Dikunjungi Prabowo-Sandi, Keluarga Tebuireng Beri Syarat Jangan Kampanye
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didampingi Amien Rais memberikan keterangan pers mengenai berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, di Jl Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10/2018). (Antara - Galih Pradipta)

Solopos.com, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (22/10/2018). Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, menegaskan kedatangan mereka bukan untuk berkampanye.

Prabowo yang tiba lebih dulu tiba di lokasi langsung disambut dengan tabuhan marawis dari puluhan santri. Tak lama berselang, Sandiaga Uno pun tiba. Kehadiran mereka berdua langsung disambut hangat Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah.

"Assalamualaikum Pak, selamat datang, silakan masuk," sambut Gus Solah kepada Prabowo dan Sandiaga di kediamannya, kompleks Ponpes Tebuireng, yang disampaikan Tim Prabowo-Sandi dalam keterangan resminya.

Dikutip Suara.com dari Beritajatim, sebelumnya Gus Solah mengundang seluruh keluarga Tebuireng untuk memberitahukan rencana kedatangan Prabowo bersama rombongan. Hasilnya, keluarga Tebuireng sepakat memperbolehkan Prabowo – Sandiaga ke Tebuireng, namun dengan catatan tidak melakukan kampanye pilpres.

"Jadi kehadiran Pak Prabowo bukan kampanye. Tapi memperingati Hari Resolusi Jihad yang jatuh pada 22 Oktober. Kami sudah melakukan musyawarah keluarga dan semuanya setuju, asal Pak Prabowo tidak melakukan kampanye," ujar Gus Solah.

Sebelum memasuki kediaman Gus Solah, Prabowo-Sandiaga, juga diserbu oleh para santri untuk bersalaman dan berfoto bersama. Keduanya pun sempat menghentikan langkah untuk memenuhi permintaan para santri.

"Assalamualaikum gimana kabarnya?" sapa Prabowo kepada para santri dan langsung berjabat tangan. "Assalamualaikum, kamu mau foto? Ayo sini foto," seru Sandiaga kepada para santri yang memintanya untuk berfoto bersama.

Seusai bersilaturahmi dan berbincang hangat dengan Gus Solah, Prabowo, Sandiaga langsung melakukan napak tilas resolusi jihad dengan berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari yang masih berada dalam kompleks Ponpes Tebuireng. KH Hasyim Asy'ari merupakan penggagas resolusi jihad yang menyerukan kepada para santri dan kaum muslimin untuk wajib berjuang mempertahankan Tanah Air dengan melawan para penjajah.

Prabowo-Sandiaga mendapat pesan dari Gus Solah. "Gus Solah mengingatkan agar di Hari Santri Nasional ini, kita perkuat komitmen untuk menjadikan santri ini, sebagai lokomotif pembangunan kita ke depan, terutama pembangunan ekonomi," kata Sandiaga, dilansir Antara.

"Santri ini luar biasa, karena pengetahuan agamanya sangat baik dan juga kalau diberikan pengetahuan tentang perniagaan, tentang kewirausahaan akan luar biasa dampaknya terhadap kemajuan, bukan hanya ekonomi, tapi juga pembangunan bangsa secara keseluruhan,' katanya.

Dia menjelaskan diskusinya dengan Prabowo dan Gus Solah lebih banyak menyentuh ekonomi, seperti bagaimana santri ke depan bisa dikuatkan selain dari ilmu yang mereka tekuni. Jadi selain menekuni bidang agama agama, ada juga ilmu-ilmu kewirausahaan, ilmu entrepreneurship sehingga santri itu bisa mandiri.

"Sembilan dari 10 pintu rezeki melalui jalur perniagaan sehingga pengetahuan perniagaan dan kewirausahaan harus dikembangkan di dunia pesantren, sehingga mereka juga berperan aktif di dalam bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi," kata Sandi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom