Seorang bidan menggendong bayi perempuan di RSU PKU Muhammadiyah Jatinom, Sabtu (16/11/2019). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Penghuni Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Jatinom, Klaten, digegerkan penemuan bayi perempuan seberat 2,3 kg di teras tempat sampah medis, Jumat (15/11/2019) malam pukul 19.30 WIB.

Sebelum ditemukan, pengunjung RS sempat mengira tangisan bayi malang itu sebagai suara kucing. Penemuan bayi sepanjang 47 cm itu bermula saat seorang pengunjung RSU PKU Muhammadiyah, Sarjono, menjenguk anggota keluarganya di RSU tersebut.

Kebetulan ruang perawatan anggota keluarganya itu berada di dekat kantor kebidanan. Di tengah hening malam pukul 19.00 WIB, warga Tulung itu mendengar suara mengiang dari luar kamar. Semula, Sarjono mengira suara tersebut merupakan suara kucing.

Begitu ditengok keluar dengan lampu smartphone, Sarjono kaget dan menyadari suara itu merupakan tangisan bayi perempuan. Sarjono melaporkan hal itu ke seorang bidan bernama Nevy.

Bayi yang Ditemukan di RSU PKU Jatinom Nyaris Membiru, 5 Orang Antre Mengadopsi

Kondisi bayi saat ditemukan masih hidup. Bayi tersebut dalam kondisi sehat dan baru saja dimandikan oleh pembuangnya. Bayi sudah mengenakan baju dan berselimut. Tak jauh dari bayi terdapat ari-ari yang terbungkus plastik putih.

Bayi itu memiliki lingkar kepala 32 cm dan lingkar dada 33 cm. Bayi perempuan itu diduga baru saja lahir beberapa jam sebelum ditemukan di teras tempat sampah.

“Bayinya memang terlihat segar. Setelah dicek, di ujung tangan dan ujung kaki sudah agak membiru. Ini akibat bayi mengalami hipotermia [kedinginan]. Kalau terus-terusan mengalami hipotermia, hingga 1-2 jam berikutnya, kondisinya bisa fatal [bayi berpotensi meninggal dunia]. Untungnya segera ditemukan dan langsung dirawat,” katanya.

Akhirnya! Gibran Rakabuming Ungkap Arti La dari La Lembah Manah

Kapolsek Jatinom, AKP Prawito, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, mengatakan masih menyelidiki kasus pembuangan bayi di RSU PKU Muhammadiyah Jatinom tersebut. “Masih kami selidiki. Selama ini, sudah ada tiga saksi yang kami mintai keterangan,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten