Dilarang Gelar Hajatan di Sukoharjo, Nikah Cukup Akad di Rumah

Warga Sukoharjo dilarang menggelar hajatan apapun untuk menekan persebaran Covid-19.

 Ilustrasi hajatan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo melarang masyarakat menggelar hajatan yang berpotensi memunculkan kerumunan massa. Kebijakan ini diambil untuk menekan laju persebaran pandemi Covid-19 yang kian masif di Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo, Wadroyo Wijaya menerbitkan surat edaran (SE) No 300/040/I/2021 tentang Pelarangan Penyelenggaraan Hajatan. Aturan ini mengacu pada pada Instruksi Presiden No 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona.

PromosiPerempuan dalam Pusaran Terorisme

Ini 3 Wilayah Jateng Prioritas PSBB Ketat, Solo Raya Termasuk

Ada sejumlah poin yang diatur dalam aturan tersebut yakni larangan menggelar hajatan atau pertemuan seperti pernikahan, tahlilan, sunatan di Sukoharjo. Kebijakan larangan menggelar hajatan berlaku mulai Januari hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Larangan menggelar hajatan untuk menekan berkembangnya kasus Covid-19 di Sukoharjo. Kasus Covid-19 bertambah setiap hari dan cukup masif. Salah satu upaya untuk menekan laju persebaran Covid-19 adalah kebijakan larangan menggelar hajatan,” kata Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo, Budi Santoso, saat berbincang dengan Solopos.com di Gedung Setda Sukoharjo, Kamis (7/1/2021).

Bukan PSBB, Pemerintah Terapkan PPKM pada 11-25 Januari 2021

Hajatan Nikah

Budi memaparkan poin lain yang diatur dalam aturan tersebut. Masyarakat diperbolehkan menggelar akad nikah dengan pembatasan jumlah tamu maksimal 30 hari. Prosesi akad nikah wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Masyarakat tidak diperkenankan menyebar undangan pernikahan, meggunakan sound system (pengeras suara) dan hiburan saat prosesi akad nikah.

“Tidak boleh ada tenda atau tarub di sekitar rumah pengantin. Cukup akad nikah selama beberapa menit dan bubar,” ujar dia.

Begitu pula prosesi akad nikah yang dilakukan pasangan calon pengantin dibatasi maksimal 1,5 jam. Hidangan makanan dan minuman yang disajikan saat prosesi akad nikah dikemas dalam boks dan dibawa pulang tamu undangan.

PSBB Solo: Polisi Siapkan Tim Patroli Pengurai Kerumunan

Budi meminta para camat hingga ketua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) untuk menyosialisasikan kebijakan itu kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Ketua RT/RW menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tataran masyarakat paling bawah. Kami tak ingin muncul klaster-klaster baru yang bersumber dari hajatan pernikahan, sunatan dan kegiatan pertemuan masyarakat,” papar dia.

Di sisi lain, seorang warga Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukono, mengatakan saat ini, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama di masa pandemi Covid-19. Sukono tak mempermasalahkan kebijakan tersebut dan berupaya menaati aturan demi mencegah transmisi penularan Covid-19 terutama anggota keluarga dan rekan kerja.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Kenapa Jalan Solo-Boyolali Kerap Terjadi Kecelakaan?

Kira-kira kenapa jalan di Solo-Boyolali kerap terjadi kecelakaan, bahkan ada korban yang meninggal dunia?

Bupati Karanganyar: Pilih Pengurus PGRI yang Rajin!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta Konferensi Kerja tahun ke-2 Kabupaten (Konkerkab) Karanganyar PGRI untuk memilih pengurus yang rajin.

Disdik Kota Solo Izinkan Kantin Sekolah Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Dinas Pendidikan Kota Solo, Jawa Tengah tidak melarang kantin sekolah membuka usahanya selama pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini.

KPU Sukoharjo Bocorkan Cara Memelihara Data Pemilih, Begini Lo...

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, menyampaikan beberapa cara memutakhirkan atau memperbarui Daftar Pemilih Tetap (DPT), salah satunya untuk mempersiapkan Pemilu 2024.

Simak! Inilah Daftar SMK Negeri di Kabupaten Boyolali

Berikut daftar SMK Negeri yang tersebar di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Pemkab Wonogiri Berniat Hentikan PTM Terbatas, Lo... Kenapa?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri berniat menghentikan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Catat Gaes, Ini Daftar Lengkap SMA Negeri di Boyolali

Inilah daftar SMA Negeri di Kabupaten Boyolali.

Terbaru! Laka Kereta Kelinci di Andong Boyolali, Begini Kondisi Sopir

Sopir kereta kelinci yang terlibat kecelakaan maut di wilayah Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (11/5/2022) belum dapat dimintai keterangan karena masih sakit.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik di Sukoharjo Hari Ini

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada hari ini, Jumat, 20 Mei 2022.

12 Klub Ponpes Boyolali Unjuk Gigi dalam Liga Santri Piala Kasad 2022

Liga Santri sekaligus menjadi wadah silaturahmi kebangsaan untuk santri di Boyolali.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini (20/5/2022): Siang-Malam bakal Hujan

Berikut ini tersaji prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini Jumat 20 Mei 2022 secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini (20/5/2022): Potensi Hujan Sore-Malam

Prakiraan cuaca Boyolali hari ini Jumat 20 Mei 2022 bisa  disimak secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Jumat Ini: Siang Panas, Sore Hujan Deras

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Jumat 20 Mei 2022 disajikan secara lengkap dalam artikel ini.

Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Jumat (20/5/2022): Sore Waspada Hujan Lebat

Berikut ini bisa disimak prakiraan cuaca Solo hari ini Jumat 20 Mei 2022.

Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi, UMKM Masih Saja Sulit Akses Kredit Bank

Para pembicara dalam KUR Fintech Festival 2022 di Solo Technopark kompak mengatakan UMKM saat ini masih sulit mendapat akses kredit bank untuk penguatan modal.