Dikritik Soal IMB Pulau Reklamasi, Anies Tuding Pergub Ahok

Pergub 206/2016 merupakan panduan rancang kota (PRK) atas Pulau C, D, dan E yang disahkan Ahok. Sebelumnya, Anies menerangkan bahwa PRK tersebut menjadi landasan bagi pembangunan yang dilakukan oleh pengembang di atas Pulau D atau Kawasan Pantai Maju.

Dikritik Soal IMB Pulau Reklamasi, Anies Tuding Pergub Ahok

SOLOPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau penyegelan di Pulau D reklamasi Teluk Jakarta, Jakarta, Kamis (7/6/2018)./ANTARA-Dhemas Reviyanto

Solopos.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuding pembuatan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 206/2016 dikebut sebelum dirinya mulai menjabat. Pergub itu sendiri lahir di era pendahulunya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok atau BTP).

Untuk diketahui, Pergub 206/2016 merupakan panduan rancang kota (PRK) atas Pulau C, D, dan E yang disahkan Ahok. Sebelumnya, Anies menerangkan bahwa PRK tersebut menjadi landasan bagi pembangunan yang dilakukan oleh pengembang di atas Pulau D atau Kawasan Pantai Maju.

Selain itu, PRK tersebut juga disebut sebagai landasan atas keluarnya hak pengelolaan lahan (HPL) dan hak guna bangunan (HGB). “Teman-teman harus melihat secara detail mengapa tanggal 25 Oktober 2016 keluar Pergub 206/2016. Itu timing-nya coba dilihat,” ujar Anies, Selasa (25/6/2019).

Selain pergub tersebut, Anies juga mengatakan PKS antara Pemprov DKI Jakarta dengan pengembang atas lahan reklamasi telah direvisi dua kali yaitu pada Agustus dan Oktober 2016.

Anies juga mengeluhkan posisi Pemprov DKI Jakarta akibat keberadaaan PKS tersebut. “Dalam urusan lain Pemprov DKI adalah regulator, tapi dalam reklamasi Pemprov DKI dengan swasta posisinya sebagai pihak yang terlibat di dalam perjanjian kerja sama,” keluh Anies.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun.

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Tinggi, 90% dari Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih terbilang tinggi.

Kisah Tragis 2 Wanita Kembar Dijuluki PSK Tertua di Dunia

Kisah tragis kali ini tentang wanita kembar yang dijuluki sebagai PSK tertua di dunia.

Pembangunan Fisik Capai 95%, Bendungan Bendo Ponorogo Mulai Diisi Air

Bendungan Bendo yang berada di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mulai diisi air awal atau impounding, Sabtu (31/7/2021)

Terlibat Kejar-kejaran dengan Orang Tak Dikenal, Remaja Meninggal Seusai Tabrak Pohon di Jogja

Seorang remaja meninggal setelah menabrak pohon perindang di Jalan AM. Sangaji, Jetis, Kota Jogja, Sabtu (31/7/2021) dini hari.

Jurus Cegah Jakarta Tenggelam, Mampukah Bertahan?

Wagub DKI Jakarta menegaskan wilayahnya tidak akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan karena sederet jurus pencegahan yang dilakukan.

Warga Karangudi Jadi Korban ke-19 yang Meninggal Tersetrum Jebakan Tikus di Sragen

Warga Desa Karangudi, menjadi korban meninggal tersetrum jebakan tikus berlistrik ke-19 dalam kurun waktu dua tahun terakhir di Sragen.