DINAMIKA PERTANIAN BOYOLALI : Petani di Klego Mulai Kesulitan Air, Kok Bisa?

 Kondisi Waduk Bade Boyolali, Selasa (18/8/2015). (Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Kondisi Waduk Bade Boyolali, Selasa (18/8/2015). (Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos)

Dinamika pertanian Boyolali, memasuki MT II petani di Klego mulai merasakan kekurangan air.

Solopos.com, BOYOLALI–Memasuki musim tanam (MT) II petani di Kecamatan Klego mulai mengami kesulitan air. Hal itu terjadi karena sumber air Waduk Bade masih minim sehingga belum bisa dimanfaatkan untuk irigasi pertanian.

Kepala Desa Banyu Urip, Klego, Mukorobin, mengatakan total luas lahan pertanian di Banyu Urip mencapai 83 hektare. Dari luasan lahan pertanian tersebut sebagian besar status pertaniannya adalah tadah hujan.

“Lahan pertanian tadah hujan mengandalkan suplai air langsung dari air hujan. Curah hujan yang mulai menurun akhir bulan ini di daerah Klego membuat petani waswas,” ujar Mukorobin saat ditemui Solopos.com di kantornya, Minggu (20/3/2016).

Menurut Mukorobin, curah hujan cukup tinggi sejak akhir tahun lalu sampai awal bulan ini membuat petani bisa panen pada MT I. Puncak panen raya padi di Banyu Urip mulai terjadi pada awal Februari sampai akhir Maret.

“Hasil penen MT I tahun ini lebih bagus dibandingkan MT I tahun lalu. Curah hujan yang cukup tinggi sangat menentukan hasil panen tanaman padi yang ditanam di lahan tadah hujan,” kata dia.

Setelah panen MT I, kata dia, petani mulai waswas untuk menanam padi di MT II karena kesulitan mendapatkan air akibat curah hujan pada akhir Maret mulai turun drastis. Waduk Bade, yang merupakan sumber air irigasi pertanian satu-satunya di Klego untuk membantu suplay air tidak bisa diandalkan.

“Air Waduk Bade sejak mengering pada musim kemarau sampai sekarang belum penuh. Volume air yang ada sekarang tidak cukup untuk mengairi lahan pertanian,” kata dia.

Ia menjelaskan lahan pertanian di Banyu Urip dengan Waduk Bade jaraknya 1,5 kilometer (km). Air di waduk hanya dapat mengaliri lahan pertanian di pinggir waduk. Selain itu, kondisi waduk yang sangat dangkal akibat sedimentasi membuat daya tampung air di waduk hanya sedikit.

“Idealnya kedalaman waduk 5 meter sampai 6 meter. Akibat sedimentasi yang cukup parah kedalaman waduk sekarang hanya 3 meter. Kami meminta Pemkab segera mengeruk waduk agar daya tampung air bertambah banyak,” kata dia.

Seorang petani Desa Bade, Klego, Sultoni, 57, mengatakan hujan deras yang terjadi sejak awal tahun lalu sampai sekarang belum mampu menambah valume air yang di Waduk Bade. Petani beberapa kali menyampaikan agar waduk dikeruk dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Namun, sampai sekarang usulan petani tak kunjung direalisasikan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tegas! Jokowi Beri Waktu 2 Tahun Bagi BUMN untuk Berubah

Selain membangun nilai, Presiden Jokowi juga meminta agar para direksi BUMN memiliki kepercayaan diri dalam berusaha.

Kece Abis, Jip Mini Buatan Santri Jember Ini Bikin Kesengsem

Santri daria dua Ponpes di Jember berkolaborasi membuat mobil jip mini yang bisa dikemudikan.

Indisipliner, Pemain PSIS Semarang Ini Kena Potongan Gaji

Klub Liga 1 PSIS Semarang memberikan sanksi tegas kepada salah satu pemain yang dianggap indispliner.

Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Kebijakan

Surplus perdagangan yang terus terjaga terutama disebabkan karena kinerja komoditas ekspor andalan Indonesia yang terus meningkat.

Geger, Pengunjung Meninggal Saat Belanja di Pasar Jungke Karanganyar

Seorang warga Tasikmadu, Karanganyar, meninggal mendadak saat berbelanja di Pasar Jungke. Korban sempat terjatuh sebelum meninggal dunia.

Tragedi Susur Sungai Sempor Terulang, Tahun Lalu 10 Siswa Meninggal

Tragedi susur sungai yang menyebabkan 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal 1,5 tahun lalu terulang dan menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021).

Sabar Dulu, Pengumuman Hasil Ujian SKD CPNS Sukoharjo Tunggu Ini

Ujian SKD CPNS Sukoharjo sudah selesai dilaksanakan, namun terkait jadwal pengumuman masih menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pusat.

Usia Seks Anak Makin Maju, Beri Pendidikan Seks Sesuai Usia Anak

Majunya usia anak yang melakukan seks tersebut, disebabkan oleh kurangnya edukasi mengenai hubungan seks dan kesehatan reproduksi pada anak.

Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis Dimakamkan, Keluarga: Ini Takdir

Keluarga mengikhlaskan kepergian korban susu sungai, dan menganggapnya sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa.

Bukan Makhluk Halus, Polisi Tetapkan Ayah Tiri Madiun sebagai Tersangka

Polres Madiun menahan ayah tiri dari anak perempuan berusia 14 tahun di Madiun yang disebut-sebut pihak keluarga dihamili makhluk halus hingga melahirkan.

Dokter Sarankan Nathalie Holscher Operasi Caesar, Ini Penyebabnya

Ada beberapa alasan mengapa dokter menyarankan Nathalie Holscher jalani persalinan lewat operasi caesar. 

Resmi, Jakarta Jadi Tuan Rumah Balap Mobil Listrik Formula E

Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E, Alberto Longo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi Indonesia.

Efek Hiatus Penulis, Manga One Piece 1029 Terbit 24 Oktober 2021

Di edisi sebelumnya, sang penulis Eiichiro Oda mengumumkan manga One Piece chapter 1029 baru menyapa pembacanya pada 24 Oktober.

Gempa M 4,8 Guncang Bali, 3 Orang Meninggal, 7 Patah Tulang

Tiga orang meninggal dunia akibat gempa yang berpusat di 8 km barat laut Karangasem, Bali, itu.

Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa MTs di Ciamis, Kemenag Akan Evaluasi

Kemenag turut berduka cita dan mendoakan siswa-siswa yang menjadi korban dalam kejadian itu.

Adinda Raih Emas Terbanyak PON Papua dengan Pen Tertanam di Tangan

Adinda mengaku kerap merasakan ngilu, terlebih saat menyentuh dinginnya air, namun tekadnya kuat melewati semua rintangan dan tantangan.