasi Non-Litigasi PBHI Jogja, Restu Baskara, mengatakan saat ini sedang mempersiapkan laporan tersebut.

“Nanti akan kami laporkan ke KY di Jakarta, sedang disiapkan dulu,” katanya, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Awas! Ngerokok Sembarangan di Malioboro Jogja Bakal Didenda Rp7,5 Juta

Dia menjelaskan pelanggaran kode etik lain yang idlakukan hakim saat menyidang kasus klitih Gedongkuning adalah tidak menggunakan kewenangannya dengan baik.

“Saat kami minta hakim menghadirkan seluruh rekaman CCTV, hakim malah menolaknya dan melimpahkannya ke jaksa, padahal itu kan kewenangannya mereka untuk dapat jadi bahan pertimbangan persidangan mencari keadilan,” jelasnya.

Putusan hakim dalam kasus klitih Gedongkuning, menurut Restu, juga tak mencerminkan keadilan.

“Tidak ada fakta persidangan yang mengarah pada terdakwa adalah pelaku, tapi kok bisa hakim memutuskan terdakwa bersalah, ini keputusan yang sangat disayangkan,” ujarnya.

Baca Juga: Siap-Siap Ambyar! Jumat Malam, Denny Caknan Konser di Bantul

Kasus klitih Gedongkuning kini bergulir ke Pengadilan Tinggi DIY dalam proses banding karena terdakwa dan kuasa hukumnya tak menerima putusan PN Jogja yang menyatakan terdakwa bersalah.

Putusan tersebut mengganjar satu terdakwa paling tinggi 10 tahun penjara dan enam tahun penjara pada empat terdakwa lain.

Kepala Humas PN Jogja Heri Kurniawan mempersilahkan rencana pelaporan tersebut. “Prinsipnya kami terbuka dan transparan, jika memang dirasa ada pelanggaran silahkan saja dilaporkan,” katanya, Kamis sore.

Heri menjelaskan PN Jogja juga memiliki sistem pelaporan bagi terdakwa dan kuasa hukumnya apapun perkaranya jika menemukan pelanggaran kode etik.

Baca Juga: Motor Tabrak Pembatas Jembatan di Sleman, 2 Pemuda Asal Cilacap Meninggal

“Kami punya sistem pelaporan dan pengawasan secara elektronik yang bisa diakses siapa saja, ada juga kotak aduan semuanya kami buka,” ujarnya.

Sampai saat ini dalam sistem aduan elektronik dan kotak aduan PN Jogja, jelas Heri, belum ada laporan yang masuk atas perkara klitih Gedongkuning.

“Kalau ada laporan Ketua PN Jogja akan menindak lanjutinya, tapi ini kan tidak ada,” jelasnya.

Heri mempersilakan laporan tersebut ke KY. “Kalau langsung ke KY juga enggak masalah artinya tidak lewat Ketua Pengadilan, nanti dari KY kalau ada laporan juga akan turun langsung,” terangnya.

Hakim yang dilaporkan ke KY, lanjut Heri, juga akan memberikan hak jawab atas laporan tersebut. “Kami tunggu saja karena masih rencana juga,” kata dia.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Hakim Kasus Klithih Gedongkuning Bakal Dilaporkan ke Komisi Yudisial, Ini Masalahnya

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Dibangun di Atas Ring Road Barat, Seperti Ini Kira-Kira Wujud Tol Jogja-YIA

      Tol Jogja-YIA akan dibangun secara elevated atau melayang di atas Ring Road Barat, mulai dari Trihanggo hingga Gamping.

      Ribuan Personel TNI Polri Gelar Apel Pengamanan Pernikahan Kaesang-Erina

      Ribuan personel TNI dan Polri mulai menggelar persiapan pengamanan pesta pernikahan Kaesang Pangarep-Erina Gudono di Jogja.

      Daftar UMK 2023 di DIY, Kota Jogja di Atas Rp2 Juta

      Berikut daftar UMK pada lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2023, di mana Kota Jogja menjadi yang tertinggi dengan besaran Rp2,3 juta.

      Tok! UMK Jogja 2023 Ditetapkan, Naik 7,93% Jadi Rp2,3 Juta

      Berikut besaran UMK Jogja pada 2023 yang telah diumumkan Pj Wali Kota Jogja, Sumadi, pada Rabu (7/12/2022).

      Hilang Semalaman, Bocah 7 Tahun di Sleman Meninggal di Kolam Bekas Galian

      Sempat dilaporkan hilang, bocah berusia tujuh tahun di Berbah Sleman ditemukan meninggal di kolam bekas galian.

      Ini Besarnya Mahar yang Diberikan Kaesang ke Erina Gudono

      Kaesang Pangarep akan memberikan mahar sebesar Rp300.000 dan seperangkat alat salat untuk pernikahan dengan Erina Gudono.

      Akad Nikah Kaesang-Erina di Pendapa Royal Ambarrukmo, Begini Persiapannya

      Akad nikah Kaesang-Erina akan digelar di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo Hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

      Perhatian! Jogja Diprediksi Padat Akhir Pekan Ini, Ada Akad Nikah Kaesang-Erina

      Rangkaian acara pernikahan Kaesang-Erina akan digelar di Kota Jogja, salah satunya adalah acara akad nikah yang rencana digelar di Hotel Royal Ambarrukmo.

      Makan Belalang Goreng di Gunungkidul Tradisi Luhur Warisan Nenek Moyang

      Tradisi menyantap belalang goreng ternyata merupakan kearifan lokal warga Gunungkidul yang diwariskan dari nenek moyang.

      Belalang Setan atau Belalang Bulus Racuni Warga Gunungkidul, Jadi Wabah di 2018

      Warga Paliyan, Gunungkidul meninggal dunia akibat mengonsumsi belalang beracun jenis belalang bulus atau setan, yang pernah mewabah di daerah itu pada 2018.

      Makan Belalang, Warga Gunungkidul Meninggal

      Warga Paliyan Gunungkidul dihebohkan dengan kematian seorang warganya akibat mengonsumsi belalang beracun yang telah dimasak.

      BPPTKG: Erupsi Semeru Tak Akan Pancing Merapi

      Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan erupsi yang terjadi di Gunung Semeru tidak akan mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi.

      Jip Wisata Parangtritis Masuk Jurang, 1 Wisatawan Meninggal

      Jip wisata dari Parangtritis mengalami kecelakaan tunggal dengan jatuh ke jurang di Gunungkidul, Yogyakarta.

      Jelang Pernikahan Kaesang, Warga Purwosari Sleman Pasang Spanduk Sambut Jokowi

      Warga Purwosari Sleman mulai bersiap-siap menyambut kedatangan Presiden Jokowi menjelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono.

      13 Remaja di Bantul Ditangkap Polisi karena Bawa Sajam, Begini Ceritanya

      Belasan remaja di Bantul diamankan polisi karena kedapatan membawa senjata tajam.