Dilaporkan Menteri Luhut ke Polisi, Pembela HAM Mengadu ke Komnas HAM

Jika tuntutan ganti rugi itu dikabulkan hakim, Luhut ingin uang tersebut diserahkan kepada rakyat Papua.

 Koordinator Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar (JIBI/Solopos/Antara)

SOLOPOS.COM - Koordinator Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti membuat pengaduan ke Komnas HAM setelah dilaporkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ke polisi.

Komnas HAM bakal menelaah pengaduan Fatia.

“Jadi kami akan mendalami dulu berkas yang ada dan akan menyampaikan tentunya setelah ada penelaahan, setelah ada pemantauan dulu dari Komnas HAM,” kata komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/9/2021).

Hak Khusus

Ia mengatakan pembela HAM memiliki hak-hak khusus yang diatur PBB. Menurutnya, Komnas HAM bakal mengecek lebih dulu apakah kasus ini terkait dengan pekerjaan Fatia sebagai pembela HAM atau tidak.

“Komnas ingin mengingatkan pada semua pihak bahwa pembela HAM itu adalah garda depan dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia,” ujarnya.

“PBB itu mengakui bahwa pembela HAM memiliki hak-hak khusus dan dari hal ini, memang, hal ini kita harus melihat apakah dalam kasus ini, kerja-kerja dari teman-teman ICW dan KontraS itu dalam konteks kerja, mereka sebagai pembela HAM atau tidak,” sambungnya.

Pencemaran Nama Baik

Sebelumnya, Luhut melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya. Keduanya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik atas konten Lord Luhut di YouTube.

Luhut mengatakan, sebelum melayangkan laporan hari ini atas keduanya, pihaknya telah melakukan somasi kepada Haris Azhar dan Fatia. Namun somasi tersebut tidak pernah digubris.

Baca Juga: Sebulan Berlalu, Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Masih Gelap. Ada Apa? 

“Kamu (Haris Azhar dan Fatia) sudah disomasi sama Pak Juniver (pengacara Luhut) dua kali, kan sudah cukup,” kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/9/2021) pagi.

Selain melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke polisi, Luhut juga berhadap ada uang ganti rugi untuk dirinya. Jumlahnya fantastis, Rp100 miliar.

Jika tuntutan ganti rugi itu dikabulkan hakim, Luhut ingin uang tersebut diserahkan kepada rakyat Papua.


Berita Terkait

Berita Terkini

Indonesia Kembali Terima Bantuan 1,2 Juta Dosis Vaksin

Pemerintah Indonesia kembali menerima bantuan jutaan dosis vaksin AstraZeneca. Vaksin ini merupakan bantuan dari negara sahabat.

Lima Besar Kandidat Penerima Kusala Sastra Khatulistiwa 2021

Penyair Raedu Basha mengatakan sastra Indonesia berkembang dari upaya anak-anak muda yang terus berusaha membuat sastra Indonesia berkembang.

Tolak Damai, Korban Pencabulan Kapolsek Tuntut Hukuman Maksimal

Keluarga menyambut baik kecepatan Polda Sulteng dan langsung mengusut serta mencopot Iptu I Dewa Gede Nurate itu dari jabatannya.

ANIES Deklarasikan Anies Baswedan Capres 2024

Deklarator ANIES, Laode Basir, mengatakan kegiatan ini bermula dari diskusi empat tahun kepemimpinan Anies Baswedan di Jakarta.

SBY Pamer Lukisan Replika Jepretan Almarhumah Istri, Langit Senja

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memamerkan lukisan terbarunya, langit senja, merupakan replika foto karya almarhumah Ani Yudhoyono.

Banyak Warga Jepang Meninggal Sendirian, Inovasi AI Bantu Temukan Jasad

Meningkatnya fenomena orang tua yang meninggal sendirian di Jepang membuat agen rumah kemudian menolak penyewa lebih tua.

Berebut Debitur, Ormas dan Debt Collector Bentrok di Tangerang

Polres Metro Tangerang Kota menangkap 13 orang dari salah satu ormas seusai bentrok.

Ini Catatan Pukat UGM terkait 2 Tahun Kinerja Jokowi dan Ma'ruf Amin

Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) menilai kinerja Jokowi dan Ma'ruf Amin selama dua tahun masih jauh dari harapan.

Presiden Erdogan Punya Sapaan Akrab untuk Jokowi, Mau Tahu?

Khusus di era sekarang ini, hubungan antara Presiden Jokowi dan Recep Tayyip Erdogan sangat mesra.

Ungkap Narkoba di Medan, Polisi Tahan 8 Tersangka dan Sita 23 Kg Sabu 

Penangkapan delapan orang itu dilakukan dalam waktu berbeda. Didapatkan barang bukti sabu sebanyak 23 kg dari tersangka di Medan.

Hina Habib Rizieq, McDanny: Beri Saya Kesempatan Kedua

McDanny berharap mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya.

Destinasi Wisata Tak Seindah Fotonya, Aplikasi China Diprotes

Media sosial dan platform gaya hidup Xiaohongshu meminta maaf karena membiarkan sejumlah pengguna membuat filter foto destinasi wisata yang hasilnya dianggap terlalu bagus.

Fesyen Berkelanjutan pada Era Kiwari adalah Keharusan

Negara-negara di Eropa menjalankan konsep berkelanjutan pada industri fesyen sejak beberapa tahun lalu yang dimulai dari pelaku industri hingga konsumen.

Situs Pemerintah China Diretas, Hacker Unggah Bendera Taiwan

Kelompok hacker internasional terdesentralisasi Anonymous meretas situs web pemerintah China untuk Provinsi Qinghai.

Rocky Gerung Puji Ganjar: Dia Matang, PDIP Mentah!

Rocky Gerung membalas pujian yang diberikan Ganjar Pranowo kepadanya setelah dikritik dianggap bodoh oleh kaum milenial.

Nasib 2 Polisi Artis, dari Kerja di Lapangan Mutasi ke Bidang Humas

Polda Metro Jaya memutasi dua polisi yang disebut sebagai polisi "artis", yakni Aiptu Jack, dan Aipda Ambarita, ke Bidang Humas Polda Metro Jaya.