Dinas Arpus Klaten Jadi Tempat Favorit Belajar Online, Nyaman & Aman dari Covid-19
Ilustrasi perpusataan. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Diskominfo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memasang fasilitas wifi gratis di tiga lokasi untuk mendukung pelajar mengikuti pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Klaten menjadi salah satu lokasi.
Kantor dinas itu berada di Kampung Kanjengan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah. Memasuki halaman kantor itu, petugas langsung menghampiri setiap pengunjung untuk mengecek suhu tubuh sebelum memasuki perpustakaan.
Pengunjung juga diingatkan untuk tetap memakai masker dengan baik dan benar serta tetap menjaga jarak.
Setelah melepas alas kaki dan memasuki bagian dalam perpustakaan, pengunjung disambut karpet merah yang terhampar di seluruh lantai. Rak berderet dengan pemandangan ribuan buku tertata rapi.
Kursi berderet menghiasi bagian tengah ruangan. Memasuki lebih dalam ruangan perpustakaan, rak-rak buku kembali menyambut. Pada beberapa bagian dinding, pintu dan jendela berukuran besar menghiasi ruangan.
Sebagai informasi, sebagian bangunan di kompleks Kantor Dinas Arpus Klaten merupakan bangunan kuno dengan gaya bangunan era kolonial dan pernah digunakan untuk kantor kawedanan.
Tak terlihat sampah yang mengotori karpet lantai. Bersihnya karpet lantai perpustakaan itu membuat sebagian pengunjung memilih duduk ataupun rebahan beralaskan karpet merah. Setelah buku selesai dibaca, pengunjung diarahkan meletakkan bahan bacaan itu pada rak plastik.

Belajar & Bermain

Di antara para pengunjung itu, terlihat sejumlah anak sibuk dengan ponsel mereka yang tersambung jaringan wifi. Mereka dengan seksama mengerjakan tugas yang diberikan guru mereka secara online.
Salah satunya Danur, 9, pelajar kelas 3 SD Negeri Bareng 1 Klaten. Berkaus dan celana pendek, Danur baru saja selesai mengerjakan tugas sekolah ditemani ibunya. Selepas mengerjakan tugas, Danur rebahan di salah satu sudut ruangan.
"Tadi pelajarannya Bahasa Indonesia. Ini sudah selesai," kata warga Pandanrejo, Kecamatan Klaten Tengah tersebut saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (25/9/2020).
Lain halnya Inayah, 5, pelajar TK. Ditemani ibunya, Erna Listyaningsih, Inayah bermain alat permainan edukatif (APE) pada ruangan di samping perpustakaan yang dikhususkan untuk ruang bermain dan belajar anak-anak. Pada ruangan di Kantor Dinas Arpus Klaten itu, aneka APE tersedia.
"Ini sekalian bawa buku tulis. Ketika ada tugas dari sekolahan, anak bisa sekalian mengerjakan di sini. Tempatnya nyaman dan mainannya banyak sehingga anak-anak senang," kata Erna, warga Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.
Pengunjung lainnya, Hanif, 20, mengaku rutin menyambangi perpustakaan daerah. Hanif belakangan tak datang sendiri. Dia kerap mengajak adiknya. Di tempat itu, Hanif bisa menemani adiknya belajar daring memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan.
"Di sini saya bisa baca buku sambil menemani adik belajar. Tempatnya bersih dan nyaman. Sangat mendukung untuk konsentrasi belajar," jelas dia.

Peningkatan

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten, Syahruna, mengatakan perpustakaan daerah kerap digunakan para pelajar untuk mengikuti pembelajaran daring memanfaatkan fasilitas wifi gratis yang sudah terpasang sebelumnya.
"Karena ada program dari Diskominfo itu, kami minta fasilitas wifi gratisnya bisa ditambah tidak hanya di dalam perpustakaan. Tetapi bisa menjangkau sampai di luar ruangan seperti sampai musala dan taman agar orang juga belajarnya enak," kata Syahruna.
Syahruna mengatakan suasana perpustakaan daerah selama beberapa waktu terakhir dibikin senyaman mungkin agar para pengunjung betah. Selain menjaga kebersihan hingga dilengkapi fasilitas wifi gratis, juga terdapat kantin dan direncanakan ada warung angkringan yang buka mulai sore di Kantor Dinas Arpus Klaten.
Terkait kondisi pandemi Covid-19, Syahruna menjelaskan protokol kesehatan diberlakukan ketat. Selain memeriksa suhu kepada setiap pengunjung dan mewajibkan bermasker, pengelola sesekali memantau tempat duduk pengunjung agar tak terlalu berkerumun.
Protokol lain yakni melakukan penyemprotan disinfektan saban sore atau jam kunjungan ditutup.
Buku yang setelah dibaca, kami minta dimasukkan ke keranjang. Setelah itu buku dijemur. Total koleksi buku kami ada 57.000 buku," kata Syahruna.
Syahruna juga menjelaskan ada pembatasan jam kunjungan sejak ada pandemi Covid-19. Pada Senin-Kamis, jam kunjungan pukul 08.00 WIB-15.00 WIB. Sementara pada Jumat, jam kunjungan dari pukul 08.00 WIB-11.00 WIB.
"Harapan kami pengunjung termasuk pelajar yang belajar daring dari perpustakaan tetap mematuhi protokol kesehatan," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom