Diklaim Aman Covid-19, Begini Penerapan Protokol Kesehatan KAI
Penerapan protokol kesehatan dengan pembatasan jarak di gerbong penumpang kereta api. (Istimewa/PT KAI Daops VI Yogyakarta)

Solopos.com, SOLO -- PT Kereta Api Indonesia atau KAI mengklaim kereta api merupakan moda transportasi yang aman untuk melakukan perjalanan karena adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

PT KAI menegaskan transportasi kereta api bukanlah tempat yang paling rentan dalam penularan Covid-19. VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus, mengatakan berdasarkan hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman selama pandemi karena telah menerapkan protokol ketat.

Menurutnya, berbagai penelitian di Perancis, Jepang, dan Amerika Serikat menunjukkan tidak ada penemuan klaster Covid-19 pada transportasi publik jenis ini.

Wali Kota Solo Terbitkan SE Baru Terkait Protokol Kesehatan, Perhatikan 6 Poin Penting Ini!

“Jurnal Universitas Oxford juga mengatakan penyebaran Covid-19 pada pelanggan kereta dapat dicegah dengan menerapkan berbagai protokol pencegahan,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (8/9/2020).

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, menambahkan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kereta api sebagai klaster penyebaran Covid-19.

Kerumunan Orang

Meskipun terdapat himpunan atau kerumunan orang, tidak muncul klaster penyebaran Covid-19 berkat adanya penerapan protokol kesehatan oleh KAI.

Penyerangan Warga PSHT, Eddy Wirabhumi: Waspadai Skenario Besar Untuk Kacaukan Solo!

Penelitian ITB juga membeberkan transportasi umum tidak menjadi sumber infeksi jika pelanggan mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu seperti penggunaan masker, physical distancing, dan mencuci tangan, serta memberikan perlindungan khusus untuk petugas frontliner.

Penelitian tersebut selaras dengan langkah-langkah PT KAI terkait penerapan protokol kesehatan sesuai standar Gugus Tugas Nasional.

Calon Pemilih Pilkada Solo 2020 Berkurang 2.712 Orang, Ini Penjelasan KPU

Joni menjelaskan setiap pelanggan KA jarak jauh harus menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 dan pelanggan yang akan naik KA juga harus dalam keadaan sehat.

Selain itu, pelanggan wajib menggunakan masker dan menjaga jarak sebagai bagian protokol kesehatan KAI mulai dari stasiun hingga selama perjalanan.

Selain itu, KAI menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer pada titik-titik strategis stasiun dan kereta api untuk menjaga agar pelanggan tetap higienis.

Positif Tambah 8, Satgas Covid-19 Kota Solo Waspadai Kasus Dengan Ekor Berlapis

“Kami pun mengikuti rekomendasi dari Gugus Tugas Nasional untuk penggunaan face shield sebagai perlindungan tambahan. Face shield kami berikan secara cuma-cuma bagi pelanggan KA jarak jauh,” kata Joni.

Cairan Pembersih

Pembersihan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi rutin menjadi bagian protokol kesehatan lainnya pada operasional KAI. Pembersihan itu menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan.

KAI juga menugaskan petugas kebersihan dalam gerbong kereta untuk mensterilkan bagian dalam kereta yang sering tersentuh pelanggan tiap 30 menit sekali.

Pilkada Solo: Paslon Bajo Bidik Nomor Urut 01, Ini Alasannya

Selain itu, KAI mewajibkan petugas yang berinteraksi dengan pelanggan untuk cek kesehatan termasuk suhu tubuh sebelum bertugas. Mereka juga harus memakai APD seperti masker, face shield, dan sarung tangan.

Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan berdasarkan data, pada September 2020 KAI rata-rata melayani 62.000 pelanggan per hari atau naik 10% ketimbang Agustus, yakni rata-rata 56.000 pelanggan per hari.

Tokoh PSHT Solo: Tak Perlu Pengerahan Massa, Percayakan Pengusutan Kasus Penyerangan Ke Polisi!

Menurutnya, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terus tumbuh akan layanan KAI yang dapat diandalkan selama pandemi Covid-19.

Dalam hal ini, pihaknya ingin membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kami pastikan pengguna jasa KA aman dari Covid-19, demikian pula petugasnya,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom