DILo Hackathon Festival 2020 : “Impacting for Indonesia”
Seluruh peserta dan yang terlibat dalam kegiatan DILo Hackathon Festival 2020 berfoto bersama. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- DILo Hackathon Festival (DHF) merupakan event tahunan DILo bagi para developer Indonesia untuk menghasilkan produk dan inovasi digital terbaik. Tahun ini, DHF mengusung tema “Impacting for Indonesia”.

Tema itu diperuntukan untuk membangun ide-ide digital kreatif yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia dengan memanfaatkan digital platform Telkom Group. Yaitu, Anatres, BigBox Big Data, BigBox Developer API, Neucentrix dan FlouCloud.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, DILo Hackathon Festival kali ini dilaksanakan secara online karena pandemi Covid-19. Event ini diikuti di 17 Kota di Indonesia. Yaitu Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tangerang, Jakarta, Bogor, dan Depok. Juga Bekasi, Bandung, Jogjakarta, Solo, Malang, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Balikpapan.

Ada 6 kategori di kompetisi ini yaitu, Health, Agriculture/Fishery, Education, Smart City, Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) Lifestyle, dan SMB/UMKM. Total hadiah R 450 juta.

Ada 679 tim yang mendaftar saat registrasi 27 Juli - 9 Agustus 2020. Setelah diseleksi dalam On-Desk Selection pada 10-12 Agustus 2020 terpilih 60 tim yang terbagi masing-masing 10 tim per kategori.

Hacking Time dilaksanakan pada 15 Agustus-3 September 2020. Dalam tahap ini, tim peserta mendapatkan insentif sebesar Rp300.000 sebagai subsidi. Produk yang dihasilkan dipresentasikan dan dinilai oleh juri dalam Initial Pitching pada 8-9 September2020.

Initial Pitching

Pembukaan Initial Pitching hari pertama, Selasa (8/9/2020) berlangsung secara online. Asli Brahmana selaku OVP Group of Digital Strategy Telkom Grup membuka acara ini. Dihadiri juga Dinoor Susatijo selaku Senior Manager Indigo Management, tim OIM Telkom, seluruh tim juri, management DILo, dan seluruh peserta DILo Hackathon Festival 2020.

Hari pertama, ada tiga kategori yang dipresentasikan yaitu, SMB/UMKM, Agriculture/Fishery, dan Smart City. Hari kedua, Rabu (9/9/2020), terdapat tiga kategori produk lainnya yang dipresentasikan. Yaitu, Education, Health dan AKB Lifestyle

Semua kategori baik hari pertama maupun kedua, dinilai oleh tim juri dari Telkom Inidgo Management, Telkom Regional, Telkom DWS, Telkom DXB, dan CEO Startup Indigo.

Terpilih enam tim dari masing-masing kategori yang lolos ke tahap Final Pitching. Kategori; SMB/UMKM adalah Depoindex.com, Dkletz, Durio Jogja, Emcorp Studio, Kampung Marketer & LoanMe.

Kategori Smart City; Aiable, Diggie, Furgetech, myECO, Rmsys&4DS. Kategori Health; ALT, AYD, Alpha  Labotories, Ctscope, Permanent Betadev & Viktorits. Kategori Education; Coder Zoomer, Contrium, Edubot, Motico, Moro Artos & Socialize Homework.

Kategori AKB Lifestyle; AiGi, Antree, Detrobot.vision, Happy Families, Pengen ngoding & VirtualPro Basketball. Kategori  Agriculture/Fishery; Agangta, Agritech Nusantara, Biohazard Pestisida, Ikmas, Kodepanda & Nilakanda Tech.

Online Final Pitching

Selanjutnya, 36 Tim yang terpilih tersebut mempresentasikan produknya pada Final Pitching. Selasa (15/9/2020) secara online. Acara ini dibuka oleh Dinoor Susatijo selaku Senior Manager Indigo Management. Dihadiri oleh tim OIM Telkom, seluruh tim juri, management DILo dan seluruh peserta Final Pitching. Selanjutnya seluruh peserta dan juri masuk ke dalam online final pitching yang dibagi kedalam dua group.

Group ke 1 untuk kategori SMB/UMKM, Agriculture/Fishery dan SmartCity. Yang dinilai oleh juri Debora Komba (Telkom Indigo Management), dan Andri Nopendra (Telkom Regional-2). Lalu Hikmatullah Insan P (Agriculture Ecosystem), Agus Suhartono (Tribe Agriculture), Patricia Gasperz (Tribe Smart City), dan Henri Setiawan W (Tribe SMB Digitization &Digitalization).

Grup ke 2 untuk katgeori Education, Health dan AKB Lifestyle dinilai oleh Dinoor Susatijo (Tekom Indigo Management), Djufri Ardian (Tribe Education), dan SigitH Paryoga (Tribe E-Health). Juga Novi Andriyani (Tribe E-Health), Andri Qiantori (Chapter Developer), dan I Ketut Agung Enriko (IoT Platform).

Awarding DILo Hackathon Festival 2020 Jumat (18/9/2020) secara online melalui platform CloudX. Acara dihadiri oleh Fajrin Rasyid (Director of Digital Business TELKOM Group), Asli Brahmana (OVP Group Digital Strategy TELKOM), Dinoor Susatijo (Senior Manager Indigo Management). Seluruh tim Juri, Peserta, serta management DILo. Perwakilan dari Media & Komunitas pun ikut hadir dalam acara awarding ini.

“Sebagai sebuah innovator dan talent digital, teman-teman diharapkan selalu keep up untuk terus membuat inovasi baru. Kami harapkan inovasi yang tecipta di kompetisi ini dapat terus berkembang agar ekosistem digital di Indonesia semakin maju lagi” ujar Asli Brahmana.

Fajrin Rasyid sambutannya berharap solusi–solusi yang bermunculan dalam kompetisi ini dapat diimplementasikan dalam jangka panjang. Meskipun, sebuah aplikasi dalam realitanya sangat beresiko.

“Banyak aplikasi yang berkembang dan banyak juga yang gagal. Namun apabila kegagalan itu terjadi, jangn berkecil hati. Yang penting, kita semua harus belajar dari kegagalan tersebut. Agar ke depannya kita dapat mencegah dan menimimalisisasi kegagalan di aplikasi ataupun solusi digital yang sedang kita kembangkan,” ujar Fajrin Rasyid.

Awarding juga diisi dengan pemutaran video singkat terkait Journey DILo Hackathon Festival 2017-2020. Adapun pemenang kategori SMB/UMKM, Juara 4 dari tim Kampung Marketer, Juara 3 tim Durio Joga, Juara 2 tim Dkletz.

Para Juara

Juara 1 diraih Depoindex.com dengan produk yang mendigitalkan ekspedisi konvensional yang sangat berguna untuk marketplace yang sifatnya grosir (besar & banyak). Di mana saat ini belum di support oleh logistik yang efisien.

Kategori Agriculture/Fishery, Juara 4 Agangta, Juara 3 Agritech Nusantara, Juara 2  IKMAS. Juara 1 diraih Kodepanda dengan produk sebuah sistem berbasis mobile application dan sms gateway untuk petani dan mitranya.

Kategori Education, Juara 4 CoderZoomer, Juara 3 Motico, Juara 2 Moro Artos. Juara 1 tim Cotrium dengan produk platform penunjang pendidikan dan pengembangan skill yang dirancang khusus untuk penyandang tunanetra.

Kategori Health, Juara 4 dari tim ALT, Juara 3 AYD, Juara 2 tim Ctsope. Juara 1 diraih Viktorits dengan produk Internet of Things untuk Memantau Kondisi serta Aktivitas Manula dengan Menggunakan Gateway.

Kategori Smart City, Juara 4 4DS, Juara 3 myECO, Juara 2 Furgetech. Juara 1 diraih Aiable dengan produk platform smart city berorientasi gamification bergenre virtual avatar games. Yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi warga terhadap isu perkotaan.

Kategori AKB Lifestyle, Juara 4 AI Gi, Juara 3 Antree, Juara 2 Happy Families. Juara 1 diraih DeTroBot. Vision dengan produk Platform Computer Vision dan Robot Vison berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelelgence system.

Seluruh pemenang berhak mendapatkan hadiah untuk jurara 1 sebesar Rp30 juta, juara 2 Rp20 juta, juara 3 Rp15 juta, dan juara harapan Rp10 juta.

Muhammad Naufal Prawinegoro dari tim Viktorits, perwakilan dari pemenang mendapat kesempatan untuk menyampaikan kesannya selama mengikuti DILo Hackathon Festival 2020. Tak ketinggalan Teuku Saifudin dari DILo Banda Aceh perwakilan tim penyelenggara ikut menyampaikan kesannya.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom