Dikritik Program Belum Terealisasi, Cabup Petahana Sragen Langsung Kasih Jawaban

Calon bupati (cabup) petahana dalam Pilkada Sragen 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menjawab kritik dari mantan anggota DPRD Sragen.

SOLOPOS.COM - Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Calon bupati (cabup) petahana di Pilkada Sragen 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan terdapat 8.569 lapangan kerja baru dengan menyerap sebanyak 36.625 tenaga kerja baru di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng) selama 2016-2019.

Selain itu, wanita yang akrab disapa Yuni tersebut menyatakan selama 2016 hingga 2020 ada tiga rumah sakit tipe D baru yang muncul di Sragen, yakni satu RSUD di Tangen dan dua RS swasta di Sragen Kota.

Penjelasan itu disampaikan Yuni untuk menjawab kritik atas tiga program unggulan yang dinilai berlum terealisasi kepada Solopos.com, Senin (19/10/2020) Sebelumnya, seorang mantan legislator DPRD Sragen, Hery Kistoyo, menilai ada tiga program yang belum terealisasi, yakni pembangunan tiga RS tipe D yang belum terealisasi, menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan baru yang belum tercapai, dan pendidikan gratis SD sampai SMA yang masih mahal.

Pingsan saat Mau ke Sawah, Warga Sengon Klaten Dievakuasi Pakai APD

Tiga hal tersebut merupakan bagian dari tujuh program unggulan saat Yuni bergandengan dengan Dedy Endriyatno memipin Sragen untuk periode sebelumnya.

"Pembangunan tiga RS tipe D itu terealisasi sampai 2020, yakni RSUD Tangen, RS Ibnu Sina Nglorog, dan RS Rizki Amalia Cantel. Sementara untuk penciptaan 25.000 lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan itu juga tercapai. Sampai 2019 sudah tercapai 8.560 lapangan pekerjaan baru yang menyerap 36.625 tenaga kerja baru. Kemudian untuk kemiskinan pada 2015 berada di 14,86% turun menjadi 12,79% pada 2019," jelas sang cabup petahana di Sragen itu.

Yuni melanjutkan sekolah gratis jenjang SD hingga SMP sudah terelaisasi sesuai dengan komitmen pemerintah. Sedangkan untuk jenjang SMA, jelas dia, sesuai dengan UU No. 23/2014 menjadi wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sehingga Pemkab Sragen tidak berwenang mengintervensinya.

"Pemkab memberi beasiswa untuk KK miskin hingga tingkat perguruan tinggi. Bahkan di antara mereka ada yang mendapat beasiswa sampau lulus kuliah dan mendapat pekerjaan menjadi pegawai negeri sipil (PNS), pegawai BUMN, dan perusahaan swasta yang bonafid," katanya.

Berita Terbaru

Setelah Dinyatakan Positif Covid-19, 10 Anggota KPPS di Klaten Mengundurkan Diri

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah anggota penyelenggara pemilu memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu mereka lakukan...

Waduh Biyung! 40-an Anggota Penyelenggara Pilkada Klaten Positif Covid-19

Solopos.com, KLATEN — Puluhan anggota penyelenggara Pilkada Klaten 2020 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terkonfirmasi dari hasil rapid test...

Kampanye di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Ajak Warga Jaga Kebugaran dengan Senam

Solopos.com, KLATEN — Calon bupati (cabup) Klaten nomor urut 1, Sri Mulyani, yang tengah sibuk kampanye di tengah pandemi...

Gubernur Minta Saksi di TPS Ikut Rapid Test, Pemkab Sragen Manut

Solopos.com, SRAGEN — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh saksi di tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pilkada 2020...

Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 353 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dinyatakan reaktif...

Debat Publik Pilkada 2020, Ini 5 Panelis Yang Disiapkan KPU Grobogan

Solopos.com, PURWODADI – Debat Publik Pilkada Grobogan 2020 bakal digelar di sebuah hotel di Kota Purwodadi dan disiarkan secara...

Debat Pilkada Sukoharjo : Wiwaha Soroti Sukoharjo Belum Punya GOR, Ini Faktanya

Solopos.com, SUKOHARJO -- Debat publik putaran kedua Pilkada Sukoharjo 2020 telah berlangsung di Hotel Brothers Solo Baru, Kamis (21/11/2020),...

Debat Pilkada Sukoharjo : Etik Sebut Angka Kemiskinan di Sukoharjo Turun, Benarkah?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon peserta Pilkada Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa (EA) dan Joko "Paloma" Santosa-Wiwaha Aji Santosa...

Debat Pilkada Sukoharjo : EA & Joswi Dinilai Belum Tawarkan Upaya Riil Atasi Persoalan Rakyat Kecil

Solopos.com, SUKOHARJO – Dua pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Sukoharjo yakni Etik Suryani-Agus Santosa atau EA dan Joko “Paloma”...

Coblosan di Tengah Pandemi, KPU Klaten: Jangan Takut Datang ke TPS!

Solopos.com, KLATEN -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Klaten mengajak seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk datang...