Diklaim Sukses Tekan Covid-19, PPKM Mikro di DIY Akan Diperpanjang Lagi
Petugas dari Dinas Perhubungan DIY saat mengecek kendaraan di Pos Penyekatan, di Temon, Kulonprogo, Jumat (12/2/2021). (Jalu Rahman Dewantara/Harian Jogja)

Solopos.com, JOGJA -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro atau PPKM Mikro jilid kedua di DIY akan berakhir 8 Maret 2021 sejak 23 Februari 2021. Pemprov DIY bakal memperpanjang PPKM Mikro alias jilid 3 hingga 22 Maret 2021 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan rencana perpanjangan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat virtual tentang evaluasi PPKM Mikro ke 2 se Jawa-Bali. Rapat ini digelar Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartanto, selaku Ketua Satgas Pemulihan ekonomi RI dan diikuti Pemda DIY bersama seluruh pemda di Jawa-Bali, Kamis (4/3/2021).

Dalam rapat itu disebutkan PPKM Mikro kedua di Jawa-Bali telah sukses menurunkan angka positif Covid-19. Oleh karena itu program ini perlu diteruskan dengan harapan kasus baru bisa ditekan dan kasus sembuh dapat meningkat.

Baca juga: Pensiunan ASN Bantul Jadi Korban Penipuan, Rugi Belasan Juta Rupiah

"Pertimbangan utamanya, PPKM Mikro berhasil menurunkan angka positif yang signifikan di Jawa Bali. Lalu kemarin di rapat juga diputuskan ada tiga daerah di luar Jawa-Bali ikut [PPKM] karena ada perkembangan [peningkatan kasus Covid-19] di sana," kata Aji, kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Jogja, Jumat (5/3/2021).

Asisten Sekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, menjelaskan perpanjangan PPKM Mikro di DIY sesuai dengan rencana pemerintah pusat, berlaku pada 9-22 Maret 2021. Teknis PPKM ke tiga itu bakal sama persis dengan PPKM sebelumnya.

"Untuk ukuran-ukuran PPKM Mikro selanjutnya 9 Maret hingga 22 Maret 2021 mendatang tidak ada bedanya dengan PPKM Mikro yang sebelumnya,” ucapnya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Klaten Menggila, Cabai Busuk Pun Laku di Pasaran

Tren Positif

Merujuk data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, hasil evaluasi PPKM Mikro kedua di Bumi Mataram ini menunjukkan tren yang baik. Tingkat keterisian bed di RS rujukan Covid-19 saat ini berada di kisaran 39,42%. Jumlah bed yang tersedia di RS rujukan Covid-19 bertambah menjadi 1.101.

Sementara, persentase Rukun Tetangga (RT) yang masuk zona hijau ada di angka 95,17% dari total keseluruhan RT di DIY. Ridak ada RT yang masuk zona merah.

Untuk tingkat kesembuhan pasien Covid-19 DIY mengalami peningkatan dengan persentase sebesar 75,60%. Meski demikian, angka ini masih berada di bawah persentase kesembuhan nasional yakni 84,75%.

Sementara angka kematian atau fatality rate akibat Covid-19 di DIY sebesar 2,44% atau masih berada di bawah rata-rata nasional yaitu sebesar 2,73%.

Sumber: harianjogja.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom