ASN Pemkab Wonosobo mendapat Bright Gas 5,5 kg setelah menukar dengan elpiji gas melon di lingkungan Pemkab Wonosobo, Jumat (29/11/2019). (Semarangpos.com-Pertamina MOR IV)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo mendeklarasikan penggunaan elpiji non-subsidi di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS) di wilayahnya. Deklarasi itu pun ditunjukkan dengan penukaran 107 tabung elpiji bersubsidi 3 kg menjadi Bright Gas 5,5 kg oleh ASN Pemkab Wonosobo di kantornya, Jumat (29/11/2019).

Sales Area Manager Pertamina Semarang, Nyoman Sumarjaya, mendukung langkah Pemkab Wonosobo yang mengiatkan penggunaan elpiji non-subsidi, terutama Bright Gas kepada ASN di lingkungannya. Bahkan Pemkab Wonosobo menargetkan 500 tabung Bright Gas bisa tersalurkan kepada ASN di lingkungannya melalui program trade ini.

“Program trade ini elpiji ini merupakan program yang sangat baik yang dilakukan Pemkab Wonosobo. Elpiji 3 kg merupakan bahan bakar yang disubsidi negara dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin, nelayan kecil, dan petani,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi, Senin (2/12/2019).

Program trade in atau penukaran elpiji subsidi ke non-subsidi rencana digelar selama satu bulan. Nantinya, lembaga penyalur atau agen elpiji non-subsidi dari Pertamina akan berkeliling dan mendirikan stan penukaran di setiap kantor dinas.

“Bagi masyarakat umum, Pertamina juga akan mendirikan Pertamax Bright Corner yang ditempatkan di pusat keramaian dan rumah makan sebagai upaya edukasi penggunaan elpiji non-subsidi Bright Gas. Kami menargetkan yang sama bagi masyarakat yaitu 500 tabung nantinya akan ditukarkan”, tambah Nyoman.

Sementara itu, Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti, menjelaskan Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) selalu mendukung deklarasi yang dilakukan pemerintah daerah terkait penggunaan elpiji non-subsidi Bright Gas.

“Selama ini penggunaan elpiji bersubsidi 3 kg banyak yang tidak tepat sasaran karena digunakan masyarakat ekonomi mampu. Kami berharap pemerintah di Jateng menjadi tolak ukur masyarakat dalam mengedukasi penggunaan elpiji non subsidi,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten